Assalamu'alaikum wr wb, Rekan-rekan milis rahimakumullah, ada sedikit cerita yang mungkin ada manfaatnya khususnya bagi saya sendiri syukur bermanfaat bagi rekan-rekan milis yang lain. Kemarin hari Minggu siang selepas waktu sholat dzuhur, saya duduk di ruang tamu sendirian. Pintu saya buka dan matahari bersinar cerah. Tiba-tiba saya melihat ada seekor lebah yang terbang dan masuk keruang tamu dimana saya duduk di situ, melalui pintu yang terbuka itu. Beberapa saat setelah lebah tersebut terbang berputar-putar di ruang tamu itu, dia ingin kembali keluar. Nah disinilah saya mendapat pelajaran yang berharga sekali (menurut saya). Lebah itu dengan yakinnya hendak keluar dari ruang tamu itu menuju arah cahaya yang terang. Tapi dasar lebah dia ternyata sukar sekali membedakan sinar terang dari 'pintu yang terbuka' dan sinar terang yang 'melalui kaca-kaca' jendela. Baru kemaren saya mengetahui (sengaja menghitung)jumlah petak kaca jendela di ruang tamu saya,ternyata jumlah petak kaca jendela di ruang tamu itu sebanyak 64 petak kaca, yang cukup untuk membuat si lebah tadi pusing membedakan mana jalan 'asli' dan jalan 'semu'. Lama sekali saya amati lebah itu mencoba menembus kaca-kaca jendela itu namun hasilnya selalu gagal. Satu demi satu kaca itu di cobanya berulang -ulang untuk keluar dari ruang tamu itu. Setelah sekian lama dia mencoba tanpa putus asa, akhirnya dia bisa menemukan PINTU yang terbuka lebar tadi dan selanjutnya bisa keluar ke alam bebas. Dari kejadian ini saya teringat sebuah tulisan Al-Ghozali dalam Ihya'nya pada bab Dzamm'l Ghurur (Orang-orang Yang Terkelabuhi). Barangkali ibarat lebah itulah orang-orang yang terkelabuhi, mereka menyangka apa yang dilakukannya itu adalah jalan menuju cahaya Ilahi, padahal sesungguhnya jalan itu adalah jalan semu yang buntu. Dari itu saya berkeinginan untuk menukil sebagian isi buku tersebut, khuhusnya bagi diri saya sendiri dan kepada rekan-rekan yang belum sempat membaca karya tersebut. Adapun bab-bab yang akan saya ambil dari buku tersebut secara bertahap antara lain: 1. Pengantar Tentang Ghurur (Orang-orang Yang Terkelabuhi). 2. Ghurur dari kalangan para Ulama 3. Ghurur dari kalangan ahli ibadah, 4. Ghurur dari kalangan para sufi (Tasawuf) 5. Ghurur dari kalangan para hartawan Sehubungan milis kita ini lebih bernuansa tasawuf, saya akan menempatkan Ghurur dari kalangan Sufi (Tasawuf) pada bab yang kedua setelah pendahuluan. Tujuan dari tulisan ini sekedar sharing informasi / warning semoga kita terhindar dari tipu daya sayaitan dan ilusi dari angan-angan kosong yang kita ciptakan sendiri. Selamat membaca, Wassalamu 'alaikum wr wb, Wargino --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
