Assalaamu 'alaikum wr. wb.

QS 36:36
"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang 
ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."

QS 42:11
"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri 
pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), 
dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu."

QS 43:12
...Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan...

-- dan masih banyak ayat-ayat lain yang serupa

Pasangan-pasangan berlawanan yang ada di alam semesta ini bukan harus dihilangkan 
salah satunya, tetapi diinteraksikan dengan baik dan seimbang agar mendatangkan 
manfaat. Allah memang menciptakan segala sesuatu dalam pasangan-pasangan.

Contohnya, daripada masing-masing mau menang sendiri, bapak dan ibu bisa berinteraksi 
agar bisa memproduksi keturunan; bumi dan matahari berinteraksi agar dapat menumbuhkan 
tanaman, air dan api berinteraksi agar bisa memasak nasi.

Seterusnya, silakan dipikir sendiri apa hasil interaksi yang baik dan produktif dari:
- orang miskin dan orang kaya
- majikan dan buruh
- orang baik dan orang jahat
- orang bodoh dan orang pintar
- orang yang marah dan orang yang sabar
- orang kafir dan orang beriman
- orang bertanya dan orang yang menjawab
- pemerintah dan kelompok oposisi
- nafsu ammarah dan nafsu muthmainnah
- syaitan dan malaikat

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
RS

-----Original Message-----
From:   Ali Abidin [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Monday, March 22, 1999 7:02 AM
To:     '[EMAIL PROTECTED]'
Subject:        RE: [Tasawuf] Hawa Nafsu :RE: [Tasawuf] Manfaat Syaithan



Waktu saya nulis bahwa "hawa nafsu harus dibunuh" maka saya merasa ada
yang salah dalam hal itu karena berlawanan dengan penjelasan dari banyak
ulama terdahulu. 

Samar-samar saya mampu memahami bahwa syahwat itu akan bermanfaat bila
dikendalikan oleh nafsu muthmainnah. Tetapi pikiran saya yang cupet
tidak mampu memahami bahwa hawa nafsu itu ada gunanya juga bila
dikendalikan oleh nafsu muthmainnah. Sehingga dengan anggapan bahwa
sudah ada syahwat, maka buat apa lagi hawa nafsu..... akhirnya saya
secara nekat mengatakan bahwa "hawa nafsu dibunuh saja" :-). Bagi saya
semua itu cuman konsep yang samar-samar saja. Saya ini 100% manusia yang
modalnya cuman berani memformulasikan apa yang saya pahami dan
insyaallah niat baik untuk menerima penjelasan, dan belum ada keberanian
untuk merasakan (?).

Terimakasih dengan penjelasan tersebut, samar-samar saya memahami bahwa
hawa nafsu itu ada manfaatnya juga jika dikendalikan oleh nafsu
muthmainnah. Saya akan berterima-kasih sekali kalau Gus Liem bisa
menjelaskan lebih detail tentang ketiga hal tersebut (hawa nafsu,
syahwat dan nafsu muthmainnah).

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke