Ass'wr'wb'
setuju degan pendapatnya Pak Agus Salim,
yang terpahami oleh saya, untuk mengkabarkan bahwa Hawa Nafsu merupakan 
sesuatu musuh nyata yang selalu akan dihadapi dan merupakan musuh yang 
akan selalu mengikuti kemanapun sso berada sekalipun sedang bertapa 
seorang diri di gunung, didepan mimbar ataupun dalam ka'bah sekalipun, 
peristiwanya didahului dengan kedasyatan Perang Badar (kalau tidak 
salah).
Selain itu juga (yang belum saya pahami)dituliskan didalam kitab bahwa 
kelahiran sso diiringi dengan turunnya delapan pasang binatang ternak.
Ah nggak tahu lah. Bagi saya hawa nafsu itu merupakan sesuatu yang harus 
dihadapi, dan dengan media HN pula sso bisa bermi'raj'
Tks



>From: "R. Sunarman" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Tasawuf] Hawa Nafsu
>Date: Fri, 19 Mar 1999 21:00:25 +0700
>
>Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
>
>Mas Agus, kalau anda sudah punya pemahaman begitu, pengetahuan anda 
>sudah lumayan, dong, bukan awam lagi!
>Merendah nih yeee...
>
>Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
>RS
>
>AGUS SALIM wrote:
> 
>> Mohon maaf, sepengetahuan saya yang awam ini yang namanya Hawa Nafsu
>> itu bukannya untuk dimusnahkan ato dibunuh, tetapi untuk 
dikendalikan.
>> Hawa Nafsu kan juga  perangkat yang diberikan Allah bagi kita untuk
>> mengabdi pada-Nya sebagaimana halnya syahwat. Hanya saja bila syahwat
>> lebih menuju pada hal yang bersifat material sedang hawa nafsu lebih 
bersifat
>> immaterial. Bukankah nafsu amarah yang dikendalikan oleh nafs
>> muthmainnahlah yang berfungsi tatkala berperang  di Jalan Allah?
>> Bukankah hawa nafsu kita pula yang membuat kita tetap bertahan untuk 
giat
>> bekerja mengaktualisasikan diri kita. Dan dorongan hawa nafsu pula 
yang
>> membuat kita saling berbagi disini. Tentu saja semua menjadi bentuk
>> pengabdian pada Allah bila berada dalam kendali nafs muthmainnah.
>> 
>> Jadi yang salah bukan hawa nafsu sehingga harus dibunuh bila
>> kita kemudian Mempertuhankanya, tapi kitalah yang salah. Seperti juga 
bukan
>> syaitan yang salah bila kita tergoda, tetapi kitalah yang salah. 
Bilamana
>> kita gagal dalam ujian yang diberikan Allah (termasuk godaan syaitan) 
tentulah
>> kita yang perlu mengaca diri dan bukan menyalahkan dan mengutuk pihak 
lain.
>
>Pak Ali Abidin :
>
>> Yang berguna bagi manusia adalah Nafsu Muthmainnah dan Syahwat
>> bukannya Hawa Nafsu. Hawa nafsu hanyalah membawa manusia menjauh dari
>> jalan Tuhan dan itu tak ada gunanya, harus diperangi terus sampai 
mati.
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>

Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke