AWW
Pak Nadri
sebelum melanjutkan membaca mohon dijelaskan dulu, DOSA itu sebenarnya apa
sih. Bolehlah walaupun sekedar definisinya. Biar saya lebih memahami
tulusannya. Jangan sampai (dengan keterbatasan saya) karena saya tahu bahwa
membunuh itu dilarang lantas saya menghakimi bahwa Khidir as telah berdosa
karena membunuh.
terima kasih
Nadri Saadudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum wr.wb.
DOSA YANG MENEMPEL KEMUDIAN...1/4
Semua orang-orang didunia ini , dan juga dari kalangan berbagai agama
tentu saja akan mengakui bahwa memperbaiki amal perbuatan manusia
adalah suatu hal yang diperlukan dan sangat penting untuk kebaikan
manusia. Akan tetapi yang menjadi persoalan bagi kita ialah bahwa
kita tidaklah dapat mengetahui secara pasti dengan cara bagaimana hal
ini bisa kita wujudkan. Bahkan sebagian besar dari kita-kita ini
malah memilih untuk berdiam diri dari membicarakan hal itu dan tidak
berusaha mencari jalan keluar untuk menyelesaikan dan mengatasi
masalah itu
Orang-orang Kristen kemudian menampilkan sebuah teori dengan mengatakan
bahwa manusia telah mendapat dosa sebagai warisan dari Adam nenek
moyang kita dan diantara kita turunan Adam ini tak ada satupun yang
dapat melepaskan diri dari belenggu dosa warisan itu. Ini berarti
bahwa menurut anggapan orang-orang Kristen itu memperbaiki batin
manusia itu tidaklah mungkin dilakukan oleh manusia itu sendiri . Maka
untuk memungkinkan yang tidak mungkin itu, mereka mengadakan penebusan
yakni semacam kafarah. Yesus yang diakui oleh mereka bukan sebagai
turunan Adam , mereka katakan telah Allah jadikan sebagai tebusan bagi
dosa manusia yang diwarisi dari Adam tersebut.
Orang-orang Yahudi, pendahulu dari orang-orang Kristen sama sekali
tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang Kristen itu.
Mereka juga menolak Yesus sebagai orang yang suci , yang telah Allah
korbankan untuk membebaskan manusia dari dosa sebagaimana yang
dipercayai oleh orang-orang Kristen itu. Menurut mereka manusia
tidaklah bisa dilepaskan dari belenggu dosa dengan cara penebusan itu.
Dan mereka juga tidak percaya sama sekali bahwa batin manusia itu
dapat diperbaiki dengan penebusan itu.
Lantaran menurut pandangan mereka nabi-nabi pun dapat berbuat dosa,
malah menurut mereka ada yang berbuat demikian, dengan segala senang
hati mereka menghitung-hitung dosa nabi-nabi mereka dan mereka tak
merasakaan aib melakukan hal itu. Menurut pendapat mereka untuk
membebaskan manusia dari dosa dan satu-satunya jalan menuju
keselamatan adalah dengan mempercayai bahwasanya Allah telah
menetapkan seorang yang dicintai-Nya lalu "najat" (keselamatan)
hendaklah dihubungkan dengan orang itu. Boleh juga dikatakan bahwa
menurut mereka najat adalah suatu pekerjaan taqdir dari Allah sendiri.
Orang-orang Yahudi itu pun mempercayai bahwa hanya mereka sendirilah
yang akan memperoleh najat dari Allah. Hal ini adalah dikarenakan
mereka adalah turunan Nabi Ibrahim a.s. dan juga merupakan kaum
pilihan dari umat Nabi Musa a.s. Dengan demikian keselamatan yang
mereka peroleh adalah karena pertalian tersebut dan dengan
menghubungkan dan mengaitkan diri mereka kepada kedua nabi itu. Menurut
mereka keselamatan hanya diperoleh lewat cara demikian dan bukan
dikarenakan mendapat ridha dari Allah SWT, lantaran mereka telah
memperbaiki diri.
Demikian juga banyak orang-orang Islam yang juga terperangkap dan
telah mematikan maksud yang sebenarnya dari tujuan dari najat atau
keselamatan itu sendiri. Dengan meniru-niru orang-orang Yahudi mereka
juga menganggap bahwa ada juga Nabi-Nabi dan Malaikat yang telah
melakukan perbuatan dosa. Lagi pula mereka membuat pendapat bahwa
orang-orang Islam merupakan umat yang istimewa dimana Nabi Muhammad
SAW akan memberikan syafa'at kepada sekalian orang-orang Islam dan
bagaimanapun besar dosa yang diperbuat umat beliau, dan mereka semuanya
akan diampuni lewat syafa'at yang beliau berikan di hari kiamat kelak.
Yang lebih merusak lagi ialah bahwa mereka mempunyai banyak Pir
(semacam guru-guru atau kiai-kiai ) selain dari Nabi Muhammad SAW. Dan
guru-guru mereka itu selalu mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak
perlu bekerja apa-apa , sebab Pir-pir itu lah nanti yang akan
menyampaikan mereka terus ke surga. Pir-pir itu sebagaimana juga Nabi
Muhammad SAW, mereka juga memberikan syafa'at kepada murid-murid
mereka.
Mirza Ghulam Ahmad , pendiri Jemaat Ahmadiyah membenarkan bahwa
sebagai warisan , memanglah manusia itu menerima tarikan kepada dosa
dan aib, sebagaimana ia juga menerima tarikan atau kecenderungan kepada
kebaikan. Untuk kesucian batin manusia diperlukan keberesan hisab lebih
dahulu. Akan tetapi tidak benar sama sekali pendapat dan keyakinan yang
menyatakan bahwa seorang nabi dapat berbuat dosa. Adalah suatu asumsi
dan persangkaan yang keliru juga apabila ada orang-orang Islam yang
dengan sengaja dan dengan kemampuannya sendiri melanggar hukum-hukum
syari'at agama akan dapat mengambil bagian dari syafa'at yang
diberikan oleh Muhammad SAW.
Kedua masalah tersebut diatas tidak syak lagi bertentangan dengan
ajaran Islam dan keduanya itu menyelusup kedalam orang-orang Islam
lewat orang-orang Yahudi. Juga ada suatu pendapat yang keliru
dikalangan orang-orang Islam lainnya yang mengatakan bahwa Allah lah
yang menjadikan sebagian manusia itu orang-orang jahat dan sebagian
lainnya dengan orang-orang baik.
Bersambung ke 2/4.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin
Jalan Rambutan B-32,
Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884
Riau Daratan INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
--------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER.
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE.....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.....
For further detail contact Ahmadiyya Mission over the world.
----------------------------------------------------------------------------
--------------------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)