Bismillaahirahmaanirahiim,

Assalaamu'alaikum w.w.

Bagi mas Ali yang tulisannya saya bahas berikut, saya mohon maaf. Bukan maksud saya 
minteri. Saya sumbang saran. Moga-moga tidak dianggap sebagai saran sumbang.

Menurut saya, kita sedang rancu membicarakan syaitan sebagai person dengan syaitan 
sebagai kejahatan. Saya contohkan berikut ini:

Ali Abidin wrote:

>Allah memang tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Tetapi benarkah Allah 
>menciptakan Setan?

Menurut saya, memang Allah menciptakan syaitan. Dalam hal ini mas Ali sedang 
membicarakan syaitan sebagai person.

Ali Abidin wrote:

>Atau dengan kata lain, Benarkah Allah menciptakan sebagian jin dan manusia agar 
>menjadi "Setan"? Saya kira jawabannya "TIDAK !" dalam huruf besar. Allah menciptakan 
>jin dan manusia dan bukan menciptakan Setan. Manusia dan Jin dengan kehendaknya 
>sendiri menjadi Setan.

Menurut saya, mas Ali sekarang sedang berbicara syaitan sebagai kejahatan (obyek) 
bukan person. Memang antara syaitan dan kejahatan bagaikan setali tiga uang. Tetapi 
sungguh berbeda antara syaitan sebagai mahluk yang menggoda manusia untuk mengikuti 
bujukan kesesatannya, dengan kejahatan (kesesatan, maksiat, keburukan) yang diperbuat 
oleh manusia sebagai akibat tergoda bujuk rayu syaitan.

Pertanyaan mas Ali dapat diubah sebagai berikut, "Benarkah Allah menciptakan sebagian 
manusia agar berbuat jahat?". Atau, "Benarkah Allah menciptakan sebagian manusia agar 
tergoda oleh syaitan lalu berbuat jahat sebagaimana bujuk rayu syaitan" Harap 
perhatikan dan rasakan bedanya.

Ayat yang mas Ali kutip, menurut saya, menunjukkan bahwa sebagai person, syaitan 
adalah jin-jin tertentu yang menggoda (yang melakukan kewajiban sebagaimana syaitan 
yang kita kenal selama ini), sedangkan syaitan yang berasal dari manusia adalah kiasan 
untuk perbuatan jahat yang dilakukan oleh manusia akibat tergoda bujuk rayu syaitan. 
Manusia pun dapat berbuat sebagaimana syaitan berbuat, yaitu menggoda manusia lain 
untuk berbuat jahat.

Menurut saya, mohon diuji oleh rekan-rekan lain, manusia memiliki otonomi untuk 
melakukan perbuatannya, baik itu kebaikan maupuan kejahatan.

Tetapi untuk hal penciptaan (takwiniy) maka hanya Allah-lah sebab segala sesuatu.

Oleh karena itu pertanyaan yang lebih tepat, mohon koreksi----sekali lagi mohon 
koreksi, adalah: "Memang Allah pencipta syaitan, tetapi apakah Allah-lah yang 
menciptakan perbuatan jahat yang dilakukan oleh manusia."

Kini pertanyaan baru muncul, yaitu, "Apakah kejahatan / keburukan?"

Wah duh...biyung...ampun...saya kok jadi ruwet sendiri. Tolong dong..?

Sekali lagi maaf dan terima kasih

Assalaamu'alaikum w.w.
Jaret Imani


Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://personal.lycos.com

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke