AWW
Tks Mas Gus Lim
Suatu fenomena baru mengenai dosa yang bisa dipahami.
Terus Bagaimana prosesnya, katakanlah, diawali menghindari dosa dengan
berislam, berusaha secara lahir untuk mengikuti syariat sampai bisa ke
kedudukan melaksanakan apa yang Allah kehendaki?
Bagaimana kita bisa tahu bahwa ada kehendak Allah pada diri kita?
Tks
AGUS SALIM <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam,
Guru ngaji saya bilang kalo yang namanya dosa itu adalah apa yang kita
kerjakan yang Allah tidak kehendaki kita untuk mengerjakan-Nya. Makanya
kata beliau kita harus banyak-banyak mohon ampun pada-Nya karena kita
belon tahu apa yang Allah kehendaki untuk kita kerjakan. Wallahu'alam,
mohon maaf.
Salam,
Gus Lim
Pak Panca
AWW
Pak Nadri
sebelum melanjutkan membaca mohon dijelaskan dulu, DOSA itu
sebenarnya apa
sih. Bolehlah walaupun sekedar definisinya. Biar saya lebih
memahami
tulusannya. Jangan sampai (dengan keterbatasan saya) karena saya
tahu bahwa
membunuh itu dilarang lantas saya menghakimi bahwa Khidir as
telah berdosa
karena membunuh.
terima kasih
Nadri Saadudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum wr.wb.
DOSA YANG MENEMPEL KEMUDIAN...1/4
Semua orang-orang didunia ini , dan juga dari kalangan berbagai
agama
tentu saja akan mengakui bahwa memperbaiki amal perbuatan
manusia
adalah suatu hal yang diperlukan dan sangat penting untuk
kebaikan
manusia. Akan tetapi yang menjadi persoalan bagi kita ialah
bahwa
kita tidaklah dapat mengetahui secara pasti dengan cara
bagaimana hal
ini bisa kita wujudkan. Bahkan sebagian besar dari
kita-kita ini
malah memilih untuk berdiam diri dari membicarakan hal itu dan
tidak
berusaha mencari jalan keluar untuk menyelesaikan dan
mengatasi
masalah itu
Orang-orang Kristen kemudian menampilkan sebuah teori dengan
mengatakan
bahwa manusia telah mendapat dosa sebagai warisan dari Adam
nenek
moyang kita dan diantara kita turunan Adam ini tak ada
satupun yang
dapat melepaskan diri dari belenggu dosa warisan itu. Ini
berarti
bahwa menurut anggapan orang-orang Kristen itu memperbaiki
batin
manusia itu tidaklah mungkin dilakukan oleh manusia itu sendiri
. Maka
untuk memungkinkan yang tidak mungkin itu, mereka mengadakan
penebusan
yakni semacam kafarah. Yesus yang diakui oleh mereka bukan
sebagai
turunan Adam , mereka katakan telah Allah jadikan sebagai
tebusan bagi
dosa manusia yang diwarisi dari Adam tersebut.
Orang-orang Yahudi, pendahulu dari orang-orang Kristen sama
sekali
tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang
Kristen itu.
Mereka juga menolak Yesus sebagai orang yang suci , yang telah
Allah
korbankan untuk membebaskan manusia dari dosa sebagaimana
yang
dipercayai oleh orang-orang Kristen itu. Menurut mereka
manusia
tidaklah bisa dilepaskan dari belenggu dosa dengan cara
penebusan itu.
Dan mereka juga tidak percaya sama sekali bahwa batin
manusia itu
dapat diperbaiki dengan penebusan itu.
Lantaran menurut pandangan mereka nabi-nabi pun dapat berbuat
dosa,
malah menurut mereka ada yang berbuat demikian, dengan segala
senang
hati mereka menghitung-hitung dosa nabi-nabi mereka dan
mereka tak
merasakaan aib melakukan hal itu. Menurut pendapat mereka
untuk
membebaskan manusia dari dosa dan satu-satunya jalan
menuju
keselamatan adalah dengan mempercayai bahwasanya Allah
telah
menetapkan seorang yang dicintai-Nya lalu "najat"
(keselamatan)
hendaklah dihubungkan dengan orang itu. Boleh juga dikatakan
bahwa
menurut mereka najat adalah suatu pekerjaan taqdir dari Allah
sendiri.
Orang-orang Yahudi itu pun mempercayai bahwa hanya mereka
sendirilah
yang akan memperoleh najat dari Allah. Hal ini adalah
dikarenakan
mereka adalah turunan Nabi Ibrahim a.s. dan juga
merupakan kaum
pilihan dari umat Nabi Musa a.s. Dengan demikian
keselamatan yang
mereka peroleh adalah karena pertalian tersebut dan
dengan
menghubungkan dan mengaitkan diri mereka kepada kedua nabi itu.
Menurut
mereka keselamatan hanya diperoleh lewat cara demikian dan
bukan
dikarenakan mendapat ridha dari Allah SWT, lantaran mereka
telah
memperbaiki diri.
Demikian juga banyak orang-orang Islam yang juga
terperangkap dan
telah mematikan maksud yang sebenarnya dari tujuan dari
najat atau
keselamatan itu sendiri. Dengan meniru-niru orang-orang Yahudi
mereka
juga menganggap bahwa ada juga Nabi-Nabi dan Malaikat yang
telah
melakukan perbuatan dosa. Lagi pula mereka membuat pendapat
bahwa
orang-orang Islam merupakan umat yang istimewa dimana Nabi
Muhammad
SAW akan memberikan syafa'at kepada sekalian orang-orang
Islam dan
bagaimanapun besar dosa yang diperbuat umat beliau, dan mereka
semuanya
akan diampuni lewat syafa'at yang beliau berikan di hari kiamat
kelak.
Yang lebih merusak lagi ialah bahwa mereka mempunyai
banyak Pir
(semacam guru-guru atau kiai-kiai ) selain dari Nabi Muhammad
SAW. Dan
guru-guru mereka itu selalu mengatakan kepada mereka bahwa
mereka tidak
perlu bekerja apa-apa , sebab Pir-pir itu lah nanti
yang akan
menyampaikan mereka terus ke surga. Pir-pir itu sebagaimana
juga Nabi
Muhammad SAW, mereka juga memberikan syafa'at kepada
murid-murid
mereka.
Mirza Ghulam Ahmad , pendiri Jemaat Ahmadiyah membenarkan
bahwa
sebagai warisan , memanglah manusia itu menerima tarikan
kepada dosa
dan aib, sebagaimana ia juga menerima tarikan atau kecenderungan
kepada
kebaikan. Untuk kesucian batin manusia diperlukan keberesan
hisab lebih
dahulu. Akan tetapi tidak benar sama sekali pendapat dan
keyakinan yang
menyatakan bahwa seorang nabi dapat berbuat dosa. Adalah suatu
asumsi
dan persangkaan yang keliru juga apabila ada orang-orang Islam
yang
dengan sengaja dan dengan kemampuannya sendiri melanggar
hukum-hukum
syari'at agama akan dapat mengambil bagian dari
syafa'at yang
diberikan oleh Muhammad SAW.
Kedua masalah tersebut diatas tidak syak lagi bertentangan
dengan
ajaran Islam dan keduanya itu menyelusup kedalam orang-orang
Islam
lewat orang-orang Yahudi. Juga ada suatu pendapat yang
keliru
dikalangan orang-orang Islam lainnya yang mengatakan bahwa
Allah lah
yang menjadikan sebagian manusia itu orang-orang jahat dan
sebagian
lainnya dengan orang-orang baik.
Bersambung ke 2/4.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin
Jalan Rambutan B-32,
Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884
Riau Daratan INDONESIA
------------------------------------------------------------------------
----
--------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER.
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE.....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.....
For further detail contact Ahmadiyya Mission over the world.
------------------------------------------------------------------------
----
--------------------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at
http://www.netaddress.com/?N=1
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)