Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

    ALAMI, AKHLAKI DAN ROHANI......
     
     Allah   Taala  telah  menganugerahkan  kita  akal  pikiran   suatu
     anugerah  yang  paling  utama  bagi kita  dan  hanya  inilah  yang
     membedakan  kita  dengan  makhluk Allah  yang  lain  yaitu  hewan.
     Karena  dengan  akal dan pikiran inilah kita bisa mempertimbangkan
     setiap  perbuatan  kita. Akal inilah sebagai penuntun  kita  untuk
     berbuat baik.... dan juga untuk meninggalkan perbuatan jahat.

     Sebelum  akal  ini  tumbuh dan berkembang , manusia  masih  berada
     dalam   keadaan  alaminya  ,  thabi'inya  ...pembawaannya  ...yang
     ketika  itulah  ia dikuasai dan dipengaruhi serta  berada  dibawah
     kendali  oleh  sebuah  kekuatan nafsu yang  disebut  dengan  nafsu
     ammarah...(QS.  12:53). Manusia pada keadaan alaminya  ini  berada
     dibawah  kendali  nafsu  amarah itu....Dan sesuai  dengan  namanya
     nafsu  ammarah ini cenderung untuk berbuat tidak baik dan  membawa
     manusia  bertindak  menyerupai  hewan  dan  binatang...Dan   nafsu
     ammarah  ini akan senantiasa melabrak nilai-nilai akhlak yang  ada
     pada  diri  manusia  itu  sendiri, bila  tidak  mendapat  pengaruh
     kekuatan yang lain pula....

     Setelah akal manusia mulai tumbuh dan manusia  mulai berpikir  dan
     mempertimbangkan setiap perbuatan yang akan dilakukannya.  Keadaan
     ini  tidak  lagi disebut keadaan alami tetapi telah naik setingkat
     menjadi  keadaan  akhlaki.  Demikian  juga  nafsu  ammmarah   yang
     menguasainya sebelumnya juga berubah menjadi nafsu lawwamah.  Pada
     keadaan  ini  keinginan-keingian alaminya mendapat penyaluran  dan
     bimbingan  menurut  akalnya. Dan ini  adalah  tingkat  kedua  dari
     perkembangan  manusia menuju kesempurnaan dan ini merupakan  suatu
     kemajuan dari tingakatan pertama yakni nafsu ammarah tadi...

     Kendatipun   manusia  telah  bisa  mempertimbangkan  dengan   akal
     pikirannya  setiap perbuatan yang akan dilakukannya,  manusia  itu
     sering   juga  tergelincir  dan  tidak  berdaya  dalam   melakukan
     perbuatan  baiknya  dan meninggalkan perbuatan  jahatnya.  Seakan-
     akan  manusia  itu nampaknya belum berdaya juga untuk melaksanakan
     perbuatan dengan pertimbangan akal itu. Disebut ini dengan  "nafsu
     lawaamah"   karena  manusia  pada  keadaan  ini  sering  menyesali
     dirinya   disebabkan  sering  tergelincir  dan  ketidak  berdayaan
     itu.....(QS. 75:2).

     Walaupun  nafsu  lawwamah  itu  tidak  menyukai  dorongan-dorongan
     alami  yang menyerupai tindak tanduk hewani itu dan berusaha untuk
     menyalurkannya  dengan bimbingan akalnya  ,   seringkali  ia  juga
     dikalahkan oleh pengaruh nafsu ammarahnya sehingga perbuatan  baik
     itu  luput  juga dari padanya. Nampaknya pada keadaan akhlaki  ini
     ....manusia itu ibarat anak kecil yang lemah dan tak ingin  jatuh,
     namun  karena  lemahnya ia jatuh juga lalu  ia  menyesali  dirinya
     karena  kelemahannya itu. Dengan demikian , ini  adalah  merupakan
     keadaan  akhlaki bagi jiwa manusia itu karena dalam dirinya  telah
     terhimpun  "akhlak fadhillah" (budi pekerti luhur) dan  dia  sudah
     jera  dari  kedurhakaan  dan perbuatan  tidak  baik,  akan  tetapi
     sebagaimana dikatakan sebelumnya dia belum lagi menguasai  dirinya
     sepenuhnya.

     Karena  keadaan  demikian manusia selanjutnya  harus  meningkatkan
     dirinya  menuju  tingkatan yang lebih tinggi  lagi.  Dari  keadaan
     alami,  menuju  keadaan  akhlaki seterusnya  inilah  keadaan  yang
     ketiga  yang  disebut "keadaan rohani". Pada keadaan  ini  manusia
     akan  dikuasai  oleh nafsu yang disebut "nafsu muthmainnah".  Pada
     keadaan  inilah manusia itu akan bebas dari segala  kelemahan  dan
     pengaruh  dari  kedua  nafsu sebelumnya  yaitu  nafsu  amarah  dan
     lawwamah.  Inilah  martabat  manusia  dimana  manusia  itu   telah
     memperoleh  najat  atau keselamatan..dan manusia  itu  bebas  dari
     kelemahan   dan  dirinya  akan  dipenuhi  oleh  "kekuatan-kekuatan
     rohaniah"  sedemikian  rupa ....seakan-akan dirinya  melekat  jadi
     satu  dengan  Allah  Taala  sehingga ia tidak  dapat  hidup  tanpa
     Dia....  Laksana air yang mengalir dari atas kebawah  yang  karena
     saking  banyaknya , tiada satupun yang menghambatnya  ,  maka  air
     itu  terjun  dengan  derasnya ...begitu juga  manusia  tak  henti-
     hentinya  mengalir  terus menjurus ke arah  Tuhan.  Kearah  inilah
     Allah  Taala  mengisyaratkan "Hai jiwa yang  mendapat  ketentraman
     dari Tuhan! Kembalilah kepada-Nya!"....(QS. 89:27-30).

     Ringkasnya  dalam  hidup  ini  jugalah  dan  bukan  sesudah  mati,
     manusia  menciptakan  perubahan yang gilang  gemilang.  Dan  dalam
     dunia  inilah dan bukan ditempat lain .....ia menemui suatu  surga
     atau  kebahagiaan. Dan sebagaimana tercantum dalam ayat  Al-Qur'an
     :"Kembalilah  kepada Rabbmu (yakni Sang Pemilihara)".......seperti
     itu  pula ia mendapat pemeliharaan dari Tuhan. Dan kecintaan Tuhan
     merupakan makanan baginya!"........

     Reading source:
     The  Philosophy of the teachings of Islam by Hazrat  Mirza  Ghulam
     Ahmad , The London Mosque 1979...

     bersambung...

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32, Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke