Sebagai orang yang pernah terjun ke bisnis MLM kurang lebih 2 tahun
aktif, maka kesimpulan saya:
1. Tidak ada keuntungan/rezeki tanpa kerja keras. Bisnis yang terlalu
mudah/cepat untung harus dicurigai, dan memenag betul
2. Bisnis apa saja punya resiko, dan sesuai dengan teori bisnis:
" Kalau bicara keuntungan harus dibagi 2, dan kalau bicara kerugian
harus dikali 2 "
Dalam kenyataannya: untung jangan terlalu diharapkan, rugi itu sudah
pasti.
Saran: Lakukan bisnis kecil - kecilan (untung sedikit) yang penting
lancar. Kalau sudah kuat, lalu expansi.
3. Dalam Islam, Nabi sudah mengajarkan bisnis= jual - beli, ada barang
harga cocok lalu transaksi
Anzar Djais
s Telecommunication Project Office Ujung Pandang
Communication on Air - DECTlink/Fastlink
Planning Department
Tel: (0411) 855355
Fax:(0411) 855344
> -----Original Message-----
> From: Tulus Prapto [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Monday, January 11, 1999 9:53 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Tasawuf] Tanya Mengenai bisnis MLM
> Importance: High
>
> Bismillahirrahmaanirrahiim
>
> Assalamu'alaikum wr. wb.
>
> Saudara-saudara majelis milis tasawuf yang dikasihi Allah ...
> Bagaimana pandangan Islam terhadap bisnis Multi Level Marketing yang
> saat ini sedang menjamur, mengingat dalam bisnis ini anggotanya
> mendapat
> profit yang sangat besar dalam waktu yang relatif sangkat dan tanpa
> kerja keras sehingga dapat melambungkan angan� anggotanya ? Apa
> hukumnya
> ?
>
> Mohon penjelasannya dari akhi sekalian..
>
> Jazakumullah khairan katsira
>
> Wassalamu'alaikum wr. wb.
>
> Tulus Prapto
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
>
---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]