Assalamu'alaikum w.w.
Saya ingin mengemukakan bahwa ada pendapat lain dari yang Pak Sunarman
sampaikan tentang kebutuhan manusia akan agama dan penemuan manusia atas
agama.
Saya pernah mendengar bahwa ada dua teori tentang "keberagamaan" manusia.
Yang pertama adalah teori yang mengatakan bahwa proses beragama mencapai
monotheisme adalah merupakan proses evolusi dalam pemikiran manusia,
seperti yang Pka Sunarman paparkan di bawah ini. Akan tetapi ada pendapat
lain, yaitu pendapat kedua.
Pendapat Kedua menyatakan bahwa pada awalnya manusia punya kepercayaan
monotheisme, akan tetapi terjadi penyimpangan-penyimpangan di tengah jalan.
Teori ini melibatkan aktivitas Allah dan Nabi, dimana sejak awal sudah
Monotheisme. Dari penelitian, ternyata agama-agama animisme juga pada
dasarnya mengakui adanya "Penguasa Utama", yang lebih "kuat" dari dewa-dewa
atau roh-roh yang mereka sembah. Pada aga,a-agama besar juga ada unsusr
monotheisme didalamnya, akan tetapi ada variasi dan pembagian "kekuasaan"
dari "Yang Maha Kuasa". Dalam mithologi Yunani juga ada Raja dari Para
Dewa.
Juga menilik sejarah Kristen dan agama lain, diyakini bahwa pada sa'at awal
agama tersebut diperkenalkan, intinya adalah monotheisme, akan tetapi
mungkin kesulitan dan keterbatasan kemampuan ummat pada masa itu, mereka
kemudian menjadikannya PolyTheisme. Agama Kristen yang diajarkan Nabi Isa
adalah Monotheisme, akan tetapi sekarang jadi Polytheisme.
Diduga kasus ini juga terjadi pada Hindu, Kong Hucu, Tao, Zoroaster, dan
agama-agama animisme.
Pemahaman ini tentunya sesuai dengan pemahaman Islam. Nabi nabi dan
rasul-Rasul diutus untuk mengembalikan ummat yang telah menyimpang dari
ajaran Monotheisme semula. Contoh masyarakat yahudi yang paling bandel
adalah bukti bahwa Nabi-nabi diturunkan untuk mengembalikan mereke ke
Monotheisme seperti diajarkan Nenek moyang mereka nabi Ya'kub.
Kemudian dalam pemahaman Islam kita juga sudah diambil janji oleh Allah
waktu akan ditiupkan Ruh kita ke dalam Rahim, seperti dalam Qur-an Surat
17:172-173 : ... alastu biRabbikum ?. (kemudian kita jawab) ..bala
syahidna..... Jadi jika terjadi penyimpangan dalam pengalaman kita dari
paham monotheisme, maka fitrah kita manusia pada dasarnya akan menolaknya
atau berontak. Makanya orang Kristen juga dengan susah payah mencari
pembenaran bahwa mereka juga sebenarnya monotheisme, agar tidak ditolak
mentah-mentah. oleh manusia. Makanya tidak ada orang Kristen yang mau
mengakui bahwa mereka bukan agama monotheisme. Mereka akan ajukan seribu
satu penjelasan dan pembenaran bahwa sebenarnya mereka monotheisme juga.
Ini penting menurut saya, karena jika mengakui bahwa agama pada manusia itu
berproses, maka kita seolah mengabaikan ayat alqur-an dan mengabaikan bahwa
kita adalah dari "Ruh Allah". jadi manusia pada cetakan dasarnya adalah
Ftrah, dan ftrahnya adalah Islam (berserah diri pada Rabb-nya, yaitu
Allah).
Sekian saja sekedar urun pendapat. Mohon dikoreksi kesalahan saya.
Wassalamu'alaikum w.w.
Satria Iman Pribadi.
----------
> From: R. Sunarman <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Tasawuf] Penderitaan manusia... was: Agama untuk apa?
> Date: Thursday, March 25, 1999 8:33 AM
>
> Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh
>
> Anda menyebut sesuatu yang menyentuh inti. Kenyataan hidup menunjukkan
> bahwa manusia hidup dalam ketakutan, keresahan, kekhawatiran dan
> penderitaan lain yang datang dari berbagai sumber. Atas dasar itu,
> sejarah menerangkan bahwa sejak dulu manusia berupaya menemukan
> kekuatan-kekuatan yang lebih perkasa dari dirinya, yang diharapkan
> dapat menolongnya. Semula mereka menyangka bahwa kekuatan itu berada
> pada sungai, pohon, gunung, matahari, hewan-hewan tertentu, dll. Ada
> juga yang membuat patung-patung untuk disembah agar dapat menolongnya.
> Perkembangan kecerdasan manusia kemudian membawa ke tuhan-tuhan yang
> tidak tampak, diawali dengan polytheisme dan kini kita sampai pada
> monotheisme. Semuanya mencari sesuatu yang dapat diandalkan sebagai
> pengobat penderitaan manusia.
>
> Dapatkah rekan-rekan mengidentifikasi jenis-jenis penderitaan manusia
> yang mana yang dapat diatasi dengan beragama?
> Insya Allah, masukan-masukan anda akan berguna dalam merumuskan cara
> beragama yang [lebih] baik.
>
> Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh
> RS
>
>
> Dewanto Odeara Kartika Surya wrote:
>
> > Agama adalah suatu kumpulan aturan untuk manusia berasal dari Allah Swt
sebagai penciptanya agar manusia itu terjaga fitrahnya, terpenuhi
kebutuhannya, serta menjaga keseimbangan kehidupan umat manusia. Manusia
itu diciptakan dengan memiliki kecenderungan untuk beribadah, hal ini
merupakan suatu yang fitrah pada diri manusia itu. Akan terjadi
ketidak-seimbangan apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi secara terarah.
Contoh pemenuhan yang tidak terarah seperti penyembahan berhala atau
penyembahan sesama manusia. Ketidak-seimbangan itu dapat berbentuk
keresahan jiwa, ketidak-tenangan, dan berbagai penyakit jiwa lainnya.
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)