AWW 
Apa yang ditulis Pak RS justru semakin memperjelas realitas yang ada. 
Kalau yang dimaksud dengan agama adalah agama yang di-'definisikan' (maaf saya tidak 
menemukan kata yang pas) oleh kepala manusia wajarlah demikian. Akan terlihat dan/atau 
kita lihat ada yang ngalor ada yang ngidul seperti yang bapak tulis dengan saya 
tambahin {'} "Allah 'menurut' si A itu ngalor, tetapi 'menurut' si B ngidul?  
Apakah tidak sebaiknya kita mencari tahu bagaimana supaya bisa
"Allah" menurut "Allah" bukan lagi menurut A, B, atau saya dan anda.
Saya belum paham betul apa itu agama, mungkin baru saya temukan huruf A atau yang 
mirip A, kemudian saya temukan huruf menurut saya G (sesungguhnya bukan G), kemudian 
saya paksakan untuk mengganti huruf M (karena saya tidak menemukan atau mempunyai 
huruf tersebut) dengan huruf Z jumlahnya tiga lagi, dan saya yakin betul cukup dengan 
satu huruf A.
baru tahap awal mengumpulkan huruf-hurufnya, belum bisa untuk disusun, apalagi 
membaca, APALAGI memahaminya.
Yaa saat ini mungkin saya baru bisa belajar shalat, pernah mengucapkan shahadat, kalau 
ramadhan merasa ikut puasa, merasa cukup zakat dan punya niat untuk haji, baca kitab. 
diskusi di majlis, berdiri di mimbar, kadang merenung di siang atau malam, berusaha 
berdebar ketika disebut nama-Nya, dan lain-lainnya.
saya baru berusaha mengumpulkan suatu persyaratkan untuk pendaftaran supaya bisa ikut 
belajar agama supaya kelak, kalau diijinkan, saya bisa beragama.


"R. Sunarman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Panca Nur Prasetya wrote:

> Awal beragama adalah ma'rifatullah
> sekaligus saya ingin mendapatkan koreksi dari rekan-rekan
> mengenai pengertian saya ttg agama yi.
> "suatu sistem (jalan) menyeluruh untuk sampai kepada Allah swt 


Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

Definisi ini cukup masuk akal apabila Allah itu mengacu kepada sesuatu
yang Maha Esa. Bayangkan, semua orang berjalan menuju ke arah yang
sama, alangkah indahnya. Tetapi bagaimana kalau pada kenyataannya,
Allah menurut si A itu ngalor, tetapi menurut si B ngidul? 
Di mana titik temu {keesaan) antara ngalor dan ngidul itu?
Ini bukan bantahan, lho; hanya sekedar menyuruh rekan-rekan untuk
berpikir.

Wa'alaikum sal�m warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)






____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke