Assalamu'alaikum Wr. Wb Berbicara tentang tasawuf, banyak orang yang mengatakan Tasawuf meninggalkan syariat. Kalau memang terjadi demikian maka Tasawuf atau tharikat tersebut tentu tidak benar. Karena Rasulullah SAW -sebagai contoh seorang sufi terbaik bagi kita- tetap dan memerintahkan kita untuk berjalan diatas syariat Islam. Yang harus kita lakukan dalam ber Diin adalah, menyeelaraskan antara: 1. Tauhid 2. Syariat Lahir 3. Syariat Bathin Masing-masing cabang mempunyai tujuan yang 1, yaitu untuk BERSERAH DIRI. Untuk itulah ikhlas berserah diri merupakan Diin yang tertinggi disisi Allah (Al Qur'an 4:125). Dan dengan berserha diri + Muhsin, maka kita berpegang teguh kepada tali agama Allah (Al Qur'an). Alangkah sayang apabila kita menjalankan syariat lahir (shalat, puasa, zakat, haji, dsb) namun tidak menjadikan kita hamba yang berserah diri. (Bahkan malah gontok-gontokan dengan yang lain gara-gara berbeda pendapat). BERSERAH DIRI kunci mendapatkan surga Allah. BERSERAH DIRI kunci menjauh dari neraka Allah. BERSERAH DIRI kunci menjadi hamba yang didekatkan kepada Allah. Namun jangan salah... BERSERAH DIRI (aslam) berbeda dengan PASRAH (tawakal). Wallahu'alam Imam Suhadi --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
