AWW
Kalau persoalannya spt Pak Nasrullah sampaikan ya tidak begitu rumit lah
Yang sering terjadi dan (mungkin saya alami), katakanlah saya sebagai orang
pertama, bisa terjadi hal-hal seperti di bawah ini:
-belum tentu saya mau memberikan dinar saya kepada orang itu, saya ingin
membeli buah itu sendiri atau saya akan minta tolong orang yang saya percaya
untuk membelikannya.
-mungkin saya menolak karena yang orang itu berikan menurut saya bukan buah
yang saya inginkan.
- setelah saya menerima buah tersebut dan ketiga rekan saya menerimanya, saya
sama-sekali tidak melihat bahwa buah yang kami (berempat) pegang itu sama.
kalau lebih diperinci; saya menginginkan buah anggur tetapi sebenarnya saya
sama sekali tidak boleh makan anggur tersebut sebab menurut dokter akan
membahayakan kesehatan saya. (dan hal ini tidak saya sadari) masalahnya adalah
saya tidak tahu apa yang saya butuhkan dan akan diapakan 1 dinar yang ada
ditangan saya. saya sama sekali tidak tahu.

Itulah fenomena yang terjadi maaf kalau membikin ruet.
Tks





[EMAIL PROTECTED] wrote:
     Salam,
     
     Salam untuk semua milist tasawuf. Maaf nih, saya sedikit mengomentari.
     Saya ada sedikit kisah dari imam arabi (kalau saya tidak salah, kalau 
     salah tolong saya dikoreksi).
     
     Ada 4 orang dari empat penjuru dunia bertemu si satu tempat, 
     masing-masing membawa uang 1 dinar. Ketika mereka bertemu, semuanya 
     menyebutkan keinginan mereka untuk membelanjakan uang dinar mereka.
     orang pertama mengucapkan:
        "Saya ingin membeli buah anggur dengan uang dinar saya"
     orang kedua mengucapkan:
        "Saya ingin membeli buah xxx(saya lupa namanya) dengan uang dinar 
     saya"
     orang ketiga dan kempat pun berucap sama.
     
     Sehingga kempat orang itu berdebat mempertahankan argumennya 
     masing-masing. Kemudian datang seorang yang bijak. lalu dia meminta 
     uang dinar mereka. Lantas si orang bijak berkata:
     "ini buah anggur yang saudara minta(org I), ini buah xxx yang saudara 
     minta(org II)", dst sampai orang keempat.
     
     Ketika mereka melihat bentuk buah yang mereka dapat, buah yang didapat 
     adalah sama. Ternyata nama buah yang selama ini mereka perdebatkan, 
     hanyalah sebutan belaka. Toh hasilnya sama.
     
     --------
     Menurut pendapat saya, dari aliran mana pun seseorang kalau ingin 
     mencapai yang kholik (Shiratal Mustaqim), dia akan bisa menemui-Nya. 
     hanya tergantung dari kesungguhan dan keyakinan orang yang menjalaninya.
     
     Seperti contoh yang dilukiskan oleh Pak Sunarman :
     
     "Bayangkan seberkas sinar putih memancar dari atas {dari tempat tak
      terhingga) menimpa tubuh kita; rasakan bahwa dengan sinar itu tubuh 
      kita merasa sejuk atau hangat (pilih, mana yang membuat anda menjadi  
      nyaman). Kita abaikan saja dari mana sinar itu datang; pokoknya di  
      sekeliling tempat duduk anda ada seberkas sinar terang. Pusatkan  
      perhatian pada sinar di sekeliling kita. Usahakan agar sinar itu tidak  
      pernah terputus selama mungkin. Lakukan latihan ini selama 20-30 menit 
      atau lebih lama. "
     
     ini berarti kita mensugesti diri, dari tidak ada menjadi ada.
     
     
     Mungkin pendapat saya ini masih banyak kekurangannya.
     Monggo, tolong dikoreksi.
     
     Wassalam,
     NASRULLAH
     
     


______________________________ Reply Separator
_________________________________
Subject: RE: [Tasawuf] Agama untuk apa?
Author:  [EMAIL PROTECTED] at MIME
Date:    3/25/99 9:54 AM


        Salam,
        Maaf nih Pak Sunarman, kalo Pak Sunarman ada di Amerika Serikat
tentu kiblat Bapak semestinya bukan ke Barat
        seperti saya di Indonesia, demikian juga dengen temen di Inggris
ato Kutub Utara, tentu beda arahnya, juga yang
        shalat di pesawat ato di kereta. Ini bukan berati kiblat
masing-masing berbeda kan Pak? Semua tetap berkiblat ke
        Ka'bah sepanjang memang diniatkan shalat secara benar karena
memang Ka'bahlah kiblat orang yang shalat dan
        bukannya Utara ato selatan. Demikian juga dengan Agama (Jalan
MenujuNya (Shiratal Mustaqim)). Sepanjang yang
        dituju itu bukan Ngalor ato Ngidulnya, tapi Allah Ta'ala, ya
mestinya dengan perkenan Allah  akan  bertemu di satu
        titik yaitu Allah Ta'ala darimanapun dia memulai perjalanan. 
        Bagaimanapun juga setiap manusia memulai awal perjalanan berbeda
satu sama lain hingga jalan Pak Panca
        contohnya tentulah bukan duplikasi jalan Pak Sunarman. Wallahu
A'lam
     
        Salam,
     
     
        Gus Lim
        Dari surat Pak Sunarman
        Panca Nur Prasetya wrote:
     
        > Awal beragama adalah ma'rifatullah
        > sekaligus saya ingin mendapatkan koreksi dari rekan-rekan 
        > mengenai pengertian saya ttg agama yi.
        > "suatu sistem (jalan) menyeluruh untuk sampai kepada Allah
swt"
     
        WassalOmu'alaikum warahmatullOhi wabarakOtuh.
     
        Definisi ini cukup masuk akal apabila Allah itu mengacu kepada
sesuatu
        yang Maha Esa. Bayangkan, semua orang berjalan menuju ke arah
yang
        sama, alangkah indahnya. Tetapi bagaimana kalau pada
kenyataannya,
        Allah menurut si A itu ngalor, tetapi menurut si B ngidul? 
        Di mana titik temu {keesaan) antara ngalor dan ngidul itu? 
        Ini bukan bantahan, lho; hanya sekedar menyuruh rekan-rekan
untuk
        berpikir.
     
        Wa'alaikum salOm warahmatullOhi wabarakOtuh. 
        RS
     
     
     
     
---------------------------------------------------------------------
        Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
        Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
        Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
        Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
     
     
     
     
     
--------------------------------------------------------------------- 
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] 
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] 
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] 
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)


> --------------------------------------------- 
>       Attachment:�text/plain; charset=us-ascii 
>       MIME Type:�text/plain 
> --------------------------------------------- 
> --------------------------------------------- 
>       Attachment:�text/plain; charset= 
>       MIME Type:�text/plain 
> --------------------------------------------- 

____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke