AGUS SALIM wrote:

> Maaf nih Pak Sunarman, kalo Pak Sunarman ada di Amerika Serikat
> tentu kiblat Bapak semestinya bukan ke Barat
> seperti saya di Indonesia, demikian juga dengen temen di Inggris
> ato Kutub Utara, tentu beda arahnya, juga yang
> shalat di pesawat ato di kereta. Ini bukan berati kiblat
> masing-masing berbeda kan Pak? Semua tetap berkiblat ke
> Ka'bah sepanjang memang diniatkan shalat secara benar karena
> memang Ka'bahlah kiblat orang yang shalat dan
> bukannya Utara ato selatan. Demikian juga dengan Agama (Jalan
> MenujuNya (Shiratal Mustaqim)). Sepanjang yang
> dituju itu bukan Ngalor ato Ngidulnya, tapi Allah Ta'ala, ya
> mestinya dengan perkenan Allah  akan  bertemu di satu
> titik yaitu Allah Ta'ala darimanapun dia memulai perjalanan.
> Bagaimanapun juga setiap manusia memulai awal perjalanan berbeda
> satu sama lain hingga jalan Pak Panca
> contohnya tentulah bukan duplikasi jalan Pak Sunarman. Wallahu
> A'lam

Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

Uraian anda dapat diterima, tetapi urusan agama ini tentunya bukan
hanya shalat dan urusan ritual saja. Urusan manusia dengan manusia
lainnya dan dengan alam sekitar merupakah hal yang tak kalah
pentingnya. Apakah dalam hal di luar ritual ini juga berlaku 
"Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu
menghadap di situlah wajah Allah" [QS 2:115]? 
Maksud saya, dari berbagai tindakan manusia di luar ritual juga dapat
ditarik suatu 'common target' ataupun 'common cause'?

Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke