Assalamu'alaikum,
Saya kebetulan punya cerita yang mirip dengan kisah akhi Nasrullah:
The Story Of The Strange Words
Once upon a time long ago, a famous wealthy person was passing by a
certain town. He stopped his caravan outside a busy restaurant and
motioned to four people to approach him. Excitedly they rushed toward
him, and he presented them with a gold coin and said, "This money is
to be shared amongst you," and then he went on his way.
The first was a Persian and he said, "With this money I will buy some
angur!"
The second was an Arab and she said, "No, you can't because I want to
buy inab!"
The third was a Turk and he said, "I don't want inab, I want uzum!"
The fourth was a Greek and she said, "I don't want what any of you
want, I want to buy stafil!"
Since they did not know what lay behind the names of things, the four
started to fight. They had information, but no knowledge.
Luckily, a person of wisdom was on his way to the restaurant. He
paused to see what was going on and then asked them, "What seems to be
the problem here?"
They told him and he said, "Ah! I can fulfill the wishes of all of you
with one and the same gold coin. If you honestly give me your trust,
your one gold coin will become as four, and four at odds will become
as one united."
Only a person of such wisdom would know that each in his and her own
language wanted the same thing - grapes.
Wassalamu'alaikum,
RS
-------
[EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Salam,
>
> Salam untuk semua milist tasawuf. Maaf nih, saya sedikit mengomentari.
> Saya ada sedikit kisah dari imam arabi (kalau saya tidak salah, kalau
> salah tolong saya dikoreksi).
>
> Ada 4 orang dari empat penjuru dunia bertemu si satu tempat,
> masing-masing membawa uang 1 dinar. Ketika mereka bertemu, semuanya
> menyebutkan keinginan mereka untuk membelanjakan uang dinar mereka.
> orang pertama mengucapkan:
> "Saya ingin membeli buah anggur dengan uang dinar saya"
> orang kedua mengucapkan:
> "Saya ingin membeli buah xxx(saya lupa namanya) dengan uang dinar
> saya"
> orang ketiga dan kempat pun berucap sama.
>
> Sehingga kempat orang itu berdebat mempertahankan argumennya
> masing-masing. Kemudian datang seorang yang bijak. lalu dia meminta
> uang dinar mereka. Lantas si orang bijak berkata:
> "ini buah anggur yang saudara minta(org I), ini buah xxx yang saudara
> minta(org II)", dst sampai orang keempat.
>
> Ketika mereka melihat bentuk buah yang mereka dapat, buah yang didapat
> adalah sama. Ternyata nama buah yang selama ini mereka perdebatkan,
> hanyalah sebutan belaka. Toh hasilnya sama.
>
> --------
> Menurut pendapat saya, dari aliran mana pun seseorang kalau ingin
> mencapai yang kholik (Shiratal Mustaqim), dia akan bisa menemui-Nya.
> hanya tergantung dari kesungguhan dan keyakinan orang yang menjalaninya.
>
> Seperti contoh yang dilukiskan oleh Pak Sunarman :
>
> "Bayangkan seberkas sinar putih memancar dari atas {dari tempat tak
> terhingga) menimpa tubuh kita; rasakan bahwa dengan sinar itu tubuh
> kita merasa sejuk atau hangat (pilih, mana yang membuat anda menjadi
> nyaman). Kita abaikan saja dari mana sinar itu datang; pokoknya di
> sekeliling tempat duduk anda ada seberkas sinar terang. Pusatkan
> perhatian pada sinar di sekeliling kita. Usahakan agar sinar itu tidak
> pernah terputus selama mungkin. Lakukan latihan ini selama 20-30 menit
> atau lebih lama. "
>
> ini berarti kita mensugesti diri, dari tidak ada menjadi ada.
>
>
> Mungkin pendapat saya ini masih banyak kekurangannya.
> Monggo, tolong dikoreksi.
>
> Wassalam,
> NASRULLAH
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)