Assalaamu'alaikum w.w.

Sebelum diformulasikan, saya ingin menawarkan dulu sebuah konsep yang
saya dengar dari guru saya ketika SMP dulu: agama berasal dari a-gama. 
A = tidak, gama = kacau. Jadi agama adalah suatu tatanan yang
menyeluruh agar dunia ini tidak kacau-balau. Agama mengajarkan cara
interaksi yang serasi antara manusia dengan manusia lain dan dengan
lingkungan baik lingkungan fisik maupun lingkungan metafisik, termasuk
hubungan dengan Tuhan. Tentu saja definisi ini tidak hanya berlaku
bagi agama Islam, tetapi juga bagi agama-agama yang lain. Dengan
adanya ajaran ini, para penganut agama diharapkan berperan sebagai
stabilisator yang mampu mencegah, menghambat atau mengatasi segala
dorongan yang mengarah ke bencana alam semesta. Alam semesta ini
mempunyai dua dimensi: dimensi makro (eksternal) yang mengacu pada
alam semesta di luar diri kita, dan dimensi mikro (internal) yang
mengacu kepada diri kita sendiri.

Karena saya tidak bermaksud memaksakan sesuatu, maka saya persilakan
untuk menguji definisi ini. Mungkin saja ada kelemahan dari definisi
ini. Sebelum definisi ini diperbaiki dan kita terima, rasanya kita
belum punya landasan yang kokoh untuk memikirkan bagaimana cara
beragama yang lebih baik.

Wassalaamu'alaikum w.w.
RS

Jaret Imani wrote:
> 
> Topik agama memang menarik. Thanks untuk pak Moderator!
> 
> Cukup sulit buat saya untuk menyampaikan definisi agama. Beberapa literatur yang 
>saya baca malah membuat otak saya puyeng. Ada beberapa istilah yang dikaitkan dengan 
>agama, misal, agama samawi, agama budaya, agama Islam, bahkan yang cukup ekstrim 
>"football is my religion".
> 
> Jika kata "agama" diberdirikan sendiri, saya bisa membayangkan secara sederhana, ada 
>beberapa komponen dalam agama. Yaitu, 1) manusia (hamba), 2) penguasa manusia 
>(Tuhan), dan 3) sistem interaksi antara manusia dan penguasa manusia (keyakinan, 
>syariat). Sedangkan jika pengertian agama diletakkan dalam literatur Islam, maka 
>komponen itu diperlebar menjadi 4) manusia-manusia lain, 5) sistem interaksi antar 
>manusia (muamalah), 6) alam atau makhluk ciptaan Tuhan lain, dan 7) sistem interaksi 
>antara manusia dengan alam.
> 
> Bagaimana memformulasikannya secara definitif....? maaf mas-mas sekalian, itu 
>kapasitas para cendikia.
> 
> Yang jelas, buat saya, bahwa agama merupakan sistem nilai yang bekerja di dalam 
>sel-sel hati nurani. Karena itu, melihat agama hanya dari lembaga / institusi yang 
>muncul dari agama dapat mengaburkan nilai agama itu sendiri.Misalnya, orang shalat 
>belum tentu memiliki nilai shalat. Contoh lain, partai Islam belum tentu Islam itu 
>sendiri. Contoh lain, adalah pendapat mas Bimo Pradono "Orang bukan menyembah Tuhan, 
>tetapi menyembah agama itu sendiri. Sebagian penganut agama bahkan terang-terangan 
>mendoakan semoga anaknya "berguna bagi bangsa, negara dan AGAMA". Alih-alih 
>menciptakan perdamaian dunia, agama malah menjadi bahan perselisihan dan peperangan. 
>Perang Lebanon, Bosnia, dan akhir-akhir ini di Indonesia sendiri marak perselisihan 
>antar agama meskipun belum menjurus ke perang." Pendapat seperti ini muncul karena 
>agama dilihat hanya dari lembaga atau kulit luar sistem nilai agama.
> 
> Nah...tujuan diskusi ini lebih menarik untuk dikaji, yaitu bagaimana agama dalam hal 
>ini "Dienul Islam" sebagai sistem nilai kebenaran hakiki dapat berperan dalam 
>memecahkan berbagai persoalan umat manusia. Dan.....alangkah lebih cantiknya, jika 
>diskusi ini dapat dikaitkan dengan topik di sesi lain mengenai "manfaat (kelemahan?) 
>tasawuf"
> 
> ******
> 
> Ajaran agama, atau dalam milis ini kita bicara masalah tasawuf, selalu menemukan 
>relevansi perannya dalam setiap konteks kehidupan manusia. Terlebih dalam situasi 
>bangsa Indonesia sekarang ini. Ketika umat manusia mengalami kejayaan, tasawuf 
>mengingatkan akan datangnya masa penghitungan. Ketika umat manusia mengalami 
>kepedihan, tasawuf mengingatkan akan datangnya masa kegemilangan.
> 
> Di tanah air ini umat Islam telah menampilkan beberapa wajah Islam yang 
>berbeda-beda. Islam pernah ditayangkan dalam wajah pencapai kejayaan kemerdekaan yang 
>gagah berani. Dalam waktu lain, Islam ditayangkan sebagai wajah yang mengerikan 
>dengan aksi pembunuhan-pembunuhan demi kepentingan politik (negara Islam...?) atau 
>pembela Pancasila (pembantaian PKI....?). Saat orde baru, Islam ditayangkan sebagai 
>penggerak pembangunan yang kini malah berbalik menjadi biang kerok kebejatan moral 
>(KKN....?) Belakangan, Islam ditayangkan sebagai gerakan penegak kebenaran dengan 
>mengatasnamakan jihad atau lagi..lagi negara Islam. Pagi ini di SCTV seorang ulama 
>dari Aceh mengatakan bahwa yang dilakukannya semata-mata hanyalah menegakkan agama 
>Allah. Padahal menurut pihak militer merupakan pengacau ketentraman.
> 
> Tak salah jika ada yang bertanya...setengah berteriak..."dimana Islam". Beribu 
>dimensi wajah Islam telah ditebarkan. Mulai dari Presiden, Menteri, Pemimpin Partai, 
>Pejabat, Guru, Ulama bahkan Maling dan Biang kerok adalah orang-orang yang mengaku 
>beragama Islam.
> 
> Pak Sunarman, Mas Wargino, Mas Ali, Bang Nadri....dan rekan-rekan lain yang 
>dimuliakan Allah.
> 
> Biarkan Maha Guru Sufi tetap berada di puncak-puncak keheningan bersalju yang tak 
>mudah dijangkau. Akan tetapi dari anda-anda ini saya harapkan ajaran-ajaran tasawuf 
>dapat turun gunung, dapat menyentuh jalan kami yang becek, berbau, berlubang-lubang 
>bahkan sudah tak lurus lagi. Dari anda-anda ini kami berharap bahwa yang namanya 
>sabar, ikhlas, tidak takut mati dan yang lain-lain menjadi tidak rumit sehingga dapat 
>kami bawa ke dalam relung diri tanpa harus menjadi "ajaran dari balik pintu". Jangan 
>biarkan kami yang berkerongkongan cekak ini bersulit-sulit mencerap istilah, 
>misalnya, "kosong/berisi", "ada/tidak ada", atau yang lain. Mudahkan kami. 
>Please....? (Apakah begitu maksud mas Arif...??)
> 
> Astaghfirullaahu al-adziim.
> Maaf beribu maaf.
> 
> Bil taufiq wal hidayah.
> 
> Jaret Imani

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke