Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
ALAMI, AKHLAKI DAN ROHANI......V)
SIFAT THABI'I, AKHLAKI DAN ROHANI PERBAIKANNYA...
Begitu pula seseorang penganut prinsip hidup yang paling buruk
sekalipun, dan senantiasa melakukan kejahatan sepanjang hidupnya bisa
saja memiliki sifat kasih sayang dan suka damai dengan lingkungannya.
Ada orang yang berpantang minum madu.....karena untuk memperoleh madu
banyak nyawa-nyawa harus dibinasakan dan lebah-lebah malang itu harus
diusir dari sarangnya. Ada juga orang berpantang menggunakan minyak
kesturi , sebab minyak itu terbuat dari darah kijang yang diperoleh
dengan membunuh binatang malang itu lebih dahulu, lalu memisahkannya
dari anak-anaknya. Begitu juga ada orang yang tidak mau memakai mutiara
dan juga memakai sutera sebab keduanya diperoleh dengan cara
membinasakan hewan-hewan malang itu.
Semuanya itu secara lahiriah dan sepintas lalu bisa saja dipandang
sebagai kerendahan hati dan sikap kasih sayang manusia itu terhadap
makhluk, namun sekali-kali tidak dapat diterima oleh akal sehat bahwa
keadaan thabi'i itu bisa disebut "akhlak" atau telah mengambil corak
budi pekerti. Keadaan yang demikian bisa saja dilakukan oleh binatang
berkaki empat dan berbagai jenis unggas...... dan keadaaan-keadaan
seperti itu bukanlah merupakan faktor-faktor pendukung yang dapat
digunakan untuk meraih derajat kemanusiaan yang lebih tinggi.
Kalau kita amati secara teliti akan jelas bagi kita bahwa
tindakan-tindakan yang nampaknya sebagai wujud kasih sayang dan
toleransi terhadap makhluk Allah itu, adalah menentang hukum kodrat,
berlawanan dengan akhlak mulia guna mendapatkan keridhaan Allah,
sekaligus juga mengingkari nikmat yang telah disediakan Allah lewat alam
semesta ini untuk kita. Peningkatan kerohanian itu sebenarnya hanya
bisa diperoleh melalui penggunaan setiap corak akhlak yang tepat menurut
keadaan serta kesempatan, pertimbangan akal, dilakukan secara dawam dan
setia pada jalan Allah dengan keteguhan dan penyerahkan diri sepenuhnya
kepada kehendak-Nya. Adapun tanda orang yang menjadi miliknya , ia tidak
dapat hidup tanpa Dia. Menurut ungkapan orang sufi.... Seorang arif
adalah seekor ikan yang telah disembelih dengan tangan Tuhan, sedangkan
airnya adalah kecintaan Ilahi............
Pada tulisan-tulisan terdahulu kita selalu mebicarakan tiga buah sumber
keadaan manusia itu yaitu....nafsu ammarah, nafsu lawwamah dan nafsu
muthmainnah. Sedangkan untuk ishlah dan perbaikan dari satu tingkat
ketingkat yang lebih tinggi bisa ditempuh pula lewat tiga cara.
Cara pertama yang merupakan dasar dan titik tolak kita untuk melangkah
ketingkat lebih tinggi ialah mengajarkan kepada orang-orang biadab yang
tidak mengenal sopan santun, supaya mereka mengikuti dan mengerti
tata-cara manusiawi dalam hal makan-minum, perkawinan, tempat tinggal
dan aturan-aturan lainnya yang berhubungan dengan kehidupan sosial
masyarakatan didalam lingkungannya. Mereka diajarkan agar tidak
telanjang kesana kemari, tidak memakan bangkai seperti anjing, tidak
berkeliaran tanpa menetap disuatu tempat, tidak cepat marah dan tidak
melakukan tindakan brutal lainnya. Ini merupakan akhlak rendah dan dasar
dan ini merupakan perbaikan yang pokok dan mendasar diantara
perbaikan-perbaikan "keadaan-keadaan thabi'i". Inilah yang merupakan
adab sopan santun dan akhlak-akhlak dasar manusiawi.
Apabila orang-orang sudah mengenal dan mengusai adab sopan santun
manusiawi secara zahir, kepada mereka bisa diterapkan cara kedua yang
merupakan lanjutan cara pertama dan kepadanya hendaklah dikenalkan dan
diajarkan akhlak-akhlak manusiawi yang tinggi , serta diajarkan supaya
menggunakan potensi insaniah yang ada , agar diterapkan pada keadaan dan
kesempatan yang tepat sesuai dengan pertimbangan akal.
Selanjutnya pada tahap ketiga orang-orang yang telah memiliki akhlak
yang tinggi dan kepada orang-orang "zahid" (saleh) barulah diajak
melangkah ketingkat kecintaan kepada Allah sehingga dia merasakan
kelezatan perjumpaan dan pengalamanya dengan Allah.
Dari keterang-keterangan diatas jelaslah bahwa Kitab Suci Al-Qur'an dan
Rasulullah SAW datang dan diutus Tuhan untuk membuat hewan menjadi
manusia, dan dari manusia itu membuat manusia-manusia berakhlak, lalu
dari manusia-manusia berakhlak membuat manusia-manusia ber-Tuhan. Dalam
Al-Qur'an ketiga masalah itu dibincangkan .....
........bersambung.
Reading source:
The Philosophy of the teachings of Islam by Hazrat Mirza Ghulam Ahmad ,
The London Mosque 1979...
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32, Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)