Assalamu'alaikum wr wb, Abah Hilmi pernah menyinggung tentang siapakah orang yang beriman dan orang kafir yang menyitir QS.Al-Baqarah:62. Sedikit saya pengin urun rembug mengenai ayat tersebut. Saya terjemahkan secara bebas sebagai berikut (tolong dikoreksi bila salah): �Inna(sesungguhnya) aladziina (orang-orang yang) amanu (telah beriman) wa(dan) aladziina(orang-orang) haaduu(Yahudi) wa(dan) annashaara (orang-orang Nasrani) wa(dan) shaabiiina (orang-orang Shabi�in) man(siapa saja) aamana(beriman) billahi(dengan Allah) wa(dan) alyaumi(hari) alakhiri(akhir) wa(dan) �amila(berbuat) shaliha(kebajikan) falahum(maka bagi mereka) ajruhum(pahala untuk mereka) �inda (dari sisi) rabbihim(Tuhannya) wa(dan) laa(tidak ada) khoufun (ketakutan/ kekhawatiran) �alaihim(keatas mereka) wa(dan) laa(tidak) hum(mereka) yakhzanuun (bersedih hati)�. *Orang Shobiin (menurut terjemahan Al-Qur�an Depag RI) adalah orang-orang yang mengikuti syariat nabi-nabi zaman dahulu atau orang-orang yang menyembah bintang atau yang menyembah dewa-dewa Saya pernah bertanya kepada guru saya tentang orang-orang diluar islam apakah mereka termasuk beriman atau kafir, beliau mengemukakan ayat di atas. Dalam ayat tersebut ada 5 golongan yang dijamin akan mendapat pahala dari sisi Allah dan mereka tidak akan bersedih hati, mereka itu adalah: - Orang-orang yang beriman (mu�min) - Orang-orang Yahudi (Haaduu) - Orang-orang Nasrani (an Nashaaraa) - Orang-orang Shabiin - Siapa saja yang� (man..) Dlomir (kata ganti) man yang berarti �barang siapa, atau siapa saja� tidak dibatasi pada golongan tertentu. Tapi dengan syarat : Beriman (aamana) [1]. billah, [2]. Al-yaumilakhiri dan [3] �amilasholiha. Mereka akan mendapat pahala dari tuhannya dan tiada mereka bersedih hati. Ternyata persoalan semacam itu bukan hal yang baru, dulu Salam Al-Farisi sahabat Rasulullah yang berasal dari Farisi itu pernah menayakan kepada baginda Nabi saw dan menjadi sebab turunnya ayat tersebut sebagai berikut : Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya) ------------------------------------------------ Dikemukakan oleh Ibnu Abi Hatim dan Al-�Adni dalam musnadnya, dari Abi Najih yang bersumber dari Mujahid, bahwa Salman Al-Farisi berkata:�Saya pernah bertanya kepada Nabi saw, tentang pemeluk agama yang pernah saya anut dan sayapun menerangkan cara sholat dan ibadah mereka, maka turunlah ayat �INNALADZINA AAMANU WALLADZIINA HAADU�� Dikemukakan oleh Al-Wahidi, dari Abdillah bin Ktsir, dari Mujahid berkatalah ia �Ketika Salman menceritakan teman-temannya kepada Rasulullah SAAW, lalu bersabda beliau :�Mereka semuanya di neraka�. Berkatalah Salman�Seakan-akan bumi gelap bagiku, namun setelah turun ayat �INNALADZINA AAMANUU�..� sampai akhir ayat, bumi menjadi terang-benderang bagiku�. Dikemukakan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim, dari As Suddi, ia berkata :�Bahwa ayat tersebut diturunkan mengenai teman-temannya Salman Al-Farisi. Silakan mengambil kesimpulan sendiri. Kurang lebih mohon maaf Wasslamu�alaikum wr wb, Wargino --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
