[EMAIL PROTECTED] wrote:
> Akhir-akhir ini banyak sekali tulisan, khotbah-khotbah di masjid, surau
> ataupun
> di televisi yang menyoroti kondisi bangsa Indonesia khususnya umat islam
> terkoyak-koyak dengan adanya berbagai aksi kekerasan.
> Mulai peristiwa Banyuwangi, Kupang, Ambon, Timtim dan terakhir Sambas.
>
> Melalui internet (nggak tahu bener salahnya) saya menerima beberapa gambar
> kepala manusia yang ditenteng dengan sorak-gembira kemenangan.
> (bagi yang belum lihat dan mau lihat gambar itu silakan hubungi melalui
> japri saja).
>
> Anehnya dalam melihat kejadian-kejadian semacam itu sepertinya kok biasa
> saja
> dan saya melihat bahwa itu adalah sunatullah yang mesti terjadi.
>
> Saya hanya mampu berserah diri, mohon kesabaran dan kebijaksanaanNya tanpa
> rasa kesal, berang atau mengutuk semua kejadian itu.
>
> Keblinger-kah saya?
> Sudah butakah saya?
> Salahkan saya kalau memandang permusuhan itu sebagai sunatullah yang mesti
> terjadi?
Assalamu'alaikum wr wb,
Anda keblinger, buta? Tergantung tolok ukur yang saya pakai, dong!
Jawabnya bisa ya, bisa tidak. Bisa juga saya tidak perlu menilai,
cukup melihat, maka saya akan memperoleh gambar yang obyektif dan
mutlak. Seperti nonton pertandingan sepak bola: just watch, tidak
berpihak, tidak mendengarkan perkataan komentator, tidak mendengarkan
suara penonton lain. Kalau saya sampai berpihak, percaya kepada
omongan komentator, melihat riuh penonton, atau bahkan saya sendiri
berkomentar atau ikut bermain, maka obyektivitas telah keluar dari
garis mutlak.
Jawaban mana yang anda inginkan: jawaban orang yang netral, ataukah
orang yang berpihak?
Kalau pendapat yang berpihak, berpihak kepada pelaku yang mana,
ataukah kepada pendapatnya sendiri setelah keluar dari obyektivitas?
Listen to the sound of silence, maka kepada siapapun anda berpihak
setelah keluar dari garis mutlak, tiada dosa sedikitpun pada anda.
Whatever will be, will be. Itu merupakan hak prerogatif Allah. Biarlah
orang lain menilai dengan kacamata mereka masing-masing.
Wassalamu'alaikum wr wb,
RS
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)