>Jawaban mana yang anda inginkan: jawaban orang yang netral, ataukah
orang yang berpihak?
Kalau pendapat yang berpihak, berpihak kepada pelaku yang mana,
ataukah kepada pendapatnya sendiri setelah keluar dari obyektivitas?
Listen to the sound of silence, maka kepada siapapun anda berpihak
setelah keluar dari garis mutlak, tiada dosa sedikitpun pada anda.
Whatever will be, will be. Itu merupakan hak prerogatif Allah. Biarlah
orang lain menilai dengan kacamata mereka masing-masing.
>Wassalamu'alaikum wr wb,
>RS
Assalamu'alaikum wr wb,
Pak Sunarman, terimakasih banyak atas jawabannya.
Saya memang sudah mempunyai jawaban tersendiri, hanya saja saya
mencoba melempar permasalahan itu ke milis, barangkali ada hikmah
kepada rekan yang lain untuk bersama-sama belajar mengeja roda kehidupan
yang sarat dengan hikmah bagi orang-orang yang berpikir.
Sekali lagi terima kasih, saya tidak mau keluar dari gais absolut itu.
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)