Assalaamu 'alaykum wR wB,
maafkan rekan Saliks ysh,
setelah capai memikirkan mengenai hakikat penciptaan, sekarang renungan
saya beralih ke sesuatu hal lain yang dipicu oleh posting2 bidah ikut
pemilu.
Sebenarnya telah lama saya memikirkan hal ini, yang inti pemikiran
saya itu, begini :
Demokrasi itu kan menempatkan kedaulatan Rakyat diatas segala-galanya,
bisa kita sepakat akan hal ini ? Ini saya ambil dari arti Demokrasi itu
sendiri. Nah kalau begitu, bagaimana mungkin, kita menyandingkan
kedaulatan Allah dengan kedaulatan Rakyat ??? bukankah Allah Maha
Berdaulat ? Dan dalam kekuasaan-Nyalah segala apa yang ada di langit dan
di bumi ???
Some would say : yup that's right, tetapi disini ini sistemnya memang
dibuat seperti itu untuk menuju ke kedaulatan Allah.
Me : ??? Demokrasi berketuhanan ??? bagaimana ini ??? apa kurang ajaran
Al-Qur'an ? apa nggak cukup kitab hadits dan sirah nabi ??? apa nggak
ada ulama yang bisa berijtihad lagi dalam memutuskan sesuatu, sehingga
perlu 'Rakyat' sebagai pelegitimasi keputusannya ???
Some would say : iya tapi kan, sekarang kan beda, banyak persoalan baru.
Me : bedanya apa ? teknologi ? itu kan cuma perubahan kecanggihan martil
batu jadi robot yang bisa ngetok paku. Yang beda sebetulnya kan sikap
kita dalam mengahadapi sesuatu. Kita menjadi cenderung begitu materialis
(dibuktikan dengan ditemukan dan di'dewa'kannya sesuatu yang disebut
'Uang'), sehingga melupakan nilai-nilai yg sesungguhnya. Terus contoh
lain, coba dulu, 10 th lalu aja, make rok mini pasti udah dianggap 'wow'
silau, tapi sekarang ??? kalo belum berbikini, belon ngetrend.
Menurut saya disinilah hebatnya propaganda demokrasi dibbandingkan
paham-paham lain seperti komunisme, sosialisme, etc,dsb. Sifat demokrasi
yang begitu tersembunyi keasliannya. Emaskah ia ? ataukah hanya besi
berkarat berbungkus emas ???
Setahu saya, yang bersesuaian dengan Islam itu hanya, musyawarah u/
mufakat, (misalnya untuk ijtihad, ijma' dll), tetapi demokrasi ??? saya
kira itu suatu hal yang berbeda.
Tapi ya, monggo dech, kalo memang ada yang berpendapat itu kan udah
keputusan ulama2, berarti udah bener dong. Saya tidak ingin memaksakan
pendapat kok. Hanya ingin mengutarakan apa yang dipantulkan 'cermin'
saya dari 'Cahaya' yang datang. Entah sumber cahayanya salah/ benar,
entah cerminnya bagus/jelek. Just that,
Wallahu 'alam.
Wassalaamu 'alaykum wR wB,
arief muLya
------------
"There's always a light in the heart of ones who Love"
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)