Assalaamu 'alaikum wr. wb. Kita semua menyadari pada zaman Rasulullah banyak kejadian penting. Allah biasanya kemudian menurunkan ayat yang merekam kejadian tersebut untuk dijadikan pelajaran bagi kaum muslimin. Para shahabatpun biasanya kemudian mencatat hadist berkenaan dengan kejadian tersebut. Salah satu kelemahan kaum muslimin saat ini adalah tidak sadar sejarah. Padahal mengambil pelajaran dari sejarah adalah hal yang sangat penting. Misalnya bila kita tidak menceritakan kejadian pahit di Ambon, di Bosnia, di Kosovo dll yang menimpa umat islam kepada anak-anak kita, maka kemungkinan besar anak-anak kita tidak akan pernah menjadi generasi yang lebih kuat dari generasi saat ini. Anak-anak kita akan melakukan kesalahan yang sama sehingga kejadian yang serupa akan terulang lagi pada generasi mendatang. (Dalam kaitan ini, tidak ada salahnya membaca kembali posting pak Nadri terdahulu yang berjudul Lembaran Hitam dalam Sejarah Islam) Banyak sekali kejadian sejarah yang tercatat pada bulan ini Dhulhijjah dan bulan depan yaitu Muharam berkaitan dengan Rasulullah SAAW dan ahlulbaitnya. (Hari ini Selasa adalah tanggal 27 Dhulhijjah). Saya catatkan beberapa tanggal yang penting di bawah ini (maaf, beberapa diantaranya saya belum tahu tahun kejadiannya). Tanggal 18 Dhulhijjah 10H. Seperti pernah saya sebutkan dalam posting terdahulu, adalah hari ketika Rasulullah memberikan khutbah setelah haji Wada'. Khutbah tersebut dilakukan di suatu tempat yang disebut Ghadir Khum. Dalam khutbah tersebut, Rasulullah SAAW mengamanatkan kepada umatnya tentang 2 hal yaitu Alquran dan Ahlulbaitku (atau lebih populer Alquran dan Sunnahku). Serta kemudian Rasulullah mengangkat Ali bin Abi Thalib KW sebagai Mawla sepeninggal beliau. Pada saat itu turun ayat terakhir QS 5:3. Tanggal 24 Dhulhijjah adalah hari ketika Rasulullah bermubahalah. Pada hari itu juga turun ayat QS 33:33 "Allah berkehendak terhadap kamu wahai ahlulbait untuk mensucikan kamu sesuci-sucinya". Barangkali tak ada salahnya membaca kembali hadist Al-Kisa. Tanggal 24 Dhulhijjah adalah hari ketika Ali di tengah rukuknya memberikan cincin yang ada di jarinya kepada seorang peminta-minta. Allah kemudian mengabadikan kejadian itu pada QS 5:55 dimana Allah mengatakan bahwa "Sesungguhnya wali kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat pada saat Rukuk. (QS. 5:55)" "...... wayu/toona alzzakata wahum rakiAAoona" Tanggal 25 Dhulhijjah adalah hari ketika Ahlulbait nabi 3 hari berturut-turut berpuasa dan pada saat menjelang berbuka mereka mensedekahkan makanan tersebut kepada orang yang membutuhkan, yaitu berturut-turut orang miskin, anak yatim dan pada hari terakhir kepada tawanan perang. Sehingga pada 3 hari itu, ahlulbait nabi hanyalah berbuka puasa dengan air putih (saya kira sebagian diantara kita pernah mendengar cerita ini). Untuk itulah kemudian kesabaran mereka direkam dalam Al-Quran QS 76:8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. (QS. 76:8-11) Wassalaamu 'alaikum wr. wb. NB: Sebagian generasi terdahulu yang sadar sejarah misalnya menganjurkan orang islam untuk melakukan puasa dan memberikan makanan kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan pada tanggal 25 Dhulhijjah karena mengingat QS 76:8 tersebut. --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
