From: RUMADI HARTAWAN <[EMAIL PROTECTED]>

Humanisme Religius: Pengantar pada Filsafat Iqbal 

Dr.R. Mulyadhi Kertanegara 
(http://www.iiman.co.id/artikeldetail.cfm?ArtikelID=97)

Humanisme dalam arti sebagai sebuah aliran filsafat modern adalah
anti-religius. Oleh karena itu judul yang diberikan pada penulis, pada
awalnya menimbulkan kontradiksi dalam dirinya (self contradiction). Tetapi
dalam pengertian yang lain -dimana para pendukungnya begitu optimistik
tentang kemungkinan-kemungkinan atau kemampuhan-kemampuhan manusia, mendamba
secara antusias prestasi-prestasi kemanusiaan, dan menghindarkan suatu
pencaharian yang rinci ke dalam keniscayaan teologis[1]. Penggunaan istilah
humanisme religius dapat dibenarkan, karena dalam pengertian tersebut
istilah humanisme dikatakan oleh Antony Flew, konsisten secara sempurna
dengan kepercayaan pada Tuhan.[2] Apakah M. Iqbal dapat dikatakan sebagai
pemikir humanis-religius? 

Barangkali ia, kalau kita lihat optimismenya terhadap kemampuhan manusia dan
antusiasmenya terhadap pencapaian manusia. Tetapi lebih dari sekedar
humanis, ia mementingkan perumusan teologis rinci yang dipandang relevan
dengan kepercayaannya yang besar terhadap kemapuhan manusia. 

Meskipun manusia dipercayai Iqbal memiliki potensi yang besar dan dapat
menggoncangkan dunia, tetapi manusia tidaklah begitu saja mencapai
kemanusiaannya yang sejati, melainkan harus melalui suatu perjuangan panjang
dan upaya yang berkesinambungan. Setiap diri manusia adalah potensial untuk
menjadi khalifah Allah, menjadi wakil Allah, atau manusia sempurna. Tetapi
kalau prestasi tersebut tidak digali dan direalisir dengan gigih, maka
potensi itu akan selamanya menjadi potensi, tidak pernah akan menjadi
aktualitas. Dan potensi umat Islam yang dulu pernah mencapai "keemasannya"
dengan gemilang, kini tidak pernah muncul dan dibiarkan tidur pulas,
sehingga baik secara moral maupun intelektual mereka dalam keadaan bangkrut.


Iqbal adalah pemikir yang tanggap terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi
dan peka terhadap nasib umat Islam pada masanya. Sebelum menccoba mencari
solusi terhadap masalah umat, Iqbal mencoba mendiagnosa penyakit Umat Islam,
sehingga ia berkesimpulan penyakitnya demikian parah. Ada paling tidak tiga
macam penyakit yang bertanggung jawab atas kejatuhan umat Islam: 

Pertama, mistisisme asketik, kedua, hilangnya semangat induktif, ketiga,
sikap taqlid di bidang hukum. Tentang yang pertamaia mengatakan: "Umat Islam
sekarang ini lebih suka menerawang tanpa tujuan di lembah remang mistisisme
Helenik-Persia, yang mengajarkan kita supaya menutup mata pada realitas
keras sekeliling kita dan menancapkan pandangan kita pada apa yang dipandang
sebagai iluminasi". 

Pemistikan diri (self mystification) bagiku adalah gejala fisiologis yang
memberiku isyarat pada dekadensi dunia Islam. Setelah kehilangan vitalitas
untuk berkutat dengan yang temporal, para Nabi kelapukan ini mendorong
dirinya untuk mencari apa yang dikiranya sebagai keabadian: kemudian secara
perlahan-lahan menyempurnakan kemiskinan spiritual dan penurunan derajat
(degenersi) fisik dari masyarakat mereka dengan mengembangkan suatu
cita-cita kehidupan yang nampak mempesona yang akan mengantarkan bahkan
orang yang sehat dan kuat sekalipun ke pintu gerbang kematian. Mereka telah
melakukan banyak kerusakan terhadap masyarakat Islam."[4] 

------------
Catatan Kaki 

1. Antony Flew, A Dictionary at Philosophy (revisad second edition), St.
Martin press, New York, 1979, h. 153. 

2. Lihat Ibid 

3. Lihat C.A. Qodir, Philosophi and Science in The Islamic World, Routledge,
London and New York, 1988, h. 163-164. 

4. Syed Abdul Valid, Troughts and Reflections of Iqbal, Lahore, 1964, h. 80.



------------------------------------------------------------------------
Looking to expand your world?
http://www.ONElist.com
ONElist has over 115,000 e-mail communities from which to chose!
------------------------------------------------------------------------
*******************************************************************************
Milis Filsafat
Kirim tulisan ke: [EMAIL PROTECTED]
Berlangganan: kirim e-mail kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan: kirim e-mail kosong ke [EMAIL PROTECTED]
*******************************************************************************

Kirim email ke