PEMILU model barat (kreasi Yahudi/Nasrani) seperti inilah yang diharapkan
oleh AS dan sekutunya untuk mencegah adanya ukhuwah Islamiyah. Umat Islam
akan terpecah-belah di PDI-P, Golkar, PAN, PPP, dsb. Sehingga tidak
membahayakan kepentingannya di Indonesia. Siapa menjamin bakal tidak ada
bentrokan sesama umat Islam antar partai sebab sudah ditanamkan benih-benih
dendam kesumat antar umat Islam disana.
Mbok yaa... kembali model pemilihan Islami (Rasulullah dan para sahabatnya).
AS tak akan bisa berkutik.

Oleh sebab itu, janganlah kita terpancing ikut-ikutan bersaing dengan setan
memberi suara, bukankah malah kita habisi saja setan itu agar tidak bisa
memberikan suaranya. INGA'...INGA'...JANGAN BADAFTAR RAME-RAME DENGAN SETAN.


        -----Original Message-----
        From:   ivan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
        Sent:   Sunday, April 11, 1999 10:07 AM
        To:     [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; partai keadilan
        Cc:     [EMAIL PROTECTED]
        Subject:        [Sabil] Re: [Tasawuf] Bid'ah ikut pemilu


        Afwan sebelumnya, saya ingin menanyakan hal ini pada Mas Danang.
Mas,
        bukankah jaman Rosululloh saw jumlah sahabat atau ummat Islam  tidak
        sebanyak sekarang ini dan di sana ada sahabat-sahabat terbaik
Rosululloh saw
        yang mendukung untuk diangkatnya seorang khalifah setelah Rosululloh
saw.

        Kalau saya boleh tahu apakah Mas Danang pernah mengetahui bagaimana
prosesi
        terpilihnya Imam Ali r.a, Abu Bakar r.a, Umar r.a dan Usman r.a dan
        bagaimana pemilihan yang dilakukan pada Bani Umayyah ?

        Dan apakah dalil (Qur'an atau hadits) yang mendukung statement Mas
Danang
        sedangkan MUI baru saja menyatakan fardhu 'ain untuk memilih ini ?

        Hati-hati mas, jangan sampai kita malah terkena hukuman dari Alloh
SWT
        karena mengharamkan sesuatu yang mungkin itu sesungguhnya dihalalkan
oleh
        Alloh SWT. Berarti, bukankah kita apabila tidak memiliki ilmunya dan
telah
        mengatakan sesuatu itu dosa, kita ini telah mendahului keputusan
Alloh SWT ?


        -----Original Message-----
        From: Danang Setiawan <[EMAIL PROTECTED]>
        To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
        <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
partai
        keadilan <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
        <[EMAIL PROTECTED]>
        Date: Sunday, April 11, 1999 6:46 AM
        Subject: [Tasawuf] Bid'ah ikut pemilu


        >
        >Assalaammu'alaykum wr. wb.
        >
        >Kita sudah diangkat oleh-Nya sebagai Khalifatullah (Wakil Allah)
dibumi
        ini,
        >oleh sebab itu kita harus menyuarakan 'aspirasi' Nya yang tersurat
didalam
        >Alqur'an dan Sunnah-sunnah Nya. Oleh sebab itu kita harus memilih
seseorang
        >yang benar-benar menyuarakan 'aspirasi' Nya. Dengan sistim pemilu
yang
        >sekarang ini, tidak memungkinkan hal ini terjadi sebab yang
disuarakan
        >adalah aspirasi rakyat (mahlukNya). Oleh sebab itu, dengan
mengikuti Pemilu
        >sekarang ini berarti kita telah memilih orang-orang yang tidak
jelas, tidak
        >dikenal, masih menganggap Pancasila sebagai dasar negara, masih
        berorientasi
        >kebangsaan, masih memperjuangkan partai (bukan memperjuangkan
kehendakNya).
        >Saya kira berdosa kita kalau mengikutinya sebab akan menambah
murka-Nya.
        >
        >Pada masa Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, Khalifah adalah
ditunjuk bukan
        >dipilih rame-rame. Sebab kalau yang rame-rame itu akhlaknya kayak
Serbia,
        >bagaimana ?.
        >
        >Wa'alaykumsalaam wr. wb.
        

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke