Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Ini adalah suatu fenomena yang menarik bagi saya. Tali Allah atau Ulama
yang mana yang harus kita ikuti? Seperti yang kita ketahui, kaum Ulama
terpecah antara yang menyerukan jihad dan yang menyuruh kita untuk tetap
tenang dan 'tidak terpancing' oleh suasana. Kedua-duanya mengaku
memiliki dalil Al Quran sebagai dasar seruan mereka.
Tapi 'petunjuk' Allah tidak akan pernah berbeda untuk permasalahan yang
sama. Ketika tentara Qurasih datang ke Badar, petunjuk Allah adalah
satu: Perangi mereka!. Ketika Quraish menyerang Banu Bakr (hal mana
menyalahi perjanjian Hudaibiyah), petunjuk Allah adalah satu: Taklukan
Mekkah!.
Tapi para Ulama (atau para 'tali Allah') berbeda pendapat. Yang manakah
yang harus kita ikuti?
Istikharah, seperti yang Anda sebutkan, pada akhirnya akan melahirkan
ijtihad. Suatu keputusan akan suatu permasalahan.
Tapi jika setiap orang beristikharah, hanya akan menimbulkan perbedaan
yang semakin banyak. Karena sebagian akan berijtihad untuk 'menahan
diri' dan sebagian akan berijtihad untuk berjihad.
Jadi mengikuti pendapat Ulama dan atau beristikharah dalam hal ini
mungkin bukan pemecahan yang terbaik menurut saya.
Pasti ada jalan keluar lain. 'Petunjuk Allah' yang benar-benar dari
Allah dan bukan hasil 'rabaan' hati manusia. Walaupun kita meyakini
bahwa di hati kita ada Allah.
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Rizki Herucakra
> -----Original Message-----
> From: Yani Qoyimah [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, April 23, 1999 1:16 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Tasawuf] Siapkan Harta dan jiwa untuk mengahadapi
> musuh Isla m
>
> Assalam Ww
>
> Apakah setelah tidak ada Rasulullah SAW, sudah tidak ada lagi
> TALI ALLAH???
> Ulama adalah pewaris para Nabi.
> Pewaris Nabi, tentunya mewarisi sifat-sifat Nabi dan mewarisi
> tugas dan misi Nabi.
> Dan memang sulit untuk mengenali "Ulama" yang ini.
>
> Seperti pada posting Pak Ibnu Badawi, bahwa ternyata di zaman ini
> masih ada TALI RUHANIAH KETUHANAN yang dapat menyalurkan Kalimah
> Allah, menjadi "corong" Allah di dunia ini.
>
> Kelemahan kebanyakan umat Islam adalah tidak menemukan Tali
> Ruhaniah Ketuhanan (Wasilah) itu. Atau tidak mau mencari?.
> Padahal Allah memerintahkan di dalam Al Qur'an, untuk mencari
> "Wasilah", untuk mendekatkan diri kepada Allah [supaya dapat
> menerima petunjuk Allah dan sampai kepada-Nya].
>
> Secara awam saja, untuk memutuskan segala sesuatu, apalagi
> masalah yang besar, kita dianjurkan untuk ber-istikharah, artinya
> kita harus minta petunjuk kepada Allah. Apakah Allah meridloinya
> atau tidak.
>
> Cuma yang sering menjadi masalah, adalah "cermin" kita (maksudnya
> saya) masih buram, kotor, sehingga sulit untuk memantulkan Cahaya
> (petunjuk) Allah itu, maka perlu orang yang beriman (mukmin
> sejati), ulama pewaris Nabi, yang dapat "memantulkan" petunjuk
> Allah itu.
>
> Wassalam Ww
>
> Rizki Herucakra wrote:
>
> > Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
> >
> > Lantas bagaimana caranya meng-identifikasikan bahwa seruan
> > jihad itu
> > berasal dari Allah? Kalau dulu ada Rasulullah yang selalu
> > didatangi
> > Malaikat Jibril, bagaimana dengan saat ini? Apakah karena tidak
> > ada
> > seruan dari Allah maka jihad fisik sudah tidak ada lagi dan
> > diganti
> > dengan jihad hati saja???
> >
> > Kalau kita menanti seruan jihad 'dari Allah' di masa sekarang,
> > kayaknya
> > kita nggak bakalan jihad-jihad nih... Terus diganti dengan
> > jihad-jihad-an yaitu jihad hati lah, jihad pandangan lah, jihad
> >
> > pemikiran lah, dan lain sebagainya. Padahal di dalam Al Quran
> > yang
> > dimaksud dengan jihad adalah fisik, yaitu mengorbankan harta
> > benda dan
> > jiwa.
> >
> > Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
> >
> > Rizki Herucakra
> >
>
>
> << File: ATT06613.txt >>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)