Assalam WW Ulama mana yang harus kita ikuti? Ulama bukan sembarang ulama. Ulama Pewaris Nabi. [Dan ini biasanya "tersembunyi"]. Apakah semua orang yang berlabel Ulama adalah Pewaris Nabi? Tidak! Ulama waritsatul Ambiya, yang benar-benar menyuarakan "petunjuk" Allah, bukan hasil dari pemikirannya (walaupun berdalilkan Al Qur'an dan analisanya) atau bisikan hatinya semata. Karena Tali Allah (selain Al Qur'an) adalah Wasilah yang bersemayam di dalam Ruhani Ulama Pewaris Nabi. Wasilah itu juga yang ada di dalam Ruhaniah Nabi. [Al Qur'an adalah salah satu Tali Allah]. Memang Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya, tapi kalau kalau tidak nyambung "channel"nya apakah bisa mendengar? Seperti halnya radio yang didekatkan ke pemancar, tapi frekuensinya tidak sesuai, apakah bisa nyambung? Hasil ijtihad banyak orang bisa beragam, karena kondisi ruhani mereka juga beragam. Dan setahu saya, ijtihad untuk kemaslahatan umat, orang (ulama) harus mempunyai cukup syarat dan rukunnya. Wassalam WW Rizki Herucakra wrote: > Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh > > Ini adalah suatu fenomena yang menarik bagi saya. Tali Allah > atau Ulama > yang mana yang harus kita ikuti? Seperti yang kita ketahui, > kaum Ulama > terpecah antara yang menyerukan jihad dan yang menyuruh kita > untuk tetap > tenang dan 'tidak terpancing' oleh suasana. Kedua-duanya > mengaku > memiliki dalil Al Quran sebagai dasar seruan mereka. > > Tapi 'petunjuk' Allah tidak akan pernah berbeda untuk > permasalahan yang > sama. Ketika tentara Qurasih datang ke Badar, petunjuk Allah > adalah > satu: Perangi mereka!. Ketika Quraish menyerang Banu Bakr (hal > mana > menyalahi perjanjian Hudaibiyah), petunjuk Allah adalah satu: > Taklukan > Mekkah!. > > Tapi para Ulama (atau para 'tali Allah') berbeda pendapat. Yang > manakah > yang harus kita ikuti? > > Istikharah, seperti yang Anda sebutkan, pada akhirnya akan > melahirkan > ijtihad. Suatu keputusan akan suatu permasalahan. > > Tapi jika setiap orang beristikharah, hanya akan menimbulkan > perbedaan > yang semakin banyak. Karena sebagian akan berijtihad untuk > 'menahan > diri' dan sebagian akan berijtihad untuk berjihad. > > Jadi mengikuti pendapat Ulama dan atau beristikharah dalam hal > ini > mungkin bukan pemecahan yang terbaik menurut saya. > > Pasti ada jalan keluar lain. 'Petunjuk Allah' yang benar-benar > dari > Allah dan bukan hasil 'rabaan' hati manusia. Walaupun kita > meyakini > bahwa di hati kita ada Allah. > > Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh > > Rizki Herucakra >
--------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
