Assalamu 'Alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh

Selama manusia masih mengimani bahwa Allah adalah Pencipta dirinya dan
Pencipta alam semesta, serta mengimani bahwa Allah berhak melakukan apa saja
yang Ia kehendaki, maka insyaaLlah pertanyaan seperti itu tidak sulit
dijawab.
Kita bikin saja perumpamaan dari diri kita sendiri - misalnya - sebagai
berikut:

Kasus ke 1:

Kalau di antara kita ada orang yang punya kemampuan membuat robot, lalu ia
(katakan saja si A) bikin robot yang besi-besinya pun semua hasil olahan
sendiri, ia bentuk sendiri, ia rakit sendiri dan ia programkan agar setiap
melihat dirinya robot itu mengangguk sambil mengucapkan "As-Salamu 'Alaikum"
kepadanya.
Lalu kita mempertanyakan: Berhakkah si A itu menciptakan robotnya dan
menugasinya untuk selalu berbuat begitu?
Dengan logika saya yakin semua orang sepakat untuk mengatakan bahwa si A
100% berhak menciptakan robotnya dan memberinya tugas seperti itu.

Kasus ke 2:

Si A tadi merasa tidak puas mendengar suara robotnya yang serak, lalu ia
ambil kapak dan ia hancurkan robot itu, besinya ia cairkan lagi untuk bahan
penciptaan robot baru, atau ia buang saja ke tong sampah.
Lalu kita pertanyakan lagi: Berhakkah si A melakukan penghancuran terhadap
robotnya itu?
Semua orang dengan logikanya juga akan menjawab: Si A 100% berhak untuk
melakukan kesemuanya itu, sebab robot itu 100% memang ciptaannya sendiri.

Kasus ke 3:

Si A menciptakan robot baru, yang semuanya sama dengan robot lamanya, hanya
saja di robot barunya itu ia pasang suatu instrumen canggih, sehingga robot
itu bisa ngomong lebih banyak dan juga bisa memprotes untuk menyatakan tidak
setuju terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya dan begitu pula
terhadap hak mutlak si A atas dirinya untuk melakukan apa saja, termasuk
menyirnakan robot itu kapan saja si A mau.
Lalu kita pertanyakan lagi: Masih tetapkah si A berhak melakukan tindakannya
dan mengabaikan protes si robot?
Logika akan mengatakan: Si A tetap berhak melakukan apapun atas diri robot
ciptaannya, baik robot itu oleh si A diberi kemampuan untuk memprotes
ataupun tidak. Pemasangan instrumen itu sedikitpun tidak bisa mengurangi
hak-hak si A atas robotnya. Bahkan bila perlu si A bisa mencabut instrumen
canggih itu agar robotnya tidak pernah protes lagi.

Sekarang mari kita bandingkan ketiga kasus itu dengan hak Allah atas diri
kita dan alam semesta ciptaan-Nya.
Kita yang sudah mengimani bahwa Allah sebagai Maha Pencipta dan berhak
melakukan apa saja yang Ia maukan akan mengatakan bahwa Allah memang berhak
meminta manusia ciptaan-Nya untuk menta'ati diri-Nya, baik si manusia itu
pernah minta diciptakan ataupun tidak, punya kemampuan memprotes ataupun
tidak, Allah tetap berhak 100% untuk melakukan apa saja terhadap manusia
yang 100% ciptaan-Nya sendiri.

Hanya saja dalam perbandingan di atas Allah tetap mempunyai
keunggulan-keunggulan yang tiada tandingannya. Di antara
keunggulan-keunggulan Allah itu iyalah:
1. Allah telah menetapkan sifat Maha Rahmat pada diri-Nya. Sehingga ketika
Ia titahkan manusia untuk ta'at kepada-Nya Ia pun menyediakan pahala yang
tiada terhingga nilainya, asal saja manusia mau menta'ati-Nya. Begitu pula
ketika Ia membuat manusia menderita sakit atau menderita apapun, Ia sediakan
pahala yang amat besar kepada hamba-Nya yang bersabar. Padahal sebagai Maha
Pencipta, kalau Ia mau, Ia juga berhak membiarkan orang sakit dan menderita
sampai mati tanpa memberi pahala sedikit pun. Toch manusia adalah
ciptaan-Nya dan ia boleh melakukan apa terhadap diri manusia.
2. Allah telah menetapkan untuk tidak mendhalimi siapapun (lihat Al-Kahfi
49). Dengan dasar itu dapat difahami, bahwa tidak satupun dari apa-apa yang
dilakukan Allah atas diri manusia bisa mengundang protes manusia, kecuali
kalau manusia itu sendiri bodoh tidak mengenal Allah dan tidak memahami
petunjuk-Nya. Manusia yang seperti itu ibaratnya seperti anak kecil yang
menangis dan meronta-ronta ketika hendak disuntik. Padahal seandainya ia
faham ia tidak akan meronta, sebab suntikan itu bisa menyelamatkan nyawanya.
Di dunia ini hanya hamba-hamba-Nya yang benar-benar beriman yang mengetahui
hakikat Allah, bahwa Ia memang tidak pernah berbuat dhalim, sedangkan
manusia selain mereka baru akan tahu dan menyadari hakikat ini pada hari
Hisab nanti, di saat Allah menunjukkan ke-Maha Adilan-Nya kepada seluruh
umat manusia.

Demikianlah, mudah-mudahan jawaban ini bermanfa'at. WaLlahu a'lam
bish-shawwab.

Wassalamu 'Alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh
Nagoya, 30.04.99

M. Zubaidi

----- Original Message -----
From: Farhan BKC0042 Sani <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 29, 1999 04:01 �
Subject: [Tasawuf] Mengapa harus taat ?


>
>
> Assalamu'alaikum...
>
> Mohon bantuan rekan - rekan semua. Seorang teman belum lama ini bertanya
kepada
> saya mengenai hidup manusia. Tetapi karena pengetahuan saya masih termasuk
awam
> saya tidak berani untuk memberikan jawabannya.  Pertanyaanya kurang lebih
> demikian :
>
> "Saya tahu bahwa tujuan hidup manusia telah diterangkan secara jelas dalam
> Al Qur'an surat Adz Dzariyaat : 56, yaitu untuk beribadah / taat kepada
Allah.
> Namun saya masih belum mengerti mengapa kita harus taat kepada Allah,
sedangkan
> kita tidak minta untuk diciptakan oleh Allah ke dunia ini
> Mengapa kita harus diciptakan untuk hidup di dunia,
> toh kita tidak pernah menginginkannya ?"
>
> Demikian pertanyaan dari teman saya tersebut. Saya tahu dia tidak
bermaksud
> untuk mengingkari Allah, namun seperti yang ia katakan ia hanya belum
mengerti
> hikmah dibalik kehidupan ini.
> Saya harap bantuan dari rekan -rekan semua.
>
> Wassalam,
>
> Farhan S
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke