Assalamu'alaikum..
Pertanyaan kawan anda ini mungkin juga merupakan pertanyaan kebanyakan
manusia yang suka memikirkan tentang keberadaanya di dunia ini.
Memang tidak mudah untuk menjawabnya, karena menyangkut kewenangan Allah.
Sedikit saya ingin berpendapat sebagai berikut :
Tahap sebelum penciptaan:
-------------------------
Saya ajak rekan-rekan membayangkan jagad-raya ini belum tercipta.
(Hal ini saya sampaikan untuk menyederhanakan masalah).
Tentunya dalam kondisi semacam itu tidak ada apa-apa kecuali
Allah sebagai Dzat yang Maha Awal.
Karena yang ada hanya Allah, maka seandainya ada kehendak
tiada lain hanya kehendak Allah.
Adakah kehendak-kehendak lain selain-kehendak Allah?
Tentu jawabnya tidak ada.
Pemikiran rekan anda bahwa kita lahir kedunia itu bukan kehendak
kita itu nampaknya logic tapi menurut pendapat saya tidak fair.
Berkaitan dengan kondisi belum ada apa-apa (sebelum penciptaan)
itu kita tidak bisa mengkalim 'ingin' atau 'tidak ingin'. Karena
sebelum penciptaan itu kita belum 'ada' bagaimana mungkin kita
bisa mengklaim kita 'tidak berkehendak'?
Proses berkehendak ini baru akan mungkin, setelah kita 'ada' atau
diciptakan. Baru bisa berkehendak 'mau' atau 'tidak mau'.
Tahap Penciptaan:
-----------------
Allah Dzat Yang Maha Awwal, dengan segala kesempurnaan sifatNya
mutlak tanpa pengaruh dan ketergantungan kepada apapun.
Dia berkehendak menciptakan sesuatu (ingat dalam hal ini) tidak
ada kehendak lain, selain kehendakNya.
Segala yang diciptakan Allah akan mencerminkan sifat-sifat
kesempurnaanNya sebagai Yang Maha Menciptakan. Bertolak dari
keMaha Sempurnaan Allah selaku Sang Maha Pencipta, mutlak hukumnya
bahwa ciptaanNya itu pasti sempurna.
Ironis sekali kalau yang tercipta (misalnya manusia) merasa kurang
puas bahwa dia tercipta. Ini mungkin disebabkan karena kurangnya
memahami akan Kesempurnaan sifat-sifat Sang Pencipta.
Special untuk manusia, by default sudah sempurna karena Penciptanya
juga Maha Sempurna, namun masih dinyatakan oleh Sang Pencipta bahwa
manusia adalah sebaik-baik ciptaan. Kalau kita masih kurang puas
karena telah tercipta, perlu kiranya merenungkan kembali....
Demokratis
----------
Dalam proses penciptaan, atau paling tidak salah satu komponent
dari manusia itu tercipta, Allah sudah beridalog dengan yang
tercipta (ruh). Dalam hal ini semua manusia yang tercipta mengakui
Allah sebagai Tuhannya. Tentunya pengakuan ini akan membawa
konsekwensi patuh terhadap perintahNya.
Harus Taat?
-----------
Menurut pendapat saya tidak.
Mau patuh boleh tidak patuh juga boleh saja. Semua terserah kepada
manusia. Hanya saja Sang Pencipta sudah menjelaskan resiko atau
konsekwensi dari setiap pilihan manusia baik atau buruk.
Taat itu untuk siapa?
---------------------
Segala bentuk pengakuan, pemujaan, persembahan dan peribadatan
menurut pendapat saya itu untuk manusia itu sendiri. Insya Allah
Allah tidak butuh, dan tidak ada pengaruhnya baik manusia patuh
menyembahNya atau tidak. Bagi Allah tetap saja Berdiri Sendiri.
Sebagai contoh Kalimah Tahmid, Tahlil dan Tasbih
------------------------------------------------
Menurut pendapat saya pemujaan kepada Allah dalam hal ini bagaikan
kita menyemai dan menyirami benih-benih cinta Illahi dalam hati kita
sendiri. Semakin banyak kita mengucapkan kalimah-kalimah toyibah
insya Allah akan semakin paham dengan apa yang kita ucapkan itu.
Tetapi tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap Kemaha Besaran Allah.
***Jadi segala bentuk ibadah yang dianjurkan kepada manusia itu
bukan untuk kepentingan Allah melainkan untuk manusia itu sendiri***.
Kalau manusia diciptakan sebagai ciptaan yang tertinggi, kemudian
diberikan kekuasaan, panduan, pedoman hidup, penghargaan dan
berbagai fasilitas dalam mengemban misi hidupnya, kok masih
kurang puas,..... sekali lagi perlu dikaji ulang.
Mohon maaf atas segala kekurangan, mohon diluruskan kalau ada kesalahan.
Walla'hu a'lam,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)