Wawan Djuwarsa wrote:
 
> Assalamualaikum wr.wb.

Wa'alaikum sal�m warahmatull�hi wabarak�tuh.

> Sehubungan dengan jawaban saudara Istigfar,  tanpa bermaksud menyalahkan
> atau menghujat.... :)   saya tertarik dengan kalimat "mungkin memang
> kebetulan saja".

Ya, benar. Daripada menghujat, lebih baik kita berusaha keras untuk
memahami orang lain yang mengatakan sesuatu yang kita anggap 'aneh'.
 
> Saya ingin bertanya kepada pengasuh milis Tasawuf ini atau rekan-rekan
> lain ...Apakah ada PERISTIWA apa pun di dunia ini yang terjadi secara
> KEBETULAN ?
> 
> Contoh konkretnya banyaklah kita jumpai ..misalnya "kebetulan saya
> berpapasan" "kebetulan saya terpilih" "kebetulan pas saya
> butuh..barangnya ada" dsb.nya.
> 
> Saya pribadi cenderung berpendapat (belum tentu benar..)  TIDAK ADA
> SESUATU YANG TERJADI SECARA KEBETULAN...pasti disitu ada MAHA
> PLANNING..disitu ada "Hikmah" (termasuk kasus yang meninggal dunia
> secara "sehidup semati" ini....selain karena memang sudah takdirnya)
> cuma saya tidak punya "argumen" yang kuat.

Orang berpendapat tertentu karena menggunakan sudut pandang tertentu. 
Bung Wawan berkata bahwa tiada sesuatu yang terjadi secara kebetulan,
disebabkan karena dalam cakrawala pandangannya terlihat sosok Yang
Maha Berkehendak dari sisi tertentu. Sosok ini tidak terlihat ketika
seseorang menyebut 'kebetulan' pada saat itu, atau kalaupun terlihat,
ia terlihat dari sisi yang lain. Pada saat-saat lain, ketika dalam
cakrawala pandangannya hadir sosok yang sama dan dari sisi yang sama
pula, maka tentu seseorang akan berpendapat yang sama.

Dengan pernyataan di atas bukan maksud saya untuk merendahkan
seseorang, tetapi lebih cenderung untuk mengingatkan bahwa hampir
tidak ada dua manausia yang berada pada koordinat yang sama pada saat
yang sama ketika mengamati sesuatu obyek. Dalam keragaman koordinat
itu secara garis besar kita dapat menyebut front view, rear view, side
view, top view, bottom view; bahkan ada close-up (zoom) view dan
perspective view. 

Orang akan menjadi semakin berilmu kalau menyadari bahwa (1) tak
seorangpun yang berhak memiliki pandangan yang mutlak (terlepas dari
ikatan sudut pandang) karena pandangan mutlak itu hanya milik Allah,
dan (2) tak seorangpun dapat disalahkan karena memandang sesuatu
dengan sudut pandangnya sendiri; top view, bottom view dll semuanya
benar secara relatif. 

Berdiskusi adalah bertukar sudut pandang, agar cakrawala kita lebih
luas. Siapkan botol kosong untuk diisi dengan cakrawala orang lain.

Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke