Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dalam fenomenanya, banyak orang yang karena menyangka pembimbing ghaib ini
adalah "utusan Allah", secara sugestif membuatnya jadi melaksanakan agama
dengan baik dan ikhlas.
Sehingga tanpa disadari (walaupun persepsinya keliru tentang pembimbing
ghaib tsb) membawanya kepada perjalanan keagamaan yang benar. Sehingga
karena pelaksanaan agama yang benar tsb, Allah melimpahkan kepadanya
rahmat-Nya kepada orang tersebut.
Tetapi karena hal tersebut bukan sedikit yang malah jadi kepeleset.
Setahu saya, di Sulawesi Selatan banyak sekali terjadi hal ini. Namun
kebanyakan mereka menyangka yang membimbing mereka adalah Syaikh Yusuf
(seorang wali asal Sulawesi Selatan yang pernah berdakwah di Afrika Selatan).
Saya tidak akan mengatakan apa yang terjadi dengan Ibu Lia A dan siapa yang
mendampingi ibu Lia A sesungguhnya, karena pengetahuan sayapun tentangnya
sangat terbatas. Namun yang saya ketahui Ibu Lia A adalah termasuk orang
yang berjalan dalam agama yang benar. Bahkan sekarang ini secara maqam dan
ketakwaan beliau jauh lebih baik daripada saya.
Perihal karena keterbatasan pengetahuannya ia menyangka yang mendampinginya
adalah malaikat Jibril, serta segala hal yang dilaluinya sehingga sempat
menghebohkan masyarakat, itu adalah permasalahannya dan sesungguhnya itu
juga adalah ujian Allah baginya. Juga sebagai penerang bagi orang-orang
yang mau berpikir.
Wallahu'alam
At 01:11 AM 5/21/99 -0400, you wrote:
>Wa'alaikum salam Wr.Wb.
>Abah Hilmy & Semuanya
>
>Terima kasih atas postingnya, saya pendatang baru dimilis tercinta ini.
>Kalau boleh bertanya, apakah pendamping yang dimaksud ini adalah seperti
>kejadian yang dialami oleh Ibu Lia Aminuddin baru baru ini ?
>Saya sangat tertarik sekali mengenai hal ini, terutama dalam mengarungi
>samudera tasawuf ini sudah barang tentu kita perlu mengetahui rambu rambu
>sebagai pedoman agar bisa sampai ditujuan.
>Mohon dapat tambahan ilmu lagi dari Abah.
>Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
>Deden.T
>
>
>
>
> ----------
> From: Abah Hilmy[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, May 21, 1999 7:14 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Tasawuf] Pendamping Ghaib
>
> Bismillahirrahmaanirrahiim
>
> Assalamu'alaikum Wr. Wb
>
> Banyak "pejalan Tasawuf" yang berjalan menuju Allah berdasarkan apa
>yang
> mereka katakan "Guru Ghaib". Ada yang mengatakan guru gahib tsb
>adalah
> Malaikat atau Jiwa Orang shalih.
>
> Memang "pendamping" ini banyak memberikan panduan dalam beribadah...
> peringatan kalau berbuat salah... Penjelasan Al Qur'an, Informasi
>ghaib
> tentang suatu hal, dsb. Namun apakah benar mereka adalah malaikat
>atau jiwa
> orang shalih... Biasanya dampingan dari sang pendamping bersifat
>terus
> menerus dan atau dapat dipanggil (diundang).
>
> Ketahuilah bahwa Malaikat Jibril pun tidak mendampingi terus menerus
> Rasulullah SAW. Rasulullah SAW juga tidak dapat (tidak melakukan)
> pengundangan terhadap malaikat jibril untuk menghadapi sebuah
>permasalahan.
>
> Demikian juga dengan jiwa orang-orang shalih. Mereka tidak
>mendampingi
> terus menerus juga tidak dapat dipanggil.
>
> Kebanyakan dari pendamping tersebut sesungguhnya adalah JIN MUKMIN.
>Jin
> yang beriman, sehingga pengetahuannya tentang agama Islam-pun cukup
>baik.
> Sehingga ia sanggup memerintahkan kebaikan, memperingati kalau
>salah,
> menjelaskan Al Qur'an, dsb.
>
> Namun karena tidak mengertian orang tersebut, ia menyangkan
>pendamping
> mereka adalah Malaikat ataupun Jiwa Orang-orang Shalih. Kessalahan
>ini
> apabila tidak disadari, dapat berakibat fatal nantinya.
>
> Mohon Maaf
> Abah Hilmy
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)