Alhamdulillah....
Terima kasih atas penjelasannya (pencerahannya) Pak Sunarman.
Pelajaran yang bisa saya tarik :
* Semua pandangan/ pendapat manusia bersifat relatif benar sesuai
dengan sudut pandangnya (yang mutlak hanya milik Allah)
* Kita tidak boleh menyalahkan orang lain karena sudut pandangnya
yang berbeda.
Pertanyaannya adalah ....Mohon maaf ...jika pertanyaannya agak "Error"
tapi ini saya perlukan...mudah-mudahan tidak bosan..J
Pada saat kita "HARUS" MENGAMBIL KESIMPULAN atau MENGAMBIL KEPUTUSAN
dari pandangan pandangan yang relatif "berbeda/ beragam" pertimbangan
apa yang harus kita ambil sebagai pegangan ?
Wassalam,
Wawan Djuwarsa
> -----Original Message-----
> From: R. Sunarman [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, May 21, 1999 8:19 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Tasawuf] Kebetulan ? [was : sehidup semati]
>
> Wawan Djuwarsa wrote:
>
> > Assalamualaikum wr.wb.
>
> Wa'alaikum sal�m warahmatull�hi wabarak�tuh.
>
> > Sehubungan dengan jawaban saudara Istigfar, tanpa bermaksud
> menyalahkan
> > atau menghujat.... :) saya tertarik dengan kalimat "mungkin memang
> > kebetulan saja".
>
> Ya, benar. Daripada menghujat, lebih baik kita berusaha keras untuk
> memahami orang lain yang mengatakan sesuatu yang kita anggap 'aneh'.
>
> > Saya ingin bertanya kepada pengasuh milis Tasawuf ini atau
> rekan-rekan
> > lain ...Apakah ada PERISTIWA apa pun di dunia ini yang terjadi
> secara
> > KEBETULAN ?
> >
> > Contoh konkretnya banyaklah kita jumpai ..misalnya "kebetulan saya
> > berpapasan" "kebetulan saya terpilih" "kebetulan pas saya
> > butuh..barangnya ada" dsb.nya.
> >
> > Saya pribadi cenderung berpendapat (belum tentu benar..) TIDAK ADA
> > SESUATU YANG TERJADI SECARA KEBETULAN...pasti disitu ada MAHA
> > PLANNING..disitu ada "Hikmah" (termasuk kasus yang meninggal dunia
> > secara "sehidup semati" ini....selain karena memang sudah takdirnya)
> > cuma saya tidak punya "argumen" yang kuat.
>
> Orang berpendapat tertentu karena menggunakan sudut pandang tertentu.
> Bung Wawan berkata bahwa tiada sesuatu yang terjadi secara kebetulan,
> disebabkan karena dalam cakrawala pandangannya terlihat sosok Yang
> Maha Berkehendak dari sisi tertentu. Sosok ini tidak terlihat ketika
> seseorang menyebut 'kebetulan' pada saat itu, atau kalaupun terlihat,
> ia terlihat dari sisi yang lain. Pada saat-saat lain, ketika dalam
> cakrawala pandangannya hadir sosok yang sama dan dari sisi yang sama
> pula, maka tentu seseorang akan berpendapat yang sama.
>
> Dengan pernyataan di atas bukan maksud saya untuk merendahkan
> seseorang, tetapi lebih cenderung untuk mengingatkan bahwa hampir
> tidak ada dua manausia yang berada pada koordinat yang sama pada saat
> yang sama ketika mengamati sesuatu obyek. Dalam keragaman koordinat
> itu secara garis besar kita dapat menyebut front view, rear view, side
> view, top view, bottom view; bahkan ada close-up (zoom) view dan
> perspective view.
>
> Orang akan menjadi semakin berilmu kalau menyadari bahwa (1) tak
> seorangpun yang berhak memiliki pandangan yang mutlak (terlepas dari
> ikatan sudut pandang) karena pandangan mutlak itu hanya milik Allah,
> dan (2) tak seorangpun dapat disalahkan karena memandang sesuatu
> dengan sudut pandangnya sendiri; top view, bottom view dll semuanya
> benar secara relatif.
>
> Berdiskusi adalah bertukar sudut pandang, agar cakrawala kita lebih
> luas. Siapkan botol kosong untuk diisi dengan cakrawala orang lain.
>
> Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
> RS
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)