> -----Original Message----- > From: Mulkan, Teladan > Sent: Monday, May 24, 1999 5:08 PM > To: Alishinta, Debby; Anandya, Ayesha; Imelda Adiputra; Widyarto, Wing; > Effendi, Bernardus; Sutoto, Dewita; Rachmasari,; Guritno, Suryo > Subject: FW: Situasi hari ini > > > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Monday, May 24, 1999 4:40 PM > To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED] > Subject: Situasi hari ini > > > > > ---------------------- Forwarded by Intan Suri/BASF-INDONESIA/BASF on > 05/24/99 04:39 PM --------------------------- > > > Wahyuniati-Ratri Diani > 05/24/99 03:42 PM > > To: Hanny Nursalim/BASF-INDONESIA/BASF@ASIA-PACIFIC, Lilik > Trimulyawan/BASF-INDONESIA/BASF@ASIA-PACIFIC, Rini > Meliani/BASF-INDONESIA/BASF@ASIA-PACIFIC, Ratna > Sarah/BASF-INDONESIA/BASF@ASIA-PACIFIC, Indah > Wulansari/BASF-INDONESIA/BASF@ASIA-PACIFIC, [EMAIL PROTECTED], > [EMAIL PROTECTED], Dewi-Noor Wulan/BASF-INDONESIA/BASF@ASIA-PACIFIC, > Melan C Teja/BASF-INDONESIA/BASF@ASIA-PACIFIC, Intan > Suri/BASF-INDONESIA/BASF@ASIA-PACIFIC > cc: > Subject: Situasi hari ini > > > > > Kantor Golkar Diserang Massa > Reporter: Sigit Widodo > detikcom, Jakarta - Perang massa pendukung Golkar dengan warga > masyarakat, akhirnya pecah juga, pada Senin (24/05/1999). Pukul 14.10 > massa dikejar Brimob, Tembakan peringatan dilepas. Massa kocar-kacir. > Perang lempar batu diikuti dengan pembakaran atribut Golkar, meletus di > Jl.Pegangsaan Barat, Jakarta Pusat. Senin (24/05/1999) hingga pukul > 14.10 WIB, bentrokan masih marak. Setekah sempat reda, pada pukul 14.10 > WIB, puluhan massa dengan membawa batu dan pentungan kembali menyerang > DPD Golkar. > Situasi itu kian panas ketika PHH Brimob mengejar para penyerang. > Tembakan peringatan dilepaskan. Massa berhamburan. Kocar-kacir di > seputar stasion Cikini. Massa Golkar dengan massa dari warga masyarakat > tersebut melibatkan ratusan orang. > Serangan pertama datangnya dari warga masyarakat yang sudah sejak pagi > berkerumum di depan sekretariat DPD I Golkar DKI Jakarta di > Jl.Pegangsaan Barat No.4 Jakarta Pusat. Tiba-tiba saja pada pukul 13.45 > WIB mereka melempari kantor DPD tersebut dengan batu. > Massa yang jumlah ratusan itu sempat mengejar mobil yang ditumpangi > Komandan Satgas Golkar, MZ Abidin yang berniat meninggalkan kantor DPD. > Dan mungkin karena panik, si sopir sempat kehilangan kendali dan > menabrak sepeda yang dikendarai oleh wartawan majalah Varia Teresia, > Anton. Untungnya tabrakan ini tidak parah. > Satgas Golkar yang berada di dalam DPD, segera membuka pintu gerbang > yang sejak pukul 11.00 WIB ditutup rapat-rapat. Satgas Golkar tersebut > kemudian berhamburan menyerang balik. Terlihat ada Satgas Golkar yang > bersenjatakan golok. > Akibat serangan balik tersebut, ratusan warga yang menyerang itu > kemudian berhamburan lari. Kocar-kacir. Dan mereka kemudian > terkonsentrasi di depan bioskop Megaria. Bentrokan ini memang tidak > berlanjut lebih parah lagi. Apalagi, dua truk PHH dari Brimob segera > datang dan mengawal ketat kantor DPD Golkar tersebut. "Tidak ada korban > yang jatuh dari pihak Golkar,"kata Satgas Golkar, Cornelef. > Bentrokan itu terjadi, menurut cerita beberapa orang yang menyerang itu, > bermula pada Senin (24/05/1999) pagi. Ketika itu aktivis Golkar > mengumpulkan massa dan membagi-bagikan kaos dan menjanjikan iming-iming > Rp 10.000 per orang bagi yang ikut kampanye. Rupanya janji itu meleset > dan massa kemudian marah menyerang DPD Golkar. > > Akbar Tanjung di Depan 300 Massa Golkar > 'Adili Soeharto, Kita Bukan Status Quo' > Reporter Ira Gewe dan Bogi Rianto > detikcom, Jakarta. Ditunggu sekitar dua jam, Akbar Tanjung akhirnya > tampil di lapangan Rajawali, Jakarta. Di depan sekitar 300 massanya, ia > menyatakan Golkar menuntut pengadilan mantan presiden Soeharto. Dia pun > menolak dituduh pro status quo. > "Kami bukan partai status quo," kata Akbar di depan ratusan massa, di > lapangan Langser Rajawali, Sawah Besar, Jakpus, Senin (24/5/1999). > Buktinya, pemerintahan yang saat ini dipimpin Golkar, mau memajukan > pemilu. "Itu bukti bahwa kami reformis," katanya. > Bukti lain yang ditunjukkan Akbar, adalah bahwa Golkar yang berteriak > untuk membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali. "Golkar beruang > untuk membatasi masa jabatan presiden," kata Akbar. Teriakan hidup Akbar > pun berkali-kali dikumandangkan. Juga ada teriakan yang tidak simpati > dari massa Golkar, yakni 'Hidup Akbar, Bunuh Amien Rais.' > Lapangan tempat kampanye yang sebenarnya bekas tempat bangunan itu, > mestinya bisa menampung sekitar 5 ribu orang. Tapi hanya dihadiri > sekitar 300 orang lebih. "Kita nggak usah kecewa, ini kampanye tingkat > kecamatan, tak perlu besar-besar," kata Akbar. "Yang penting kita datang > tak dibayar." > Akabr sebenarnya dijadwalkan datang pukul 10.00 WIB. Namun baru pukul > 12.00 WIB Akbar melakukan pidato. Sekitar satu jam Akbar membakar > massanya, didampingi sang istri Nina Tanjung yang menyannyi lagu > dangdut. > Walau banyak hujatan bahwa massa Golkar datang karena money politic, > Akbar minta massanya agar sabr. Sebab orang sabar dikasihani Tuhan. > Akbar juga mengungkap soal hubungannya dengan Soeharto dan Habibie. > "Golkar baru sudah putus hubungan dengan masa lalu," katanya. Oleh > karena itu, ia minta Habibie bertanggungjawab soal pengusutan mantan > presiden Soeharto di SU MPR mendatang. Golkar pun mendesak agar Soeharto > diadili segera. "Tapi kami tetap berpegang pada prinsip praduga tak > bersalah." > Beberapa kader Golkar seperti Ruhut Sitompul juga ada di situ. Juga > artis-artis pendukung Sinetron Si Doel Anak Sekolahan, yakni Munaroh, H. > Nasir, dan lain-lain. Selesai dari situ, Akbar pun pindah kampanye ke > Ckarang dan Jakarta Selatan. > Walau Golkar mengelak melakukan money politics, tapi salah seorang > anggota masyarakat Zaenal menyatakan dia sudah diminta mengumpulkan > massa untuk kampanye Golkar. "Ternyata setelah sampai di sini, saya > nggak dapat duit," katanya. > Padahal, kata dia, sebelumnya seorang yang mengaku dari Golkar minta dia > untuk datang ke DPD Jl Pegangsaan Bbarat untuk diberi kaos dan duit Rp > 10 sampai Rp 50 ribu. "Ternyata bohong," katanya. Ia tidak mau bila > pemberian dana itu dilakukan setelah kampanye. Katanya, kelamaan. > "Jangan-jangan setelah kampanye, langsung kita ditinggal." > > > ------------------------------------------------------------------ > > > > > > --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
