SAINS, PENGETAHUAN, DAN TASAWUF
PENGETAHUAN TASAWUF BAGI SELURUH UMAT MANUSIA

Naskah asli: Henry Bayman 
http://home.att.net/~nungan/sufism/
Diterjemahkan: R. Sunarman

PIKIRAN DAN JIWA

Kini telah tiga setengah abad sejak Descartes mempertanyakan dua hal:
Apakah pikiran dan tubuh itu terpisah? Jika ya, bagaimana keduanya
berinteraksi? Setelah penyelidikan alam secara intensif lebih dari
tiga ratus tahun, dua pertanyaan Descartes itu masih menunggu jawaban.
Kita telah membuat terobosan dalam penemuan-penemuan di dunia materi,
tetapi kita menghadapi tembok ketika mempertanyakan pikiran
(mengabaikan sementara kesulitan-kesulitan yang terlibat dalam
pendefinisiannya). 

Kata Perancis l'esprit bermakna baik "pikiran" maupun "jiwa." Tidak
jelas mana yang dimaksud Descartes ketika ia membagi keberadaan
menjadi dua elemen pokok, res cogitans (pikiran/jiwa) dan res extensa
(materi), tetapi jelas bahwa "jiwa" turun ke bawah permukaan
pembicaraan, dan kita sejak itu selalu mentok ketika membicarakan
"pikiran". Akibatnya, banyak upaya dilakukan untuk mereduksi pikiran
menjadi 'bicara', menjadi aktivitas elektrokimia dalam otak, apapun
selama dapat menghindari keberadaan yang independen.

Jika kita tidak dapat mereduksi pikiran menjadi materi, siasat
berikutnya ialah mengelak dari adanya masalah. Sialnya, pengalaman
subyektif (apa yang kita lihat di dalam diri kita sendiri) masih tetap
ada apakah kita mengelak atau tidak. Apa yang tak seorang pun mampu
menerangkan setelah penelitian selama tiga abad oleh otak-otak yang
cerdas itu ialah bagaimana tepatnya (dengan menganggap bahwa materi
lebih fundamental dari pada pikiran) sejumlah elektron bergerak cepat 
di dalam otak diterjemahkan menjadi kesadaran bau mawar. Para ahli
biologi syaraf telah dan masih akan mengungkap banyak hal mengenai
cara kerja otak. Mereka telah menangkap sinyal-sinyal yang berasal
dari panca indera ke dalam otak, wilayah khusus di mana
isyarat-isyarat itu diproses; semua sangat terperinci, bahkan
barangkali sampai ke taraf molekul. Ketika mereka menggambar
kekosongan, ketika semua upaya berakhir dengan kegagalan, perangkat
keras otak yang mengagumkan itu berubah menjadi pengalaman kesadaran.

Mungkin dalam tiga abad lagi masalah itu akan terpecahkan. Mungkin
juga tiga ribu tahun, atau limapuluh tahun. Seseorang bahkan mungkin
membawa solusi besok pagi. Namun, sebelum saat itu tiba, riset selama
tiga ratus tahun ditambah dengan pendapat umum, memberi kesan bahwa
kita mungkin sedang mencari sekeranjang emas di ujung bianglala. Kita
melakukan sesuatu yang sia-sia. Itulah sebabnya mengapa Descartes dan
filosof lain masih bersama kita. Yang terbaik ialah mengakui kedua hal
yang berbeda, realita eksperienasial dan eksistensial bagi manusia,
internal dan eksternal, keduanya merupakan kenyataan, keduanya
diciptakan oleh Allah dan berasal dari sana, hingga suatu saat ketika
pengetahuan kita memberikan jawaban yang memuaskan. Lama-kelamaan
orang menjadi bosan dengan apa yang orang pura-pura tahu mengenai hal
yang merk sebenarnya tidak tahu.

Analis John Searle mengatakan baru-baru ini, orang dapat menerima
keberadaan dunia obyektif tanpa menyangkal keutuhan spiritual dunia
subyektif. Seperti menduanya gelombang-partikel dalam fisika kuantum,
kesadaran (dengan pikiran termasuk di dalamnya) dan materi dapat
dipandang sebagai aspek-aspek yang saling melengkapi dari dunia yang
sama.

Dalam The Mystery of the Mind (1975), ahli syaraf Wilder Penfield
menulis bagaimana penemuan pembedahan menggiringnya ke arah hipotesis
bahwa pikiran terpisah dari otak, dengan energi yang berbeda dari
energi otak. Hipotesis itu masih ada, dan rupanya ditakdirkan untuk
masih tetap bersama kita dalam beberapa waktu mendatang.

Berlawanan dengan pikiran dan jiwa, ingatan (memori)
sekurang-kurangnya merupakan sesuatu yang sebagian orang menyangkal
keberadaannya. Ahli biologi syaraf Steven Rose telah meneliti ingatan
selama 30 tahun belakangan ini; ia berkata: "Mustahil untuk
menyebutkan di bagian otak yang mana ingatan itu terletak... Ingatan
tinggal di mana-mana, tetapi sekaligus juga tidak di mana-mana di
dalam otak."


MASALAH PIKIRAN/OTAK

Beberapa orang merasa kesulitan dalam membayangkan mengapa jika
pikiran dan materi itu independen [dan karena itu pikiran independen
dari otak], kerusakan otak berpengaruh besar terhadap kemampuan
mental. Jawabannya, otak merupakan 'transducer' yang berfungsi sebagai
interface dua arah antara dunia mental/spiritual dan dunia material.

Karena itu, setiap gangguan fisiologis dalam otak, akan tercermin ke
dalam kegiatan mental. Anggaplah pikiran itu sebagai gelombang
elektromagnet yang dipancarkan dari stasiun pemancar TV atau radio
yang jauh; otak adalah penonton atau pendengarnya di rumah
masing-masing. Setiap kerusakan perangkat keras pesawat penerima tentu
saja mempengaruhi mutu penerimaan meskipun gelombang elektromagnet itu
sendiri tidak diproduksi oleh pesawat penerima.

Namun otak bukan hanya transducer satu-arah yang menghubungkan pikiran
dengan dunia luar; ia juga merupakan interface dengan panca indera dan
menyampaikannya kepada pikiran. Mirip dengan sebuah komputer yang
menerima data sebagai input dan, meng-output-kannya sebagai hasil
kalkulasi. Komputer terdiri dari dua komponen yang kompatibel, yaitu:
hardware dan software. Setiap ada masalah dalam saluran input dari
hardware akan menyebabkan kekeliruan dalam penerimaan data dari dunia
luar, dan meskipun software-nya baik-baik saja, ia tak dapat membantu
menghasilkan hasil yang baik dari input yang buruk.

Perlu ditandaskan bahwa perumpamaan ini hanya merupakan analogi
belaka; sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyamakan otak adalah
atau setara dengan hardware, dan pikiran dengan software, tetapi dalam
batas tertentu, otak dan pikiran berfungsi mirip dengan hardware dan
software dalam sebuah komputer.



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke