Assalamu a'laikum Wr.Wb.
Pertanyaan ini saya tujukan kepada Bapak Abah Hilmy Yang dicintai Allah.
yaitu:
Merujuk kepada Al-Qur'anul karim bahwa Allah itu Maha Pengasih, Maha
Penyayang, dan Maha Pelindung. Sehubungan dengan ini, siapapun dia jika
melihat dan mengingat peristiwa penyiksaan dan pembantaian saudara2 kita
umat muslim di Bosnia, dan sekarang di Kosovo, kemudian peristiwa yang sama
yang terjadi di tanah air kita sendiri beberapa waktu yang lalu, pasti
hatinya merasa bak disayat silet dan sembilu, apa lagi yang membantai itu
adalah golongan kafirun yang sudah dibenci oleh Allah SWT.
Pertanyaan saya disini adalah : (maaf pertanyaan agak kekanak-kanakan).
1. Kenapa tidak ada perlindungan dari Allah secara langsung ketika itu, pada
saat ratusan bahkan ribuan umat muslim sedang menghadapi penyiksaan
dan pembantaian oleh kaum kuffar, padahal kita semua juga yakin pada
saat yang sama ketika itu detik2 dalam kritis menghadapi maut, mereka
juga telah merintih dan berteriak dalam do'a memohon perlindungan kepada
Allah walaupun dalam keadaan yang sangat panik,..dan toh akhirnya juga
kekuatan2 tangan jahilia yang biadab, tetap juga dengan tidak
berprikema-
nusiaan mencabut dan mencabik jiwa saudara2 muslim kita hingga tewas
dan gugur suhada'.
Padahal Allah Maha Pelindung, Maha Pengasih dan Penyayang kepada
umat ciptaan-Nya.
2. Terlepas dari masalah takdir, nasib, dan lain2...saya ingin penjelasan2
bapak Abah Hilmy dikaitkan dengan perjalanan ilmu Tasawuf, walaupun
soal kematian bukan masaalah buat seorang muslim.
Sehubungan dengan peristiwa2 tersebut, saya yakin semua umat Islam
didunia ini menghendaki dan berandai-andai harap, bahwa mestinya umat Islam
tetap dalam lindungan Allah bila mendapat gangguan atau serangan
dari luar, seperti halnya perlindungan Allah (mukjizat) yang terjadi pada
umat Islam terdahulu, misalnya perlindungan Allah SWT terhadap umat Islam di
Mekkah disaat tentara Raja Abraha menyerang Baitullah.
Ataukah di abad 20 an ini do'a umat sudah kurang atau sudah tidak didengar
oleh Allah SWT, sebab"Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita,
yang selalu penuh dengan dosa-dosa", seperti apa yang ditembangkan oleh
saudara kita Ebiet GAD dalam syair lagunya, mulai menjadi kenyataan.
Wassalam
H.Nading
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)