(bagian 3/3) Dan sungguh, musuh-musuh mereka akan masuk ke dalam api neraka. Sungguh, musuh-musuh mereka adalah orang-orang yang mendengar suara neraka yang mengerikan; (suara) api yang menggelegak, dan yang dikelilingi oleh algojo-algojonya. Sungguh musuh-musuh mereka adalah orang-orang yang disifatkan oleh Allah sebagai umat yang saling mengutuk saudaranya ketika masuk ke dalam api neraka. Sungguh, musuh-musuh mereka adalah orang-orang yang seperti difirmankan oleh Allah berikut: "Setiap kali dilemparkan ke dalam api neraka satu kumpulan, maka penjaga-penjaga neraka itu bertanya kepada mereka, apakah belum pernah datang kepada kamu seorang pemberi peringatan. Mereka menjawab: 'benar ada', telah datang kepada kami seorang yang memberi peringatan, namun kami telah mendustakannya dan kami katakan: 'Allah tidak menurunkan suatu apapun'. Kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar." (QS: 67:8,9). Sungguh, para kekasih mereka adalah orang-orang yang takut akan Tuhannya secara ghaib; bagi mereka ampunan dan ganjaran yang besar. Wahai umat manusia! Sungguh jauh perbedaan antara neraka dan surga. Musuh kami adalah orang-orang yang dicela dan dikutuk oleh Allah; dan kekasih kami adalah orang-orang yang dipuji dan dicintai oleh Allah. Wahai umat manusia! Sungguh, aku adalah (Nabi) yang memberi peringatan, sementara Ali adalah pembimbing. Wahai umat manusia! Sungguh, aku adalah Nabi dan Ali adalah washi (penerima wasiat)-ku. Sungguh, penutup para imam adalah dari kami, (bergelar) Al-Qaim Al-Mahdi; yang akan menegakkan keadilan dan memperoleh petunjuk Allah. Sungguh, dia adalah pembela agama. Sungguh, dialah yang akan membalas kezaliman orang-orang yang zalim. Sungguh, dialah yang akan membebaskan benteng-benteng yang kuat dan akan menghancurkannya. Sungguh, dialah penghancur kelompok-kelompok kemusyrikan. Sungguh, dialah yang akan membalas darah-darah kekasih Allah yang tertumpah. Sungguh, dialah pembela agama Allah. Sungguh, dialah peneguk air lautan (makrifat dan hakekat) yang dalam. Sungguh, dialah yang menunjukkan keutamaan orang-orang yang mempunyai keutamaan, dan kebodohan orang-orang yang bodoh. Sungguh, dialah manusia pilihan Allah dan kekasih-Nya. Sungguh, dialah pewaris semua ilmu dan menguasai segala ilmu. Sungguh, dia adalah pembawa berita dari Tuhannya 'Azza wa Jalla, dan yang memberitahu tentang perkara iman. Sungguh, dia adalah manusia yang senantiasa memperoleh petunjuk (Allah) dan selalu dijayakan-Nya. Sungguh, dia adalah manusia yang diserahkan oleh Allah urusan makhluk ciptaan-Nya. Sungguh, dia adalah manusia yang kedatangannya telah diberitakan oleh para imam sebelumnya. Sungguh, dia adalah hujjah Allah yang terakhir yang masih hidup, dimana tiada hujjah lain setelahnya; tiada kebenaran melainkan bersamanya dan tiada cahaya melainkan ada disisinya. Sungguh, dia adalah manusia yang tak terkalahkan dan tiada yang akan menang terhadapnya. Sungguh, dia adalah wali Allah yang ada dibumi-Nya, penguasa yang hak dan benar disekitar makhluk ciptaan-Nya, dan manusia kepercayaan-Nya (pada martabat) zahir dan batin-Nya. Wahai umat manusia! Aku telah jelaskan kepada kalian sejelas-jelasnya (tentang perkara ini), dan inilah Ali yang akan menjelaskan kepada kalian setelahku. Usai khotbahku ini, aku menyeru kepada kalian untuk pertama-tama mengulurkan tangannya kepadaku, kemudian kepada Ali sebagai tanda bai'at dan pernyataan setia. Ketahuilah bahwa aku telah memberikan bai'atku kepada Allah, dan Ali telah memberikan bai'atnya kepadaku. Kini, berdasarkan perintah dari Allah 'Azza wa Jalla, aku mengajak kalian untuk membai'at. Barangsiapa mengingkari bai'atnya, berarti dia telah membinasakan dirinya sendiri. (Kemudian Nabi berkhotbah tentang perkara haji, tidak saya kutipkan disini dan sabda Nabi berikutnya adalah). Wahai umat manusia! Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat seperti yang kalian diperintahkan oleh Allah 'Azza wa Jalla. Apabila dikarenakan lamanya waktu berlalu kemudian kalian menjadi jahil atau lupa, maka Ali-lah - sebagai pemimpin kalian yang telah ditunjuk oleh Allah setelahku - yang akan menjelaskan (seluruh hukum-hukum itu) kepada kalian. Dia adalah orang yang dijadikan oleh Allah sebagai penggantiku; menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian dan menjelaskan kepada kalian segala apa yang tidak kalian ketahui. Sungguh, perkara-perkara yang halal dan yang haram adalah lebih banyak dari yang dapat kuhitung satu per satu dan kuberitahukan (kepada kalian). Untuk itu secara singkat kukatakan bahwa apa yang kuperintahkan pasti adalah perkara yang halal, dan yang kularang pasti adalah sesuatu yang haram. Kemudian aku diperintahkan untuk mengambil bai'at dan janji setia dari kalian agar menerima segala apa yang kubawa dari Allah 'Azza wa Jalla berkenaan dengan Ali selaku Amirul Mukminin dan para Imam yang datang setelahnya. Mereka adalah putra-putraku dan putra-putra Ali; para imam yang menegakkan kebenaran sampai hari kiamat, yang diantaranya adalah Al-Mahdi, yang akan memerintah (dunia ini) dengan kebenaran. Wahai umat manusia! Setiap perkara halal yang kuajarkan kepada kalian, atau perkara haram yang kucegah kalian darinya, adalah sesuatu yang tidak mungkin kuubah atau kucabut. Karena itu hendaklah kalian mengingatnya, memeliharanya dan saling mengajarkannya. Jangan sekali-kali kalian mengubahnya atau menggantinya. Kini kuulangi lagi perkataanku: hendaklah kalian mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar. Ketahuilah bahwa pangkal amar ma'ruf dan nahi mungkar adalah penerimaan kalian akan kata-kataku sebagai sesuatu yang final, dimana kalian yang hadir menyampaikannya kepada yang tidak hadir serta memerintahkan mereka untuk menerimanya dan mencegah mereka dari menentangnya. Sebab ini adalah perintah dari Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung, dan dariku. (Ketahuilah) bahwa upaya melakukan yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar tidak akan berarti melainkan sepengetahuan atau bersama Imam yang maksum (terpelihara dari dosa). Wahai umat manusia! Kitab suci Al-Qur'an telah menyatakan bahwa para imam setelah Ali adalah putra-putranya. Aku juga telah mengatakan kepada kalian bahwa Ali adalah bagian dariku dan aku adalah bagian darinya, seperti difirmankan oleh Allah dalamkitab-Nya: "(bahwa Ibrahim) telah menjadikan kalimat tauhid sebagai kalimat yang kekal pada keturunannya�" (QS: 43:28). Aku juga berkata: "Selagi kalian berpegang teguh pada keduanya (Al-Qur'an dan itrah keluarga Nabi), niscaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya ." Wahai umat manusia! Bertakwalah, sekali lagi bertakwalah kalian kepada Allah. Ingatlah akan dahsyatnya hari kiamat, seperti yang disifatkan oleh Allah dalam kitab-Nya: "Sungguh gempa hari kiamat adalah sesuatu yang maha dahsyat." Ingatlah saat-saat mati, hisab, timbangan dan pengadilan Allah terhadap kalian; (demikian juga) pahala dan dosa. Barangsiapa melakukan amal kebajikan, maka ia akan mendapatkan pahalanya, sementara mereka yang melakukan perbuatan yang buruk maka sedikitpun ia tidak akan memperoleh surga. Wahai umat manusia! Jumlah kalian demikian banyaknya sehingga tidak mungkin kalian bisa mengulurkan tangan bai'atnya kepadaku satu persatu. Namun demikian, Allah 'Azza wa Jalla telah memerintahkan aku untuk mengambil ikrar dari lisan kalian tentang pengangkatanku atas Ali sebagai Amirul Mukminin, dan para imam dari keturunanku dan keturunannya yang datang setelahnya, seperti yang pernah kuberitahukan kepada kalian bahwa zuriat keturunanku adalah berasal dari sulbinya. Katakan secara serentak: "Kami telah mendengar, akan patuh , rela dan ikut secara penuh atas apa yang telah engkau sampaikan dari Tuhan kami dan Tuhanmu berkaitan dengan kepemimpinan Ali dan kepemimpinan putra-putranya yang datang dari sulbinya. Untuk itu kami membai'atmu dengan hati, jiwa, lisan dan tangan kami. Berdasarkan itu pula kami hidup, mati dan dibangkitkan tanpa kami mengubah, mengganti, ragu, mencabut janji atau membatalkan ikrar dan pernyataan kami. Kami mematuhi Allah dan mematuhi engkau (Nabi), serta mematuhi Ali sebagai Amirul Mukminin. Demikian juga putra-putranya, para imam yang kau katakan berasal dari zuriat keturunanmu, yang datang dari sulbi Ali, Hasan dan Husain." Tentang Hasan dan Husain ini, telah kukenalkan kepada kalian kedudukan mereka di sisiku, tempat mereka dihadapanku dan martabat mereka di haribaan Tuhanku yang Maha Mulia dan Maha Agung. Semua itu telah kusampaikan kepada kalian. Sungguh mereka berdua adalah penghulu pemuda-pemuda surga, imam-imam pasca ayahnya, Ali; dan aku adalah ayah mereka sebelum Ali menjadi ayahnya. Katakan secara serentak: "Kami mematuhi perintah Allah, mematuhimu, Ali, Hasan dan Husain serta para imam setelahnya. Mereka adalah orang-orang yang kau ikat hati, jiwa dan lisan kami untuk berjanji setia, berikrar dan berbai'at lewat tangan Amirul Mukminin (Ali). Sebagian dari kami membai'atnya dengan tangannya dan sebagian yang lain dengan pernyataan lisannya. Sungguh kami tidak ingin berpaling darinya selama-lamanya. Kami jadikan Allah sebagai saksi dan cukuplah Allah sebagai saksi. Demikian juga engkau (Nabi), semua orang yang patuh kepada Allah, yang hadir dan yang tidak hadir, para malaikat Allah, tentara-tentaraNya dan hamba-hambaNya, semua adalah saksi-saksi kami. Namun Allah adalah lebih besar dari semua saksi." Wahai umat manusia! Apa yang kalian katakan? Sungguh Allah Maha Mendengar setiap suara dan Maha Tahu akan setiap jiwa yang tersembunyi. Barangsiapa memperoleh petunjuk, maka itu adalah keberuntungan bagi dirinya, dan barangsiapa yang tersesat, maka itu adalah kemalangan bagi dirinya. Mereka yang berbai'at, sebenarnya telah memberikan bai'atnya kepada Allah; dan Tangan Allah berada di atas tangan mereka semua. (QS:48:10). Wahai umat manusia! Bertakwalah kalian kepada Allah. Berbai'atlah kalian kepada Ali Amirul Mukminin, kepada Hasan dan Husain serta para Imam (keturunannya). Mereka adalah Kalimah Tayyibah yang masih tersisa di atas muka bumi ini. Kelak Allah akan membinasakan orang-orang yang mengkhianati mereka, dan merahmati orang-rang yang setia kepada mereka. "Barangsiapa melanggar janji dan bai'atnya, niscaya itu akan menimpa dirinya sendiri." (QS: 48:10). Wahai umat manusia! Ucapkanlah apa yang telah kukatakan kepada kalian. Salamilah Ali selaku Amirul Mukminin. Katakanlah: (Tuhan kami) Kami telah dengar dan akan patuh (pada perintah-Mu). Ampunilah kami wahai Tuhan kami. Sungguh kepada-Mu-lah segala sesuatu akan kembali." Katakanlah: "Segala puji bagi Allah yang telah membimbing kami kejalan ini. Sungguh, kami tidak akan memperoleh bimbingan tanpa bimbingan dari Allah." (QS: 7:43). Wahai umat manusia! Sungguh keutamaan Ali bin Abi Thalib di sisi Allah dan yang ada dalam Al-Qur'an adalah lebih banyak daripada yang bisa kusebutkan secara rinci ditempat ini. Siapapun meriwayatkannya dan memberitahukannya kepada kalian, maka percayailah dan terimalah ia. Wahai umat manusia! Barangsiapa patuh pada Allah, Rasul-Nya, Ali dan para Imam yang telah kusebutkan itu niscaya dia akan lulus dengan hasil yang amat sangat gemilang. Wahai umat manusia! Mereka yang segera berangkat memberikan bai'at kepadanya dan menjadikannya sebagai walinya serta menerimanya sebagai Amirul Mukminin, mereka adalah orang-orang yang selamat, dan kelak akan berada didalam surga yang penuh nikmat. Wahai umat manusia! Ucapkanlah kata-kata yang menyebabkan Allah rela terhadap kalian. Seandainya kalian dan semua penghuni bumi ini kufur kepada-Nya, niscaya itu tidak akan merugikan-Nya sedikitpun." (QS: 3:144). Ya Allah! Berikanlah ampunan-Mu kepada orang-orang mukmin, dan murka-Mu kepada orang-orang kafir. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Kemudian khalayak menyahut seruan Nabi dan berkata: "Kami telah dengar dan akan patuh pada perintah Allah dan perintah Rasul-Nya dengan sepenuh hati, lidah dan kekuatan kami." Mereka kemudian berhimpit-himpitan mengelilingi Nabi dan Ali untuk bersalaman dan mengulurkan tangan bai'atnya. Orang pertama yang berhasil mengulurkan tangan bai'atnya kepada Rasulullah (saaw) adalah Abubakar, kemudian Umar, lalu Usman. Berikutnya adalah orang-orang Muhajirin, Anshar dan seterusnya sesuai dengan tingkatan martabat mereka sampai tiba waktu Maghrib. Setelah shalat Maghrib dan Isya' yang dijamak dalam satu waktu, mereka kemudian meneruskan ikrar bai'atnya. Setiap kali orang datang berbai'at, Nabi kemudian berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah mengutamakan kami di atas seluruh penghuni alam semesta." (ini adalah batas selesainya/akhir hadits Ghadir Khum tersebut, dari saya). Sebagai keterangan atas tanda *), penerjemah menyebutkan bahwa mungkin yang dimaksud dengan kalimat 'ashabus shahifah' di atas adalah, seperti yang dilaporkan oleh al-Majlisi dalam kitabnya Bihar al-Anwar, sekelompok sahabat yang membuat sebuah perjanjian (agreement), yang kemudian ditulis dan ditandatangani oleh Sa'id bin 'Ash dan disimpan oleh Abu 'Ubaidah. Bagian dari isi perjanjian tersebut adalah: "Perkara berikut telah disepakati oleh sejumlah sahabat Nabi bahwa Nabi tidak mengangkat siapapun sebagai pengganti setelahnya. Adapun perkara kepemimpinan setelah Nabi sepenuhnya berada dibawah wewenang Abubakar, Umar, Abu 'Ubaidah dan Salim". Demikian kutipan hadits Ghadir Khum yang menurut sepengetahuan saya yang cukup lengkap yang berkaitan dengan shirathal mustaqiim dan 'SK Nabi' tentang penerus beliau. Semoga bermanfaat. Alhamdulillah Robbul 'Alamin Wassalaamu'alaikum wr.wb. SAL --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
