(bagian 2/3) Wahai umat manusia! Jangan kalian tersesat karena meninggalkannya; jangan kalian berpaling darinya; dan jangan kalian takabur dan enggan untuk menerima kepemimpinannya. Karena dia akan membawa kepada kebenaran dan mengamalkannya, serta menghancurkan kebathilan dan mencegahnya, tanpa dia peduli pada celaan para pencela dalam menjalankan perintah Tuhan-nya. Dialah orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya; dialah orang yang mengorbankan jiwa demi Rasul-Nya; dialah satu-satunya dari kaum lelaki yang pertama kali menyembah Allah bersama Rasul utusan-Nya. Wahai umat manusia! Utamakanlah dia, karena Allah telah mengutamakannya. Terimalah dia, karena Allah yang telah mengangkatnya. Wahai umat manusia! Dialah Imam yang ditunjuk oleh Allah. Allah tidak akan mengampuni orang-orang yang ingkar terhadap wilayah dan kepemimpinannya, dan sekali-kali tidak akan pernah memaafkan (mereka). Sungguh, Allah telah memastikan Diri-Nya untuk melakukan itu bagi mereka yang menentang perintah-Nya dalam perkara ini, dan akan menimpakan kepada mereka azab yang pedih, maha dahsyat dan selama-lamanya. Awas! Jangan kalian mengingkarinya karena itu akan mengantarkan kalian ke dalam api neraka, yang bara apinya terdiri dari manusia dan batu-batuan yang telah disiapkan bagi orang-orang kafir. Wahai umat manusia! Demi Allah, para nabi dan rasul terdahulu telah memberitakan kepada kaumnya akan kedatanganku. Aku adalah akhir dan penutup seluruh nabi dan rasul. Aku adalah bukti (hujjah) Allah bagi segenap makhluk-Nya, di langit dan di bumi. Barangsiapa ragu-ragu tentang itu, maka dia adalah orang kafir sekafir orang jahiliah terdahulu. Barangsiapa meragukan sebagian ucapanku, itu berarti dia meragukan keseluruhannya. Orang yang ragu-ragu seperti itu baginya adalah api neraka. Wahai umat manusia! Anugerah Allah kepadaku akan keutamaan-keutamaan ini adalah karena kasih sayang-Nya dan ihsan-Nya yang agung kepadaku. Tiada Tuhan melainkan Dia. Baginya pujian dariku pada setiap keadaan sepanjang masa dan selama-lamanya. Wahai umat manusia! Utamakanlah Ali, sebab dia adalah manusia yang paling utama setelahku, baik dari kalangan laki-laki ataupun perempuan. Karena kamilah kemudian Allah turunkan rizki-Nya (kepada kalian) dan (karena kami jugalah maka) seluruh makhluk memperoleh kehidupan. Terkutuklah dan sungguh terkutuk; menjadi murka dan sungguh menjadi murka mereka yang menolak ucapanku ini dan merasa tidak berkenan di dalam hatinya. Ketahuilah bahwa Jibril telah memberitahu aku tentang itu berdasarkan firman Allah kepadanya: "Barangsiapa memusuhi Ali dan tidak me-wila'-nya (menyatakannya sebagai wali) niscaya dia akan memperoleh laknat-Ku dan murka-Ku." Karena itu hendaklah setiap jiwa melihat apa yang akan disiapkannya untuk hari esok. Takutlah kamu kepada Allah, dan hindarilah dari menentang-Nya, karena akibatnya kalian akan tergelincir, padahal sebelumnya kalian berada dalam jalan yang lurus. Sungguh Allah Mahatahu atas apa yang kamu kerjakan. Wahai umat manusia! Sungguh Ali-lah yang dimaksudkan sebagai hak Allah (yang harus dipenuhi haknya) seperti yang disebutkan dalam kitab suci-Nya. Allah berfirman: "(kelak di hari kiamat) setiap jiwa akan berkata: 'amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam menunaikan hak-hak Allah..." (QS: 39:56). Wahai umat manusia! Tadabburilah kitab suci Al-Qur'an, pahamilah ayat-ayatnya, perhatikanlah ayat-ayat muhkamatnya, dan jangan kalian ikuti (secara lahiriah) makna ayat-ayat mutasyabihat-nya. Demi Allah, tidak ada yang bisa menjelaskan batas-batasnya atau menerangkan tafsirnya kepada kalian melainkan orang yang kupegang tangannnya ini; yang kunaikkan dia kesisisku ini dan yang kuangkat tangannya ini. Kini aku umumkan kepada kalian, barang siapa menjadikan aku sebagai maula atau pemimpinnya, maka inilah Ali sebagai maula atau pemimpinnya. Dia - Ali bin Abi Thalib - adalah saudaraku dan washi-ku. Perintah untuk mengangkatnya sebagai maula ini turun dari Allah Azza wa Jalla kepadaku. Wahai umat manusia! Sungguh Ali dan putra-putraku yang suci adalah peninggalan-beratku yang kecil sementara Al-Qur'an adalah peninggalan-beratku yang besar. Masing-masing mereka akan memberitakan satu sama lain dan saling membenarkan. Keduanya (Al-Qur'an dan keluarga Nabi) tidak akan pernah berpisah sehinggalah mereka menjumpaiku di telaga (surga) kelak. Mereka (para imam) ini adalah orang-orang kepercayaan Allah yang ada disekitar makhluk-Nya dan para pemimpin bijaksana yang ada di bumi-Nya. Sungguh, telah kutunaikan (perintah ini); Sungguh telah kusampaikan; Sungguh telah kuperdengarkan; Sungguh telah kujelaskan. Ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla telah memfirmankannya dan aku telah mengucapkannya dari sisi-Nya. Ketahuilah, sungguh tidak ada orang yang disebut sebagai Amir Al-Mukminin (Pemimpin orang-orang yang beriman) melainkan saudaraku ini.Siapapun tidak diperkenankan untuk menyandang gelar dan status ini melainkan dia semata-mata. (Kemudian Nabi mengambil lengan Ali yang sejak tadi berdiri bersama Nabi di atas mimbar dan mengangkatnya tinggi-tinggi, sebegitu dekatnya sehingga kakinya sejajar persis dengan lutut Rasulullah). Nabi kemudian berkata: Wahai umat manusia! Ini adalah Ali, saudaraku dan washiku, pemelihara ilmuku, khalifah bagi umatku dan wakilku dalam menafsirkan Kitab Allah Azza wa Jalla. Dialah penyeru kepada Allah, melaksanakan segala yang diridhoi-Nya, memerangi musuh-musuh-Nya, penganjur kepada ketaatan, pencegah maksiat, khalifah Nabi utusan Allah, Amir Al-Mukminin, Imam yang memberi petunjuk,yang menerangi - berdasarkan perintah Allah - kelompok Nakistin, Qasithin dan Mariqin. Kini kusampaikan kepada kalian - berdasarkan perintah Tuhanku, sesuatu yang tidak dapat kuubah. Aku nyatakan, "Allahumma ya Allah berilah dukungan dan wila'-Mu kepada orang yang mewila' Ali, musuhilah orang yang memusuhinya, kutuklah orang yang mengingkarinya dan murkailah orang yang mengabaikan haknya. Ya Allah, Engkau-lah yang telah menurunkan firman-Mu kepadaku bahwa imamah setelahku adalah milik Ali kekasih-Mu, disaat kujelaskan perkara itu (kepada mereka) dan kuangkat dia (sebagai pemimpin) yang dengannya kusempurnakan untuk hamba-hamba-Mu agama mereka, dan Kau sempurnakan untuk mereka nikmat-Mu, dan Kau ridho bagi mereka Islam sebagai agamanya. Engkau telah berfirman: "Barangsiapa menjadikan selain Islam sebagai agamanya, niscaya ia tidak akan diterima dan kelak di akherat ia termasuk orang-orang yang rugi." (QS: 3:89). Ya Allah, kumohon kesaksian-Mu dan cukup bagiku Engkau sebagai saksi, bahwa aku telah sampaikan (perintah-Mu ini). Wahai umat manusia! Sesungguhnya Allah telah menyempurnakan agama kalian ini dengan imamah Ali. Barangsiapa tidak mengikutinya atau tidak mengikuti pengganti-penggantinya, putra-putraku yang datang dari sulbinya yang tetap ada sampai hari kiamat dan hari perjumpaan dengan Allah (SWT), niscaya amal-amal baik mereka akan gugur dan mereka kekal dalam api neraka, tanpa keringanan dan tanpa harapan (untuk bebas darinya). Wahai umat manusia! Inilah Ali, seorang yang paling banyak membelaku diantara kalian, yang paling berhak atasku, yang paling dekat denganku dan yang paling mulia disisiku. Allah dan aku ridho padanya. Tiada ayat tentang ridho Allah yang turun melainkan ia berkaitan dengan Ali; tiada ayat dimana Allah berbicara dengan orang-orang yang beriman melainkan Dia memulainya dengan Ali; tiada ayat pujian dalam Al-Qur'an yang turun melainkan berkaitan dengan Ali; tiada kesaksian akan surga (seperti) dalam ayat "hal ata'alalinsani" melainkan Ali-lah yang dimaksudkannya; ayat tersebut tidak turun untuk selain Ali atau sebagai pujian kepada selain Ali. Wahai umat manusia! Ali adalah pembela agama Alllah dan pelindung Rasul utusan Allah. Dialah orang yang bertakwa, suci, penunjuk jalan Allah dan yang memperoleh petunjuk dari-Nya. (Aku) Nabi kalian adalah sebaik-baik nabi, dan (Ali) washi kalian adalah sebaik-baik washi, sementara putra-putranya juga adalah sebaik-baik washi. Wahai umat manusia! Sungguh, zuriat setiap nabi berasal dari tulang sulbinya, tetapi zuriat keturunanku adalah berasal dari sulbi Ali. Wahai umat manusia! Sungguh karena dengkilah maka iblis mengeluarkan Adam dari surga. Oleh itu hindarilah dari mendengki Ali, karena ia akan menyebabkan amal-amal kalian gugur dan kaki-kaki kalian tergelincir. Ingat bahwa Nabi Adam telah diturunkan (oleh Allah) kebumi ini hanya lantaran satu kesalahan, padahal dia adalah manusia pilihan-Nya. Apalagi kalian, manusia biasa, dimana diantara kalian ada juga musuh-musuh Allah. (Wahai umat manusia!) Hanya orang-orang yang durhaka sajalah yang membenci Ali, sementara orang-orang yang takwa akan mendukungnya dan menjadikannya sebagai wali dan orang-orang yang beriman yang tulus akan beriman kepadanya. Demi Allah! Berkenaan dengan Ali-lah surat Al-'Asr berikut turun "Bismillahir Rahmannir Rahim, Demi Masa., Sungguh manusia dalam keadaan rugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh�" Wahai umat manusia! Biarlah Allah sebagai saksiku bahwa aku telah sampaikan tugas risalah ini. Sungguh tugas Rasul hanya menyampaikan firman Tuhan semata-mata. Wahai umat manusia! Bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan jangan (sampai) kamu mati melainkan kamu benar-benar sebagai orang Muslim. Wahai umat manusia! Berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya dan cahaya (Al-Qur'an) yang diturunkan bersamanya, sebelum kami mengubah mukamu lalu kami putarkan ke belakang (yakni mati). Wahai umat manusia! Telah mengalir dalam jiwaku ini cahaya dari sisi Allah. Kemudian (ia mengalir juga) ke dalam (tanah) Ali, dan berikutnya ke dalam zuriat keturunannya sehinggalah ke (Imam) Al-Qaim Al-Mahdi, yang akan mengembalikan hak Allah dan seluruh hak-hak kami ke tempatnya semula. Sebab Allah 'Azza wa Jalla telah menjadikan kami sebagai hujjah dan bukti-Nya terhadap orang-orang yang ingkar, penentang, pembangkang, pengkhianat, pendosa dan penzalim dari seluruh makhluk jagat raya ini. Wahai umat manusia! Kuingatkan kalian bahwa aku ini Rasul utusan Allah. Sebelumku telah ada rasul-rasul yang lain. Apakah kalian akan berpaling dariku (dan tidak bersabar) setelah aku mati atau terbunuh? Sungguh barangsiapa berpaling, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikitpun; dan Allah akan membalas orang-orang yang bersyukur. Ketahuilah bahwa yang dimaksudkan dengan mereka yang menyandang sifat sabar dan syukur di atas adalah Ali dan putra-putranya yang datang dari sulbinya. Wahai umat manusia! Jangan kalian mengungkit-ungkit dan membusungkan dada dihadapan Allah akan keisalaman kalian, sebab itu akan mendatangkan murka Allah dan azab-Nya. Sungguh Dia benar-benar mengawasi kamu. Wahai umat manusia! Akan datang setelahku para pemimpin yang menyeru kepada api neraka, dan mereka tidak akan memperoleh pembelaan kelak pada hari kiamat. Wahai umat manusia! Sungguh Allah dan aku tidak bertanggung jawab atas nasib mereka dan tidak akan sekali-kali melindungi mereka. Wahai umat manusia! Sungguh mereka dan pembela-pembelanya serta para pengikutnya akan berada di tingkat terendah dari api neraka, sebuah tempat yang paling hina bagi orang-orang yang takabur (akan kebenaran). Sungguh merekalah Ashabus Shahifah *). Dengan demikian, hendaklah kalian melihat-lihat buku amalnya masing-masing meskipun yang benar-banar perduli terhadapnya hanya segelintir saja. Wahai umat manusia! Sungguh aku serahkan masalah kepemimpinan (umat ini) sebagai hak waris yang secara turun temurun dilanjutkan oleh zuriat keturunanku sampai hari kiamat. Sungguh, telah kusampaikan kepada kalian kewajiban yang diperintahkan kepadaku ini, yang menjadi hujjah atau bukti Tuhan bagi setiap orang, baik yang hadir ataupun yang raib, yang menyaksikan perhelatan ini atau yang tidak menyaksikannya, yang sudah lahir atau yang belum lahir. Hendaklah mereka yang hadir menyampaikan pesanku ini kepada orang yang tidak hadir, si ayah menyampaikannya kepada anaknya, demikian seterusnya sampai hari kiamat, meskipun - tidak lama berselang - sejumlah orang akan merampasnya dan menjadikannya sebagai dinasti kerajaan. Ketahuilah bahwa laknat Allah pasti ditimpakan kepada para perampas itu. Disaat itu "Kami akan perhatikan sepenuhnya terhadap kamu wahai makhluk manusia dan jin..., dimana (akan) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga (kepada kalian) sedemikian sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri daripadanya." (QS: 55:31,35). Wahai umat manusia! Sungguh Allah 'Azza wa Jalla tidak akan membiarkan kamu berada dalam keadaan seperti ini sampailah Dia akan membedakan (untuk kamu) mana yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin) dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib. Wahai umat manusia! Tiada desa yang selamat dari murka Allah dan penduduknya dibinasakan kecuali karena pendustaan mereka terhadap kebenaran. Demikianlah, Tuhan juga membinasakan penduduk sebuah tempat lantaran perlakuan mereka yang zalim, seperti yang disebut-sebut oleh Allah. Inilah Ali Imam kalian dan wali kalian. Dialah orang dimana seluruh janji atau ancaman-ancaman Allah turun karenanya; dan Allah pasti menepati seluruh janji-Nya. Wahai umat manusia! Telah banyak orang-orang terdahulu sebelum kamu jatuh sesat. Allah-lah yang membinasakan orang-orang terdahulu itu sebagaimana Dia jugalah yang akan membinasakan orang-orang yang datang kemudian. Allah berfirman: "Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang terdahulu, lalu Kami sertakan (juga) mereka yang datang kemudian. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa, dan celakalah pada hari itu bagi orang-orang pendusta." (QS: 77:16-19). Wahai umat manusia! Allah telah menurunkan perintah-Nya dan larangan-Nya untukku; dan aku (kemudian) menyampaikan perintah dan larangan itu kepada Ali. Dengan demikian dia mengetahui perintah dan larangan (Allah) dari Tuhannya Yang Mahasuci dan Maha Perkasa. Oleh karena itu hendaklah kalian mendengar perintahnya niscaya kalian akan selamat; patuhilah dia niscaya kalian akan memperoleh petunjuk; ikutilah apa yang dilarangnya, niscaya kalian akan memperoleh bimbingan; bersikaplah seperti yang diinginkannya, dan jangan kalian berpisah dari jalannya lantaran banyaknya jalan-jalan lain. Wahai umat manusia! Aku adalah Shiratal Mustaqim (jalan lurus) yang kalian diperintahkan untuk mengikutinya. Setelah aku adalah Ali, kemudian dilanjutkan oleh putra-putraku yang datang dari sulbinya. Mereka adalah para imam yang membimbing kepada kebenaran dan dengan kebenaran itulah mereka menjalankan keadilan. (Kemudian Nabi membaca surah Al-Fatihah sampai akhir, dan melanjutkan khotbahnya berikut) Ayat-ayat ini diturunkan oleh Allah berkenaan denganku dan mereka (Ali dan putra-putranya). Ia meliputi seluruh mereka dan khusus untuk mereka. Merekalah kekasih-kekasih Allah yang tidak pernah merasa takut dan sedih. Sungguh, mereka yang berada dalam partai Allah-lah yang menang. Dan sungguh, musush-musuh Ali-lah sebagai kelompok pendurhaka, munafik, licik, pelampau batas, dan saudara-saudara setan yang saling membisikkan perkataaan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia. Sungguh, para kekasih dan pendukung Ali dan putra-putranya adalah mereka yang disebutkan oleh Allah dalam Kitab-Nya berikut : "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akherat saling kasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya�" (QS: 58:22). Sungguh, mereka juga adalah orang-orang yang disifatkan oleh Allah berikut: "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS: 6:82). Sungguh, mereka juga adalah orang-orang yang disifatkan oleh Allah berikut: Yang masuk kedalam surga dengan penuh keamanan, dan disambut oleh para malikat dengan salam sambil berkata: kalian adalah orang-orang suci, maka masuklah kedalam surga untuk selama-lamanya. Sungguh, para kekasih dan pendukung mereka adalah orang-orang yang difirmankan oleh Allah 'Azza wa Jalla berikut: "Mereka masuk ke dalam surga tanpa hisab�" (bersambung ke bagian 3/3) Wassalaamu'alaikum wr.wb SAL --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
