Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Saya tertarik lebih jauh pada langkah 1 s/d 4 yang kalau tidak salah
mengerti berarti berkaitan dengan pencapaian tingkatan jiwa langit 1 shaf 7.
Ceritanya nih, si X mau kembali modal dulu ke level langit 1.7 (seperti
bayi). Minimal kan nggak terlalu rugi, meski menurut pak Wargino bukannya
rugi lagi bahkan masih masuk golongan 'Celaka'  karena cuman kembali modal
:-(
Langkah-langkah tersebut adalah:
1. Beragama Islam
2. Bertaubat dengan Sungguh-sungguh
3. Berserah Diri (tidak mengikuti Hawa Nafsu) - Menjadi Muslimiin
4. Mendapat Rahmat Allah pertama -- Disucikan oleh Allah menjadi hamba
yang mutahharuun (seperti bayi baru lahir) - Menjadi Mukmin

Anggap si X ini orang islam biasa yang cuman mengerjakan sholat lima waktu
seperti kain kumal (malas menjalankan 12 posting pak Sunarman :-). Yang
jarang mengerjakan amal-amal sunnah atau bahkan tidak sama sekali. Orang
yang mempelajari sedikit tentang islam. Orang yang resah jiwanya. Orang yang
memiliki niat baik untuk membersihkan jiwanya. Singkatnya barangkali seperti
rata-rata sebagian besar anggota milis ini. Entah Abah menilai orang ini
pada tingkatan jiwa yang mana. Barangkali si X ini orang ndeso pada level
Hewan Monyet :-), jadi pada Level bumi 1 shaf x ( Bener kira-kira begitu
????).. 

Langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh si X tersebut agar mampu
menaikkan tingkatan jiwanya? Saya berandai -andai mungkin abah akan menjawab
bahwa si X ini harus bertaubat yang sungguh-sungguh (langkah ke-2) lalu
dibarengi dengan berserah diri tidak mengikuti hawa nafsu (langkah 3) maka
otomatis tingkatan jiwanya akan naik sedkit demi sedikit, lalu menunggu
Rahmat Allah ke-1 (langkah 4) agar naik ke level langit 1 shaf 7, Bener
nggak bah?. 

Baru sadar bahwa taubat dalam AlQuran dibedakan dengan memohon ampun ya QS
5:74? Wah bedanya apa nih Abah? Kalau dalam pengertian saya maka memohon
ampun inilah yang terkait dengan maksiat yang pernah dilakukan .... Nah
kalau begitu taubat itu apa donk?

Masalahnya untuk memohon ampun ini maka si X harus menyadari dosa-dosanya.
Barangkali untuk orang yang benar-benar pendosa lebih mudah untuk memohon
ampun, padahal si X seperti di atas tentunya tidak terlalu banyak
bergelimang dalam dosa sehingga barangkali untuk memohon ampun beneranpun
sudah susah. Orang islam biasa kan biasanya tidak pernah melakukan maksiat
yang sangat besar sehingga bisa menangis untuk memohon ampun (meski juga
biasanya tidak pernah mengerjakan amal yang sangat baik)..

Jadi untuk bertaubatpun (langkah 2) sudah susah apalagi buat menuju langkah
selanjutnya :-(

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.

> ----------
> From:         Abah Hilmy[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:         Wednesday, 2 June 1999 1:16
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [Tasawuf] Taubat
> 
> 
> Ali Abidin wrote:
> 
> >2. Lebih detail lagi terutama pada tangga ke-2 (yaitu bertaubat dengan
> >sungguh-sungguh), karena rasanya kita semua di milis ini pasti sudah ada
> >pada tahap 1.:-) 
> >Barangkali dengan penjelasan ini semakin melengkapi peta perjalanan
> sebagai
> >bekal buat kita-kita.
> 
> 
> 1. TAUBAT HUKUMNYA WAJIB
> Taubat itu hukumnya wajib. Maka apabila tidak melakukannya akan berdosa.
> 
> Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang
> semurni-murninya, (QS. 66:8)
> 
> 
> 2. TAUBAT BERSELARASAN DENGAN MOHON AMPUN
> 
> Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun
> kepada-Nya Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 5:74)
> 
> Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya.
> (QS. 11:3)
> 
> Dan mohonlah ampun kepada Rabbmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya.
> Sesengguhnya Rabbku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. (QS. 11:90)
> 
> 
> 3. TAUBAT HARUS DIIKUTI DENGAN PERBAIKAN
> 
> Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan
> (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya... (QS.
> 2:160)
> 
> Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki
> diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. (QS. 5:39)
> 
> 
> 4. TAUBAT HARUS DIIKUTI DENGAN BERPEGANG TEGUH KEPADA (TALI AGAMA) ALLAH
> 
> Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang
> teguh pada Allah dan tulus ikhlas agama mereka karena Allah. Maka mereka
> itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan
> kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (QS. 4:146)
> 
> + Berpegang teguh Agama Allah adalah "Berserah Diri kepada Allah".
> 
> Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang
> yang berbuat ihsan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali
> yang kokoh.Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (QS. 31:22)
> 
> + Berserah diri pada Allah (menyelaraskan diri kita dengan karsa Allah)
> adalah langkah pensucian diri.
> 
> Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai
> orang-orang yang mensucikan diri. (QS. 2:222)
> 
> + Seorang yang berdasarkan "Keberserahan Diri kepada Allah" maka seluruh
> amalnya, menjadi amal shalih. Dan inilah taubat yang sebenar-benarnya
> (taubatan nasuha).
> 
> Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia
> bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. (QS. 25:71)
> 
> +++++++
> Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau
> ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha
> Bijaksana. (QS. 2:32)
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke