SAINS, PENGETAHUAN, DAN TASAWUF PENGETAHUAN TASAWUF BAGI SELURUH UMAT MANUSIA Naskah asli: Henry Bayman http://home.att.net/~nungan/sufism/ Diterjemahkan: R. Sunarman KAITAN-KAITAN KOSMIK Telah diketahui bahwa dalam keadaan kesadaran mistik, kosmos mempertunjukkan segala saling keterkaitan yang tak terhingga. Misalnya, kitab Buddha mengutarakan saling mengkait yang indah, dan Tasawuf akan menjelaskannya lebih lanjut dengan menyatakan bahwa segala sesuatu saling terkait dalam kaitan yang tak terhingga. Ini merupakan implikasi alami dari konsep "Esa" (Tasawuf) atau "Bukan Dua" (Vedanta). Cobalah memahami istilah ini dalam konsep "hypertext" yang mustahil untuk diketahui sebelum era komputer dan Internet; sebuah teks yang dapat mengantar kita ke sumber informasi lain melalui suatu "hyperlink." Tak peduli di manapun sumber lain itu berada, hypertext itu dapat berada di Swiss dan link-nya ada di Jepang, misalnya. Namun kita dapat mengakses yang belakangan ini semudah meng-klik link itu, bahkan tanpa menyadari bahwa ia berada di tempat yang jauh. Maksudnya, segala sesuatu yang disangka sebagai kelemahan dalam struktur alam semesta sebenarnya merupakan link (penunjuk) ke lokasi lain yang merupakan pelengkapnya. Misalnya, sesuatu di alam menjunjukkan deret geometri 1, 2, 4, 8, 16, 64 ... Seorang pembaca yang jeli dapat mengetahui hilangnya 32 dari deret tersebut. Penglihatan mistik pada umumnya dan kaum sufi pada khususnya membiarkan kita menduga adanya "missing link," 32, sebenarnya ada di tempat lain dalam suatu konteks dalam kontinuum ruang-waktu, jika deret itu di depan anda, hyperlink yang hilang itu mungkin berada di Kuba sebagai akibat dari tatanan yang hebat yang dibangun ke dalam alam semesta. Masalahnya, kita tidak tahu ke mana harus mencarinya, dan ini adalah tugas yang merupakan kemampuan dari Pikiran Tak Terhingga. Namun, sejalan dengan waktu, manusia barangkali dapat secara samar melihat bagian kecil dari kompleksitas yang sangat rumit ini. Menurut konsepsi ini, kekurangan yang tampak sama sekali bukanlah cacat, melainkan merupakan hyperlink yang menghubungkan dengan titik ruang-waktu yang tidak terikat ruang. Kita telah mulai mendekati mindspace melalui elektron-elektron yang mengkait dan "quantum teleportation" dalam fisika, dan saatnya akan mungkin tiba ketika ketidak-tahuan kita lenyap sampai pada titik di mana keacakan menjadi nama penentu dari suatu tatanan yang lain. Hyperlink-hyperlink itu merupakan bagian dari sistem yang rumit yang dirajut Allah (naqsh berarti pola rajutan, yang kemudian dipakai sebagai nama aliran Naqshabandi). KEACAKAN DAN SISTEM BIOLOGIS Entropi. Kekacauan maksimum. Keacakan. Ini semua tepat pada tempatnya masing-masing, dan membantu menjelaskan bagian dari alam semesta yang dibatasi pada lingkup tertentu, seperti pemahaman kita tentang gas, mekanika statistik, atau kerusakan radioaktif. Namun dari semua itu, sistem kehidupan merupakan hal yang paling kecil disebut sebagai peluang. Setiap ahli fisika (misalnya Erwin Schroedinger dalam monograf What is Life? 1944) menyatakan bahwa kehidupan ini lawan dari entropi, dari kekacauan; ia merupakan ikhtisar dari entropi negatif, sinergi, organisasi, dan kompleksitas. Karena itu, menyatakan sesuatu dari kompleksitas dan tatanan yang demikian hebat sebagai suatu keacakan sama saja dengan membangun istana di atas pasir. Bahkan gen yang tampak tak berguna akhir-akhir ini menunjukkan kontribusi terhadap kehidupan suatu organisme, sehingga menjungkir-balikkan konsepsi DNA sampah. Setiap sel dalam tubuh manusia berisi 3 milyar unsur kimia (disebut nucleotide) dari DNA yang di dalamnya ditentukan kira-kira 80,000 gen (mungkin juga mencapai 100,000 gen.) Mengikuti urutan ini bukanlah seperti penerbangan lintas benua pada malam hari. Tiap gen terdapat di dalam salah satu dari 23 kromosom, mirip dengan pusat dari populasi penduduk atau pusat kota besar, yang ditandai dengan konsentrasi cahaya. Gen-gen itu diikat di sepanjang kromosom seperti kota yang dibangun di kiri-kanan jalan raya. Di sepanjang jalan itu kumpulan-kumpulan DNA dibentuk dari blok-blok kecil dengan urutan berulang dari nucleotide yang disebut minisatellite, dan juga dari gerombolan yang lebih kecil bernama microsatellite. Kita mungkin berpikir bahwa ini mirip dengan konstelasi, kelompok dan bola-bila lampu, suatu ciri yang tak mungkin salah dari kediaman manusia, peradaban, dan juga inteligensi. Namun kita melihat pada sepenuh sistem gen dengan suatu sel dan menyebutnya sebagai hasil dari peluang buta. Tentu saja, masalahnya adalah mereka yang menyangkal keberadaan Allah atas dasar ketiadaan bukti, tidak menggunakan standar yang sama ketika sampai pada Peluang Allah. Mereka menganggap adanya acak dari berbagai bentuk kehidupan sebagai sesuatu apa adanya, dan berangkat dari situ. Tiada yang dapat lebih jauh dari kebenaran. Karena tiada spesies baru yang muncul (waktu kita lebih merupakan kematian dari pada penciptaan), tiada suatu cara kita dapat meletakkan anggapan faktor-faktor acak dalam evolusi berbagai spesies di atas pengamatan empirik. Lebih-lebih, ketidak-terbuktian Allah secara filosofis maupun dampak lebih lanjut: anggapan-anggapan metafisik yang lain juga tidak dapat dibutikan. Jika kita tak dapat menyelesaikan keberadaan Allah secara filosofis, kita pun tak dapat menyelesaikan anggapan metafisik yang lain. Inilah yang sering diabaikan oleh mereka yang mendasarkan kehidupan atas akumulasi lambat dari kebetulan-kebetulan selama milyaran tahun. Bagi mereka, tiada sesuatu selain asumsi. Adapun rinciannya masing-masing, selalu berupa istana pasir yang dibangun di atas bukti-bukti lemah dan tergantung pada penemuan-penemuan ilmiah, yang dapat menunjuk ke suatu arah pada suatu saat dan ke arah lain pada saat yang lain. Pertanyaan itu kemudian menjadi salah satu pilihan bagi masing-masing. Pertimbangannya tentu berbeda. Jika alam semesta kita diatur oleh peluang, maka tiada makna, dan keberadaan kita sekosong yang lain-lain. Jika diatur oleh Allah, maka ada makna, manfaat, cinta, kasih sayang, keselamatan. Semua orang bebas untuk memilih satu atau lainnya. Namun marilah kita tidak menipu diri sendiri bahwa asumsi metafisik terdahulu lebih "rasional" atau "ilmiah." Jika satu-satunya pelajaran yang kita ambil dari alam adalah tiada manfaat yang ada di balik lemparan mata uang logam, maka ini adalah pelajaran yang buruk, karena manusia tanpa makna bukanlah manusia. Ini contoh lain. Seluruh ahli kesehatan telah menangani kanker selama beberapa dekade. Masalahnya bukanlah apakah pengobatan kanker dan penyakit ganas serupa (seperti Alzheimer) akan ditemukan, melainkan bahwa kedekatan dengan penyakit ini telah menimbulkan kebosanan pada beberapa orang yang tak dapat mengenali apa yang ada di bawah hidung mereka sendiri. Ahli genetik molekular Richard Lewontin menerangkan mengapa, meskipun Proyek Manusia Gen telah selesai, kita masih akan jauh dari kemampuan untuk menjelaskan tentang tubuh manusia: "Pencegahan atau pengobatan kelainan metabolik dan perkembangan tergantung dari pengetahuan yang rinci mengenai mekanisme yang bekerja di dalam sel dan jaringan di atas taraf gen, dan tiada informasi yang relevan mengenai mekanisme dalam urutan DNA. Ternyata, jika kita mengetahui urutan kerja DNA dari suatu gen, kita tidak mengetahui fungsi suatu protein yang diacu oleh gen itu, atau bagaimana ia memasuki suatu organisme." Sejumlah besar informasi telah dirancang ke dalam sel dan tak terlihat dengan mata telanjang. Sepanjang sejarah manusia, segala upaya dari semua sumberdaya manusia yang bekerja selama ribuan tahun, belum mampu menemukan rahasianya. Biarpun sisa-sisa misteri akan diungkapkan esok hari, apakah ia akan menjelaskan kebesaran Inteligensi yang masuk ke dalam rancangan itu? Apakah karena sumberdaya kolektif dari seluruh manusia tidak mampu mendekati inteligensi itu, maka kita malahan mengingkarinya? --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
