SAINS, PENGETAHUAN, DAN TASAWUF
PENGETAHUAN TASAWUF BAGI SELURUH UMAT MANUSIA

Naskah asli: Henry Bayman 
http://home.att.net/~nungan/sufism/
Diterjemahkan: R. Sunarman

EINSTEIN DAN MISTIK

Tasawuf adalah bentuk tercanggih dari mistik, yang merupakan ekspresi
tertinggi agama. Istilah ini sering disalah-artikan. Jika dipahami
dengan benar, ia merupakan pengalaman yang kokoh dalam Keesaan Mutlak
(atau Non-duality). Bertrand Russell, seorang tokoh rasionalis yang
pernah menulis, "Mistics and Logic," dengan mempertentangkan keduanya,
akhirnya menyimpulkan bahwa perbedaan antara subyek dan obyek tidaklah
penting, dan inilah yang selalu dikatakan oleh para ahli mistik. 

Meskipun beberapa orang memperlawankan tasawuf dengan sains, ia
sendiri merupakan zenith dari sains esoterik. Sains terdiri dari dua
macam: eksoterik (eksternal) dan esoterik (internal). Tidak semua
orang menyadari bahwa subjektivitas manusia, selain lebih "encer" dan
lebih tak terduga dari pada dunia luar, ia sendiri dikendalikan oleh
hukum-hukum obyektif, dan karena itu kita kita dapat bicara tentang
sains yang esoterik. Itu pula sebabnya para ahli mistik di semua zaman
berbicara dalam bahasa yang sama.

Albert Einstein, salah satu ilmuwan dan intelektual terbesar, merasa
tidak asing dengan mistik. Jika para ilmuwan harus mengetahui urusan
mereka, maka Einstein, pun dalam posisi mengetahuinya dengan baik.
Jika ada sesuatu dalam konsep generik Allah, ruh, agama dan mistik
yang anti-sains, ia pasti telah menemukan ini dan mengambil langkah
untuk meluruskannya. Namun, bukannya menentang, ia menganggap mistik
sebagai manifestasi tertinggi dari agama, dan sebagai sumber dari seni
dan sains sejati: "Emosi religius yang terindah yang dapat kita alami
adalah sensasi mistikal. Kemistikan ini merupakan kekuatan dari semua
sains sejati." Telah diketahui bahwa ia tidak meyakini Tuhan yang
personal, tetapi ini tidak melenyapkan konsepi Tuhan yang impersonal.
Menurut Einstein, Tuhan adalah ruh yang halus. "Pada hakikatnya,
agamaku terdiri dari kekaguman atas ruh superior tak terbatas yang
menampakkan diri dalam rincian yang kita mampu menangkapnya dengan
pikiran kita." Ilmuwan yang serius menyadari bahwa "ruh bermanifestasi
dalam hukum-hukum alam semesta, suatu ruh yang sangat superior dari
manusia, dan dalam menghadapinya dengan kekuatan kita harus merasa
rendah terhadapnya. Dengan demikian pengupayaan sains mengantar ke
perasaan religius yang khas..."

Meskipun ia tidak memeluk suatu agama yang sah, pemahaman Einstein
tentang "agama kosmos" sangat sejalan dengan konsep Kesadaran (atau
Inteligensi) Kosmos: "Perasaan religius kosmos merupakan motif terkuat
dan termulia dalam riset ilmiah. Perasaan religius ilmuwan terwujud
dalam kekaguman atas harmoni hukum alam, yang menunjukkan inteligensi
yang superior, yang bila dibandingkan dengannya, semua pemikiran dan
tindakan sistematik manusia sangat tidak berarti."

Einstein bukan hanya tidak menentang konsep Allah dan ruh dari agama
dan mistik, iapun menempatkannya pada akar semua upaya ilmiah. Bahkan
contoh tunggal dari ahli fisika besar ini cukup untuk menyingkirkan
konsep yang menyangkal setiap bentuk agama, dan yang mendakwa bahwa
sains telah melenyapkan konsep Allah dan ruh sama sekali. Sebaliknya,
ilmuwan terbesar sepanjang sejarah ini mengatakan bahwa sains
bersumber darinya. Namun, kita tidak dapat mengharap semua orang
memiliki kecerdasan jenius seperti Einstein. Ia adalah manusia
berintelek dan berhati besar, kombinasi yang menandai kecerdasan
sejati. Inilah sasaran mistik pada umumnya dan tasawuf pada khususnya:
mengintegrasikan Pikiran atau Intelek dengan Hati, "Hati yang baik,
Pikiran yang baik" merupakan motto para Sufi. Ambillah dengan satu
tangan, pandangan dingin dari pikiran tak berhati; dan dengan tangan
lain, cahaya keemasan pikiran yang dikawinkan dengan hati.

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke