At 04:08 PM 6/3/99 +0800, you wrote:
>
>Assalamu'alaikum wr wb,
>
>Rekan-rekan sekalian rahimakumullah,
>
>Sekedar mengira, kebanyakan pemeluk Agama Islam di Indonesia
>mereka umumnya memahami Syurga dan Neraka itu sebagaimana yang
>terlutis di kitab-kitab hadist, maupun Al-qur'an sendiri, atau
>dari cerita dan khotbah para mubaligh.
>
>Misalnya neraka, adalah tempat kembalinya orang-orang yang ingkar
>kepada Allah atau orang-orang yang beramal buruk. Neraka dikenal
>sebagai tempat penyiksaan, penuh dengan api yang menyala plus
>para malaikat Dzabaniah yang senantiasa bertampang sangar.
>Benarkah neraka itu suatu tempat?
>Benarkah neraka itu penuh dengan api?
>Kemudian Syurga;
>Benarkah syurga itu suatu tempat?
>Benarkah syurga itu suatu tempat yang penuh dengan bidadari, buah-buahan
>sungai yang mengalir di bawahnya,.....?
>Saat ini saya yakin adanya syurga dan neraka, namun pemahaman Syurga dan
>Neraka seperti di atas, saya kurang sependapat(belum bisa menerima).
>Bisakah rekan-rekan menjelaskan hal tersebut.
[Abah Hilmy wrote] :
>Wassalamu'alaikum Wr. Wb
>Memang ada benarnya Mas Wargino...
>Kata Syurga dan Neraka di Al Qur'an mempunyai makna Lahir dan Bathin.
>Secara lahir Syurga seperti yang dikutip Mas Wargino dari penjelasan
>Al Qur'an diatas.
>Secara lahir Neraka seperti yang dikutip Mas Wargino dari penjelasan
>Al Qur'an diatas.
>Namun ada makna bathin yang mendalam tentang "Syurga" dan "Neraka", yang
>saya pun belum banyak mendapat pengetahuan tentangnya kecuali hanya
>sangat sedikit.
>Mungkin penjelasan Mas Wargino, merupakan media "terbangunnya"
>pengetahuan baru untuk saya.
=================================================================
Wa'alaikum salam wr wb,
Waduh... waduh.. lha wong saya ini mau tanya kok malah mbalik ke saya
lagi. Maksud saya kurang sependapat itu hanya sekedar 'apa iya begitu'.
Sebenarnya hanya itu. Untuk yang sebenarnya itu bagaimana, saya minta
saran dari rekan-rekan. Ee...lha kok malah mbalik.
Apalagi Abah menyinggung masalah makna batin, itu saya belum nyampe.
Baiklah sekedar pembukaan diskusi mengapa saya mempunyai pendapat
seperti itu.
Tapi.....
Perlu diingat bahwa, pendapat saya ini tidak bermaksud untuk mempengaruhi
pendapat seseorang tentang syurga dan neraka. Ini hanya bahan diskusi.
Tentang ADANYA syurga dan neraka tidak dibahas di sini dan tidak ada
keraguan sama sekali. Pasti adanya!!
Kalaupun dalam tulisan saya ini ada menukil beberapa ayat al-qur'an, saya
sama sekali tidak bermaksud menjelaskan kepada anda bahwa maksud ayat
tersebut begitu. Sekali lagi tidak. Hal ini perlu saya jelaskan agar
rekan-rekan sekalian tidak keliru dan berhati-hati dalam menerima
suatu hasil pemikiran seseorang.
Jadi maksud saya menukil beberapa ayat itu hanya menjelaskan secara
kronologis mengapa saya mempunyai pendapat semacam itu.
Awalnya saya sendiri kurang tahu, hanya tiba-tiba ada sesuatu yang
mengusik pikiran saya hal-hal berikut:
* Terlalu banyak al-qur'an menggunakan tamsil (amtsal).
* Api itu panas? Tapi panas itu bukan api!
* Hati yang gundah kemanapun kita lari ia tidak akan lepas.
* Sekecil apapun amal seseorang akan mendapat balasan.
TAMSIL DALAM AL-QUR'AN
----------------------
Sebagaimana yang kita ketahui banyak sekali kita temukan perumpamaan
atau amtsal. Mengapa Allah menggunakan banyak perumpamaan dalam
Al-qur'an? Sebagaimana Allah jelaskan bahwa perumpamaan itu agar
manusia memperhatikan, memahami, mengambil pelajaran, berfikir dan
selalu mengingat (QS14:25, 14:24, 30:58, 39:27, 59:21 dll...)
*Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Qur'an ini segala macam
perumpamaan untuk manusia (QS 30:58)
*Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quraan ini
setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran (QS 39:27)
Sayangnya banyaknya perumpamaan itu tidak selalu membuat manusia
mengerti, melainkan tetap ada yang mengingkarinya (tidak percaya).
*Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam
Al Qur'an ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia
tidak menyukai kecuali mengingkari (nya) (QS 17:89)
Karena memang tidaklah mudah, untuk memahami suatu perumpamaan itu perlu
ilmu. Sudah digambarkan dengan perumpamaan saja masih susah apalagi tidak.
*Dan perumpamaan=perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang
memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu (QS 29:43)
*Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung,
pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan
ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami
buat untuk manusia supaya mereka berfikir (QS 59:21).
Perumpamaan Syurga.....
-----------------------
*Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah
(seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak
henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan
bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang
kafir ialah neraka (QS13:35).
*(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada
orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari
air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air
susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang
lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang
disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan
dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam
jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga
memotong ususnya? (QS 47:15)
Dari dua ayat tentang syurga di atas, nampaknya Allah tidak menjelaskan
kepada kita tentang wujud syurga itu sendiri melainkan suasana yang
abadi dalam suasana yang indah, damai, tenang, suka-cita.. bahkan lebih
dari itu semua.
API ITU PANAS
-------------
Tidak diragukan lagi bahwa api itu panas. Tapi panas itu sendiri
menurut pendapat saya bukan api. Panas dan api adalah dua hal yang
berbeda. Namun api yang memang bersifat 'membakar', memberikan gambaran
bahwa suasana yang penuh api itu jelas suasana yang menyakitkan.
Seandainya pada saat awal penciptaan, Allah mentakdirkan api itu
bersifat dingin atau sejuk, mungkinkah akan lain ceritanya.
Mungkin neraka itu tidak digambarkan suatu tempat penuh dengan api.
Sebagaimana ayat di atas kondisi semacam itu hanyalah gambaran.
HATI YANG GUNDAH.....
---------------------
Konotasi panas bisa bermacam-macam makna.
Seandainya Allah tidak menyiramkan air rahmatnya kepada manusia tatkala
hatinya dibakar dengan api dendam, api kebencian, api iri-dengki, api
permusuhan dan macam-macam api yang mambakar hati.... manusia, dan
seandainya api itu terus berkobar seumur hidupnya, apa yang terjadi?
Jelas manusia tidak pernah mendapatkan kebahagiaan hidup.
Mau lari kemanapun panasnya 'api' di hati itu tetap terbawa.
Tak seorangpun dapat memadamkan api yang membakar hati itu kecuari
rahmat Allah SWT.
Walaupun kakinya bebas bergerak tapi sama saja manusia semacam ini
terpenjara dana dunia api. Neraka ?
Demikain pula 'neraka', seandainya Allah mncabut segala nikmat dari
seorang manusia maka yang tertinggal hanyalah kesengsaraan.
Tanpa Allah harus menjaga ketat (dengan para Malaikatnya) kepada
orang-orang yang telah dicabut nikmatnya, mau lari kemanapun mereka
tetap saja api itu berkobar dalam hatinya (QS 104:5-6).
Yang lebih mengerikan lagi kondisi semacam itu abadi (abadan abada).
Astafgirullahal'adzim.
SEKECIL APAPUN AMAL...
----------------------
QS 97: 7-8
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun,
niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun,
niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Ayat ini memberikan gambaran kepada saya bahwa sungguh tiada
keterbatasan bagi Allah. Kalau manusia mengurus orang banyak
tentu akan dibikin grouping atau klas.
Prinsip grouping atau klas ini karena keterbatasan.
Sedang Allah tidak.
Maka saya berpendapat bahwa setiap manusia itu mempunyai
'syurga' dan 'neraka' sendiri-sendiri. Karena bagaimanapun
juga tidak seorang manusiapun di dunia ini yang mempunyai amal
perbuatan yang sama-persis. Tentu masing masing orang berbeda
walaupun hanya sebesar dzarrah.
Syurga dan neraka itu berarti juga berada pada 'diri mereka'
masing-masing. (Mohon hati-hati untuk kalimat ini)!!
KESIMPULAN SEMENTARA
--------------------
Untuk sementara saya berkesimpulan:
*Syurga dan neraka adalah pesan yang berupa gambaran atau
perumpamaan tentang 'rasa' manusia dalam perjalanan hidupnya.
*Syurga berarti kondisi ketentraman manusia yang dapat kembali
kepada Allah SWT dengan segala kenikmatan abadi.
*Neraka berarti kondisi kesengsaraan manusia yang tidak dapat
kembali kepada Allah.
*Jalan ke Syurga dan neraka sudah dimulai dari dunia ini.
Orang yang di dunia ini berjalan di jalan menuju syurga, mereka
akan merasakan kenikmatan yang luar biasa di dunia ini. Mereka
itulah orang-orang yang pandai bersyukur.
Sedang orang-orang yang ingkar dan tidak berjalan menuju syurga
maka api kesengsaraan akan selalu berkobar di hati mereka hingga
sampai di alam ke-abadian.
* Setiap orang mempunyai 'kapling' neraka atau syurga sendiri
sendiri.
Wallahu a'lam bishowwab,
Kurang lebih mohon maaf, mohon saran dari rekan-rekan.
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)