Wa'alaikum salam wr wb,
Pak Satrijo, untuk sementara saya belum berpendapat.
Soalnya kalau DIPIKIR terlalu jauh dan tidak berhati-hati, bisa-bisa
bingung sendiri.
Kalau sudah begitu, iman kita ibarat telor di ujung tanduk.
Padahal kita tidak boleh bergeser keyakinan kita walau serambut pun.
Kalaupun kita kupas terus, akan sampai pada beberapa pertanyaan
yang tidak mudah untuk dipahami, misalnya sbb:
Tempat itu apa?
Apakah tempat itu wujud?
Apakah 'tempat' itu termasuk makluk?
Kalau ia makluk, apakah ia berawal?
Kalau berawal apakah ia juga berakhir?
dan... macam-macam pertanyaan lagi.....
...mungkin juga akan bisa sampai pada statement " ... ternyata tidak ada
apa-apa.....
yang ada hanya Allah...."
Dalam bertasawuf banyaknya pertanyaan ini hendaknya kita batasi sendiri
untuk sekedar mengerem. Kalau tidak,.. otak kita akan dipenuhi dengan
tanda tanya. Tanda tanya ini mempunyai dua efek yaitu mengarahkan
ke-kebaikan
tapi bisa juga sebaliknya. Karena tanda tanya berarti KERAGUAN.
Sekali lagi mohon maaf, untuk sementara saya belum berpendapat.
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------------
-----------------
[[EMAIL PROTECTED] wrote:]
Assalamu'alaikum wr wb,
Terus apakah Pak Wargino juga mempunyai pendapat yang berbeda mengenai Alam
Kubur dan
padang masyar, benarkah alam kubur dan PM itu adalah suatu tempat ?
Wassalamu'alaikum wr wb,
satrijo
ZEN :
Mereka yang dipenuhi dengan pandangan-pandangannya sendiri akan tuli pada
kata-kata bijak
dari orang lain. Yang sering terjadi dalam diskusi antara dua orang adalah
yang satu akan
mendesakkan pandangannya paada yang lain. Akibatnya, ia tak belajar apapun
kecuali pandangan-
pandangannya sendiri.
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)