Assalamu'alaikum

Tulisan ini aku rangkumkan dari buku karangan Murtadha Muthahhari. Semoga
bermanfaat.

Mencari Hakikat.

Dalam diri setiap manusia selalu ada kecenderungan untuk mencari
hakikat/kebenaran yang hakiki. Namun, dalam proses pencarian itu mau tidak
mau kita harus mengalami suatu keraguan (syak). Yakni adanya pelbagai
macam ketidaktahuan yang tidak mampu ia cerap hakikatnya, apakah ia
"begini" atau "begitu". Maka ia akan diliputi keraguan, kebimbangan dan
kekaburan. Adakah syak seperti itu sesuatu yang baik atau buruk dari sudut
pandang agama ?.
Apabila dilihat dari tujuan agama yaitu menjadikan manusia bagian dari ahl
al-yaqin (orang-orang yang memiliki keyakinan), iman tidak akan menjadi
iman yang sebenarnya apabila tidak disertai dengan keyakinan. Sedangkan
syak hanya akan mengguncang dan membuat hati orang menjadi bimbang. Dari
sudut ini terlihat syak merupakan sesuatu yang buruk. Tetapi kemudian
muncul pertanyaan berikutnya, apakah manusia dilahirkan disertai dengan
keimanan dan keyakinan ? Apakah ia mencapai keyakinan dengan dicapainya
usia dewasa ? Jawabannya tentu TIDAK. Jadi keyakinan merupakan sesuatu
yang harus diupayakan oleh setiap manusia.
Sebagai ilustrasi....manusia sesuai wataknya, adalah peniru dan pengikut.
Seorang anak melewati usia kanak-kanak dalam pengawasan ibu dan ayahnya.
Nah, si anak ini tentu akan menyerap segala kebiasaan orang tuanya baik
dalam hal agama maupun kepercayaan lainnya. Si anak tidak akan peduli
apakah hal itu benar atau salah, baginya apa yang biasa dilakukan oleh
lingkungannya adalah wajar dan benar. Ketika si anak mulai tumbuh dewasa
tentu apabila ia ingin mencapai suatu kebenaran yang hakiki, hal yang
pertama kali harus dilakukannya ialah MERAGUKAN segala sesuatu yang selama
ini diterimanya secara taqlid. Disinilah terlihat bahwa syak merupakan
suatu yang diperlukan dalam diri setiap pencari kebenaran, tetapi bukan
untuk dijadikan tujuan akhir. Syak hanyalah merupakan jembatan untuk
mencapai suatu kedudukan yang mulia : KEYAKINAN.
Sebuah ucapan dari Al-Ghazali : Berbagai pendapatku akan berguna bagi
kalian untuk membangkitkan keraguan dalam diri kalian tentang kepercayaan
yang diwarisi turun-temurun dan mendorong kalian untuk mencari sendiri
tentang kebenaran yang hakiki. Dan apabila kalian telah terlibat dalam
pencarian seperti itu, maka kalian baru akan menemukan kebenaran yang
sejati.
Keraguan yang suci adalah sama seperti rasa sakit yang bersifat ruhani.
Jika ada rasa sakit seperti itu, maka ia adalah sesuatu yang baik. Ruh
seseorang akan berkata padanya, "Aku ingin ilmu. Sebab aku bukanlah hewan,
atau tumbuhan atau benda mati. Aku adalah ruh yang dicipta Allah Swt. Aku
harus mengetahui tentang alam ini. Aku harus mengerti tentang alam ini.
Aku harus mengerti dari mana aku datang, di mana aku kini, dan kemana aku
akan pergi !". Rasa sakit ruh akan memaklumkan dirinya dalam diri manusia
dalam bentuk KERAGUAN. Sungguh indah syair Jalaluddin Ar-Rumi :
          Manusia yang paling sadar
          adalah dia yang paling banyak merasa sakit   
          dan yang paling cerdas di antara mereka
          adalah yang paling tampak kepucatan
Semoga Allah Swt melimpahkan taufik-Nya agar kita dapat melintasi tempat
penyeberangan ini dengan selamat.
"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, benar-benar akan
Kami tunjuki mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh Allah beserta
orang-orang yang berbuat kebajikan".(QS. Al-Ankabut : 69).
Wallahu 'Alam

Wassalamu'alaikum


=============================
Dari..ehm..Radityo nih..^-^
Mail Me at [EMAIL PROTECTED]
=============================


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke