FYI ...
________________

Rizki Herucakra
Indonesian Central Securities Depository
Management Information System Division



> -----Original Message-----
> From: Erwin Mazwardi [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, June 10, 1999 5:33 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [yimsa-net] Indonesia may become a friend of Israel
> 
> ==================================================================
> 
> PDI Perjuangan Siap Buka Hubungan dengan Israel
> ===============================================
> Republika, 10 Juni 1999
> 
> JAKARTA -- Harian Israel Ha'aretz edisi 8 Juni 1999
> mengungkap pernyataan seorang anggota Balitbang PDI
> Perjuangan (PDI-P), Subagio Anam, bahwa partainya akan
> membuka hubungan diplomatik dengan Israel. ''Kami tak
> punya prasangka buruk terhadap Israel,'' ungkap Subagio
> kepada Ha'aretz.
> 
> Subagio menambahkan hubungan diplomatik dengan Israel
> akan dirintis jika PDI-P memenangkan Pemilu 1999 ini,
> dan berhasil mengantar Megawati ke kursi presiden. Ia
> menegaskan hubungan diplomatik dengan Israel tinggal
> soal waktu.
> 
> ''Banyak masyarakat di sini mengagumi Israel dan masyarakat
> Israel. Kami ingin mengembangkan hubungan dengan Israel
> dan bangsa-bangsa Arab, untuk membawa kesejahteraan ke
> seluruhan wilayah. Mengenai masalah Timur Tengah antara
> Arab-Israel, terserah pada mereka,'' lanjut Subagio.
> 
> Pernyataan Subagio kemarin kembali ditegaskan oleh tokoh
> PDI-P Aberson Marle Sihaloho. Ketika dihubungi Republika,
> Aberson menyatakan PDI-P berpandangan tidak ada alasan
> bagi Indonesia untuk tidak menjalin hubungan diplomatik
> dengan Isreal. Sikap ini, menurut calon anggota DPR dari
> PDI-P ini, sesuai dengan UUD 1945. ''Kalau kita tidak
> mengakui mereka, apa alasannya?'' ujar Aberson, yang lantas
> mengutip beberapa kalimat dalam Pembukaan UUD 1945.
> 
> Lebih lanjut, Aberson menuturkan negara-negara Arab yang
> selama ini berperang melawan Israel saja sudah mengakui
> Israel. Karena itu, ia lantas menanyakan mengapa Indonesia
> tidak mengakuinya. Sedangkan mengenai sikap PDI-P terhadap
> perjuangan bangsa Palestina yang berupaya merdeka dari
> Israel, Aberson menyatakan tetap mendukung. ''Kita juga
> mendukung hak Palestina untuk merdeka.''
> 
> Dia juga mengatakan pernyataan Menlu Ali Alatas yang hanya
> mengakui kemerdekaan Palestina tapi menolak mengakui negara
> Isreal adalah sikap ambivalensi. ''Kenapa kita mengakui
> kemerdekaan Palestina tapi Isreal tidak,'' tanyanya.
> 
> Ditanya apakah hubungan diplomatik Israel-Indonesia segera
> dibuka kalau PDI Perjuangan berhasil memenangkan pemilu dan
> mengendalikan pemerintahan, Aberson menyatakan itu hanya
> masalah teknis. Secara prinsip, menurutnya, tidak ada masalah.
> 
> Selama ini Indonesia memang tak memiliki hubungan diplomatik
> dengan negara Yahudi tersebut. Kebijakan luar negeri RI itu
> diambil sebagai penolakan terhadap sepak terjang Israel yang
> melakukan perampasan tanah Palestina, yang hingga sekarang
> masih terus berlangsung.
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Untuk berhenti, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Untuk perintah yang lain, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke