Assalamu a'laikum Wr.Wb. Yang berhormat Pak R. Sunarman dan Abah Hilmy, mungkin bisa membantu menjelaskan topik dibawah ini. Wah..kelihatannya lahan ini lagi rame dengan pengalaman2 baik secara pribadi maupun pengalaman para sahabat yang sudah keduluan berlayar di atas samudera Tasawuf yang penuh dengan badai dan gelombang yang menantang...namun sangat disayangkan, masih ada para nakoda yang berani berlayar tanpa menggunakan "kompas" sebagai pedoman. Seperti pengalaman teman2 lainnya, saya juga mempunyai seorang teman wanita sholeha berpendidikan Sarjana (S1) IAIN Alauddin U.Pandang lulusan 1980 an, beliau saat ini sedang menjabat wakil Kepala Kantor Agama Kab. Bolaang Mongondow, di Kotamobagu (Sulut). Didalam masyarakat beliau dikenal sebagai seorang Da'i dan melakukan pengobatan spiritual, dengan menggunakan akar, ranting, dan daun kayu yang sudah terpilih, serta air bening. Untuk kegiatan ini beliau sering dipanggil oleh petinggi dan pemangku adat serta ex kerajaan Islam di tanah air untuk membantu mengungkapkan harta karun kerajaan Islam yang tertimbun tanah selama ratusan tahun (untuk pekerjaan ini beliau benar2 tidak memintah apa-apa, selain tiket perjalanan PP, sedangkan akomodasi 2-3 hari biasanya keikhlasan dari yang mengundang, pernah saya lihat sendiri ada kelebihan uang jalan selain tiket pesawat yaitu sekitar Rp.150 an ribu, sesampainya dirumah, beliau langsung mengirim kembali uang tersebut kepada seseorang yang mengundangnya tadi.). Yang sudah saya tahu karena saya sudah beberapa kali ketemu langsung dengan beliau, tempat-tempat ex kerajaan Islam yang sudah dibantu adalah, Kerajaan Demak, ke Aceh, ke Ternate, Sumbawa, dan terakhir ini beliau baru pulang dari Sabah (Malaysia) diundang seseorang disana. Dalam pengamatan saya beliau sangat rendah budi bahasa dan sangat ter pimpin oleh Yang Maha Pemimpin, beliau hafal Al Qur'an sesuai dengan keilmuannya di IAIN, sehingga tidak pernah terdengar barang sedikitpun ceritera yang berperilaku aneh2 (miring) mengenai beliau, bahkan sebaliknya sudah banyak orang2 miring yang berhasil beliau bimbing dan luruskan kembali. Beliau sangat tahu jumlah para waliyullah diseluruh tanah air, dan menurut penuturan beliau kepada kami bahwa yang membimbing beliau saat ini adalah para waliyullah antara lain WALI SONGO. Dalam pengamalan syariat agama islam keseharian, beliau tidak mempunyai aliran2 tertentu, ya seperti umumnya ibadah yang dilakukan oleh kita semua, yang membedakan hanya masalah puasa sunat (beliau rutin puasa sunat) yang dianjurkan Rasulullah saw, dan tidak lepas dari Zikir kepada ALLAH. Yang masih membuat saya belum begitu mengerti adalah : Ramuan obat2 yang mana kata beliau dibawa oleh para waliyullah dari jazirah Arab, dan kalau melihat jenisnya memang bentuk kayunya aneh dan berbau harum, ramuan tersebut beliau minta pada saat sholat Fardhu Isa', lalu ramuan obat itu sudah berada didekatnya saat itu. selain ramuan obat kadang2 beliau menemukan batu permata berwarna hijau kebiruan dan merah delima, didalam batu permata tsb terdapat tulisan2 berbahasa Arab. Dalam kehidupan sehari-hari dirumah beliau sangat bersahaja (apa adanya), dan beliau merasa hidup yang sangat cukup dengan gaji pegawai negerinya. Pernah ada kejadian aneh yang terjadi ditubuh beliau, yaitu pada suatu hari beliau bangun pagi, dan tubuhnya dalam keadaan penuh bekas cambukan ber warna merah dan lebam dikulit kaki dan lengannya, ketika ditanya, beliau bilang saya dicambuk oleh Waliyullah tadi malam karena menerima pemberi an orang yang agak lebih dari kebutuhan yang sebenarnya, sisa uangnya masih ada 100 an ribu Rp, tetapi beliau terlambat beberapa hari untuk meng embalikan kepada sipemberi. Itulah sebabnya dia sangat takut menerima pemberian2 orang yang berlebihan dengan kebutuhannya saat itu. Nah yang saya tanyakan kepada bapak Abah Hilmy....apakah jumlah waliyullah yang Abah postingkan beberapa hari lalu itu, ada juga orang Sulawesi didalamnya...? kalau ada, berapa jumlahnya...? Wassalamu a'laikum H.Nading. --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
