Pak Jaret:

> Baiklah...pertama, kita pernah berdiskusi  tentang "bertemu diri", "denah
> tubuh halus" dan tema lain. Diskusi tersebut masih belum banyak
> menggunakan istilah tasawuf yang sejati. Kemudian pak Sunarman tak
> segan-segan membeberkan sebagian kunci-kunci tasawuf lewat "peta
> perjalanan", "kondisi kejiwaan" dan beberapa postingnya. Saya menjadi
> begitu gembira karena kita sudah mulai menukik pada terma dan bahasa
> tasawuf yang sesungguhnya.
> 
Kalau lebih 'menukik' lagi saya ragu apakah ada yg 'berani'
seingat saya pak Sunarman sendiri pernah mengutip ucapan Abu Dzar RA ,
kurang lebih :
"Rasul yang mulia turun dengan membawa dua gendongan" , kata Abu Dzar,
"Kalau gendongan pertama aku berikan, semua orang senang menerimanya,
kalau gendongan kedua aku berikan, leherku dipenggal orang".

Dalam tarekat, ada hal yang hanya boleh disampaikan langsung oleh Mursyid
kepada salik. Sebaliknya ada juga yang hanya boleh disampaikan langsung
kepada Mursyid.

Jadi kalau ingin menukik lagi menurut saya sih terpaksa harus 'nyebur'
langsung, ikut tarekat.

versi yang agak 'kontroversial' bahkan Abubakar , Umar dan Usman bukanlah
termasuk salik sekalipun pada jaman kemursyidan Rasulullah SAAW. Tentu saja
ada versi lain.

Mengenai amalan sosial yang dihasilkan oleh tarekat'ers, jangan khawatir
kurang..walaupun sangat besar manfaatnya buat kehidupan, jarang orang
berterimakasih, karena tidak tahu.
Misalnya populer dalam tarekat adanya sejumlah wali kutub yang dengan
'kerja' dan permohonannya yang makbul, demi masyarakat banyak, yang pernah
juga dikutip oleh pak Ali dari Pak Jalal.

Wallahu alam

Wassalamu'alaikum Wr Wb
hn



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke