Assalaamu'alaykum ww.

Saya tidak dapat menyembunyikan kekaguman dan keheranan yang membuat saya tersenyum 
simpul :-) Posting-posting yang ditayangkan belakangan ini sangat menarik hati. Saya 
benar-benar mendapat curahan pengetahuan sekaligus pertanyaan (yang terkadang 
kontradiktif) yang perlu segera mendapat jawaban. Jika tidak...? maka saya akan 
tenggelam dalam keraguan yang tak bertepi. (bisa-bisa saya menganggap milis ini 
bertanggungjawab atas keadaan diri saya...ha..ha..ha...it's a joke only)

Baiklah...pertama, kita pernah berdiskusi  tentang "bertemu diri", "denah tubuh halus" 
dan tema lain. Diskusi tersebut masih belum banyak menggunakan istilah tasawuf yang 
sejati. Kemudian pak Sunarman tak segan-segan membeberkan sebagian kunci-kunci tasawuf 
lewat "peta perjalanan", "kondisi kejiwaan" dan beberapa postingnya. Saya menjadi 
begitu gembira karena kita sudah mulai menukik pada terma dan bahasa tasawuf yang 
sesungguhnya.

Tetapi...kedua, arah diskusi kita agaknya tersendat lewat posting yang membicarakan 
masalah bahaya bid'ah. Mengapa demikian...? Karena tasawuf seringkali menjadi tertuduh 
bagi tumbuh dan berkembangnya penyimpangan-penyimpangan yang disebut bid'ah atau 
khurafat. Sebagai misal, dzikir yang semula merupakan sarana mengingat Allah, di 
tangan tasawuf berubah (lewat modifikasi tata cara yang tak jelas tuntunannya dari 
Qur'an dan Sunnah) menjadi media untuk mencapai suasana batin tertentu.  Tuduhan lain, 
dari tasawuf lahir paham-paham panteisme, sinkretisme bahkan sihir, kanuragan, dan 
lain-lain (ingat kasus miring...?)

Dari beberapa perbincangan saya dengan rekan-rekan yang mengaku mengikuti aliran 
tarekat tertentu, tampak bahwa mereka seringkali meletakkan tarikat dan hakikat di 
atas syari'at.

Saya jadi teringat gerakan Wahabbi yang menyapu bersih penyimpangan tadi dari seluruh 
jazirah Arabia.

Adakah dari kita yang bisa menjawab tuduhan tadi....?

Tuduhan-tuduhan itu tentu tak mengenakkan. Hamka pernah menulis "Tasawuf Modern" yang 
berusaha menundukkan tasawuf menjadi landasan pembinaan akhlak muslim, tetapi agaknya 
tidak sepenuhnya diterima. Selain itu, apa yang dilakukan Hamka mengalihkan perhatian 
dari arti sesungguhnya tasawuf.

Apa sih sebenarnya tasawuf.....?

Wassalaamu'alaykum ww.
Jaret



Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke