Assalamualaikum ww,
Agak sulit saya memulai diskusi ini,
Baik lah saya tampilkan beberapa ilustrasi / pertanyaan kepada pelajar
tasawuf :
1. Pertanyaan/ pernyataan : Misi hidup kita ini sudah ditentukan pada
lauh mahfuz. Berarti apapun yang kita usahakan akan selalu mengarah
ke misi-hidup. Sedangkan kita tidak tahu misi hidup itu. Apakah mungkin
kesalahan yang kita lakukan (menurut masyarakat) merupakan misi hidup
kita.
1. Komentar / jawab : Pokoknya kita harus melakukan yang baik menurut
syariat.
2. Pertanyaan / Pernyataan : La haulawala quwata illah billah, melihat
makna dari kalimat ini, bahwa kita ini tidak berdaya kecuali
pertolongan Allah. Yang berarti kita berjalan dijalankan oleh Allah,
kita berdiri didirikan oleh Allah .......... dst. Dapat ditarik
kesimpulan bahwa semua perbuatan kita atas kehendak / pertolongan Allah.
Oleh sebab itu kita tidak diperkenankan mengutuk/menghujat pencuri,
penjahat dll, (karena alasan diatas)
2. Komentar / jawab : Kita tidak usah pusing-pusing mikirin kelakuan
orang lain, tapi cukup sibukkan diri ini dengan zikir. Semua itu urusan
Allah.
3. Pertanyaan / Pernyataan : Dalam Al-Baqarah ayat 62, dinyatakan bahwa
ada orang non- Islam akan masuk Syurga.
3. Komentar / jawab : Itu semua hak Allah untuk memasukkan atau tidak ke
Syurga, tugas kita adalah tobat dan beramal sholeh.
Dari komentar / jawaban pengikut tasawuf atas tiga ilustrasi tersebut
diatas, saya menyimpulkan bahwa tasawuf itu selalu berpusat pada diri
sendiri atau pada AKU.
Apakah benar kesimpulan saya ini ???
Mohon tanggapan sahabat sekalian.
Wassalam,
SK Karim
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)