Assalaamu 'alaikum wr. wb.

> ----------
> From:         R. Sunarman[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> Dalam shalat apapun, tidak terbatas shalat Jum'at, kita dianjurkan
> untuk berjamaah. Makin banyak, makin baik. Bilangan 40 merupakan
> bilangan minimum dengan asumsi bahwa semuanya orang awam. Jika ada
> anggota jamaah yang cukup 'ampuh' maka bilangan itu dapat saja
> dikurangi, tetapi tentu saja perhitungan matematika tak berfungsi di
> sini.
> 
Saya jadi ingat tulisan pak Quraish Shihab ketika membahas surat Al-Fatihah
mengapa kita mengatakan "Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nastaiin" yang artinya
"Kepada-Mu kami menyembah dan kepada-Mu kami memohon pertolongan". Yang
dibahas adalah mengapa menggunakan "kami" bukannya "aku". Jadi ini ceritanya
rada lain dengan pembahasan dulu mengenai penggunaan "Kami" untuk menunjuk
Allah SWT.

Nah, penjelasan pak Quraish Shihab itu hampir sama dengan penjelasan pak
Sunarman ini. Yaitu kita berharap agar Allah SWT menerima sholat kita ini
sebagaimana orang yang membeli buah borongan. Jadi kalaupun ada satu-dua
dalam borongan buah itu maka insyaallah Allah SWT tetap akan menerima
borongan sholat tersebut.

Kita menyadari bahwa sholat kita yang sendirian itu kadang masih banyak
cacatnya, sehingga ketika kita menyatakan "Kami" maka seakan kita mengatakan
"Ya Allah, terimalah sholatku ini  bersama-sama dengan sholatnya hamba-Mu
yang memperoleh nikmat". 

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke