Bismillahirahmanirahim.....
Assalamualaikum wr.wb.,

Menarik sekali ulasan mengenai poligami ini, karena pengalaman
penglihatan lahiriyah secara empiris yang saya ketahui ...(tentu saja
ini subyektif ) adalah :
? Masyarakat kita begitu tabu/ rigid untuk membahas "Poligami" dan
mereka cenderung ke Monogami..seolah-olah "Poligami" itu sesuatu yang
DI"HARAM"KAN.
? Secara umum kalau pun ada orang yang melakukan poligami...biasanya
melalui proses yang "KURANG/ TIDAK BAIK" misalnya: tanpa izin istri
pertama/ diam-diam, menuruti "hawa nafsu/ syahwat" semata-mata, ingin
anak perempuan karena anaknya laki semua atau sebaliknya, dll.

Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati saya ingin bertanya
kepada rekan-rekan di milis ini, beberapa hal :

? Bagaimana kita (Sebagai Bujangan, Sebagai Suami, Sebagai Istri,
Sebagai Orang tua/ Mertua, sebagai anak, dll.)  MENYIKAPI secara
PROPORSIONAL masalah POLIGAMI ini? (Menolak? Menerima? Dengan
kondisi-kondisi tertentu yg bgm.?)

? Pada saat KAPAN/ SITUASI & KONDISI seperti apa kita dapat MENGAMBIL
KEPUTUSAN bahwa 1. YA ...SAYA "HARUS" BERPOLIGAMI 
    atau 
2. TIDAK...SAYA "TIDAK PUNYA HAK" UNTUK BERPOLIGAMI

? Sejauh yang saya tahu tidak ada contoh "Petunjuk Teknis" (seperti
halnya Shalat atau naik haji) Perihal Poligami (koreksi jika saya
salah..) selain Boleh lebih dari 1 istri s.d 4, asal bisa berbuat adil,
nabi memilih janda-janda tua, dll.     
Saya ingin bertanya : 
Bagaimana nabi bertemu/ "bergaul"/ bersilaturahmi" dengan janda-janda
tsb. yang kelak menjadi istri-istrinya?  
Bagaimana teknisnya Nabi pada saat MENGAMBIL KEPUTUSAN untuk memperistri
seorang janda tsb.? 
Bagaimana teknisnya pada saat dia bicara pada istri/ orang tua/ mertua/
sahabat-sahabatnya bahwa dia AKAN MEMPERISTRI LAGI orang lain? Bgm.
Istri/ ortu/ sahabat  nabi bereaksi?

Bagaimana Perspektif Islam khususnya Tasawuf menjawab
pertanyaan-pertanyaan  di atas.
Mohon maaf jika kurang berkenan....

Wassalam,
WD 

> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, July 21, 1999 10:35 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [Tasawuf] Anjuran berpoligami dari seorang wanita
> 
> Assalamu 'alaikum wr.wb.
> 
> Seorang wanita telah menulis tentang "Anjuran ber Poligami" dalam
> majalah
> Islam " UMMI" terbitan IV tahun 1992, halaman 27-28 dengan initial
> "NASPA".
> 
> Lembaran Majalah UMMI tsb secara tidak sengaja saya buka2 ketika
> sedang
> membersihkan lemari2 buku yang berdebu disebuah kamar dalam rumah, dan
> dengan didahului permintaan maaf, saya coba2 angkat topik ini kedalam
> milis
> sambil berharap semoga tidak ada yang merasa keberatan terutama dari 
> kaum wanita, sebab tulisan tsb datangnya juga dari seorang wanita.  
> namun nasehat saya untuk kaum lelaki terutama yang sudah beristeri
> satu,
> janganlah keburu merasa besar kepala karena ada "Green Light".........
> 
> ISI TOPIK ASLINYA:
> Beliau menulis dibuka dengan terjemahan Ayat QS An-Nisa: 3.
> "...Maka kawinlah wanita-wanita yang kamu senangi, dua, tiga, empat. 
>  Kemudian jika kamu takut tidak akan berbuat adil, maka kawinilah
>  seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki, yang demikian itu
>  lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya".
> 
> Allah Swt memulai ayat tsb diatas dengan "Poligami" sebelum kalimat
> "Monogami", hal ini menunjukkan bahwa Poligami lebih kuat dari pada
> Monogami, dan monogami hanya dalam keadaan takut saja.
> Hasil penelitian Syaikh Abdulullah Achmad Aljalali disimpulkan bahwa
> poligami adalah sunnah dan bukan 'Rukhsoh' (dispensasi), hal ini
> berlaku
> bagi orang muslim yang sudah siap, mapan, berkecukupan materi, dsb.
> Dalih mengapa poligami di sunnah kan menurutnya yaitu berdasar kepada
> dalil QS An-Nisa: 3 dan 129.  Poligami adalah pilihan Allah Swt untuk
> Rasul-Nya, sungguh Allah tidak akan memilih untuk Rasul-Nya kecuali
> yang terbaik, dan Rasulullah saw tidak berbuat kecuali yang terbaik
> pula.
> Allah Swt juga memerintahkan agar kita mengikuti Muhammad saw,
> seperti yang tercantum dalam QS Al-Ahzab: 21, yang artinya ;
> "Sungguh pada diri Rasul itu ada teladan yang baik bagimu"
> Nah..untuk mencontoh teladan dari Rasulullah saw, maka marilah kita
> bersiap diri untuk berpoligami, sebab sebenarnya jika mau mempelajari
> dan menyadari bahwa sungguh Popigami itu penuh hikmah, antara lain:
> 1. Sebagai sarana terbesar dalam rangka pengembangan manusia, sebab
>     Rasulullah memerintahkan kita sebagai pengikutnya untuk memper
>     banyak keturunan, sebab dihari kiamat nanti akan dibanggakan
> jumlah
>     mereka. 
> 2. Untuk menolong nasib kita kaum wanita sendiri, karena saat ini
> jumlah
>     wanita lebih banyak dari jumlah pria (4:1), lantas kalau sudah
> begini
>     apakah logis wanita dibiarkan saja tanpa pernah bersuami..?
> 3. Sebagai media untuk mengatasi masalah2 rumah tangga, naluri seks
>     dan fitrah laki-laki seringkali tidak puas hanya dengan 1 orang
> istri,
>     padahal seorang suami tidak bertahan lama tanpa ada penyaluran
> seks,
>     dan kalau ini terjadi bagai mana solusinya ?, sehingga dari pada
> suami
>     melakukan perbuatan yang diharamkan Allah (berzinah), lebih baik
> ber
>     poligami, selain nyunnah kita juga dapat pahala dari Allah swt,
> sebab
>     membuat suami kita bahagia, dapat keturunan banyak, kita sudah
>     menolong saudari2 kita yang belum menikah tapi sudah siap nikah
> dan
>     belum juga mendapat suami, dan mendapat ridho dari Allah Swt.
> 4. Poligami merupakan faktor terbesar bagi kelanggengan hubungan suami
>     isteri dalam mencegah terjadinya thalak, poligami juga memberikan
>     jaminan sosial kepada sejumlah isteri, karena Allah Swt
> memerintahkan
>     bahwa suami harus memberikan nafkah kepada isteri didahulukan dari
>     pada saudara2nya, dan kerabat.  Nah..dengan adanya jaminan ini,
> apakah
>     kita sebagai wanita masih ragu dengan poligami..?
> 
> Saudari-saudariku,.....bila anda sudah jadi isteri pertama dan ingin
> mendapat
> pahala besar dari Allah Swt, bersabarlah dan berusaha menahan diri
> untuk
> mengabulkan niat suami kita yang mengajukan keinginannya berpoligami,
> Insya Allah kesabaran dan kerelaan, serta jihad dalam rumah tangga,
> akan
> mendapat balasan rahmat dari Allah Swt.
> 
> Dan untuk saudari-saudariku yang sudah siap untuk nikah, janganlah
> menolak
> bila datang lamaran dari seorang lelaki beriman yang sudah beristeri,
> sebab
> masalah penolakan ini banyak wanita yang menjadi perawan tua.
> Coba renungkan.......,mendapat setengah, sepertiga, ataupun seperempat
> 
> suami, adalah jauh lebih baik dibandingkan dengan menjadi perawan tua
> yang mengenaskan perasaan orang tua, karena putrinya tidak laku.
> Dan hal yang sangat penting adalah janganlah kita para isteri
> memberikan
> persyaratan agar lelaki tersebut menceraikan/menthalak isteri
> pertamanya.
> 
> Setelah kita mempersiapkan diri untuk berpoligami, maka tentunya kita 
> mengharapkan seorang suami yang bertanggung jawab dan bersikap adil
> lahir batin, serta komitmen dalam ke Islaman-nya, sehingga dia bisa
> menjadi
> 'qowwam' buat keluarga yang kita akan bina kelak, isya Allah.
> Marilah kita jalani salah satu sunnah Rasulullah saw ini dan membantu 
> memasyarakatkannya, hitung..hitung jihad, persoalannya jika bukan kita
> para wanita yang memulai, siapa lagi yang mempeloporinya ?.
> Kendala yang ada sebenarnya ada pada diri kita sendiri, kalau kita
> selalu
> dihinggapi dengan rasa keraguan akan niat suci ini, sudah barang tentu
> syaitan laknatullah akan makin gencar menyerang kita dengan mebisikkan
> ragu-ragu dalam hati, yang pada akhirnya kita akan takut dan dan
> menunda
> nunda pernikahan itu, ketahuilah bahwa sebenarnya hukum dari Allah itu
> pasti sangat besar manfaatnya buat manusia sampai akhir zaman.
> "NASPA".
> 
> Rewrite by : Harto Nading.
> dan minta maaf kepada yang berinitial "NASPA" dalam majalah UMMI,
> tanpa izin saya posting tulisan anda...atas dasar membantu
> mempublikasi
> kan niat suci anda.
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
> [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke