# PENYAKIT HATI #
Seorang wali besar yang merasa dirinya begitu dekat dengan Allah,Ibrahim Al
Khowasi,pda suatu hari sedang
melakukan safar,perjalanan untuk mendalami makrifat dan hakikat. Ia telah
menempuh gunung demi gunung,hujan
dan panas,sampai achirnya ia kehausan di tengah-tengah suatu padang yang tandus.
Matahari amat terik menye-
ngat sekujur tubuhnya sehingga zat cair di dalam jasadnya bagaikan diperas
habis.
Pada waktu dahaganya kian memuncak dan bibirnya sudah pecah pecah,
dengan mata yang berkunang-
kunang Ibrahim Al Khowasi melihat di atas sebuah bukit kecil ada sebatang
pohon delima, satu-satunya pohon
buah di antara semak-semak gurun yang berduri.
Terseret-seret langkahnya tatkala ia bergegas-gegas menuju ke bukit
itu. Beruntung dia,di pohon tersebut
terdapat sebutir buah delima,kecil tetapi kuning ranum kemerah-merahan. Tanpa
berpikir panjang lagi,Ibrahim Al Khowasi dengan gembira memetik buah itu dan
segera memecahkannya, lantas memasukkannya ke dalam mulut.
Ia sudah membayangkan sebelumnya betapa nikmat dan segar rasanya
apabila di tengah panas seterik itu
memakan delima yang matang.
Ternyata yang di bayangkan tidak seperti yang dialaminya. Buah
delima itu rasanya hambar dan pahit sam-
pai ia memuntahkannya buru buru, karena di mulutnya bahkan terasa getir dan
gatal.
kemudian ia meneruskan perjalanan. Hari telah rembang petang
ketika ia tiba di sebuah daerah yang subur
dan penuh di tumbuhi bunga-bungaan yang sedang berkembang serta menyebarkan bau
harum.
Ketika ia akan beristirahat, tiba-tiba terdengar suara tua
mengerang ngerang kesakitan di balik bunga bungaan
yang rimbun. Ibrahim cepat-cepat mendatangi tempat itu dengan maksud hendak
memberikan pertolongan seandainya
diperlukan.
Di situ ia melihat seorang kakek yang terbaring tanpa daya dengan
tubuh bengkak-bengkak bekas disengat le-
bah berbisa.Ibrahim berjongkok mau menolong kakek itu, namun si kakek sudah
keburu bangkit, lantas duduk seraya
berkata, " Apakabar, Ibrahim Al Khowasi?"
Wali besar ini kaget. Ia bertanya, " Siapakah Tuan? Di mana Tuan
mengenal saya, dan kapan kita pernah berjumpa."
Kakek tadi menjawab dengan angkuh, " Wahai , Ibrahim, mengapa
heran? Aku ini orang yang dekat dengan
Allah.. Aku tidak perlu bertemu dulu untuk mengenal dirimu dan mengetahui apa
tujuan kepergianmu."
Ibrahim tersinggung. Sombong betul kakek ini. Maka ia menjawab, "
Hai, orang tua, alangkah angkuhnya sikapmu. Engkau mengaku dekat dengan Allah,
tetapi badanmu penuh dengan luka luka membengkak akibat sengatan lebah berbisa.
Kalau memang engkau dekat dengan Allah, bukankah seharusnya, tatkala lebah-lebah
itu
hendak menyerang tubuhmu, engkau bisa memohon kepada Allah agar melindungimu
dari serbuan binatang-binatang
kecil itu?"
Kakek tersebut tersenyum dan menyahut., "Ternyata engkau masih
picik, Ibrahim. Aku tahu engkau pun menganggap dirimu telah dekat dengan Allah.
Namun mengapa ketika tanganmu terangkat keatas akan meme-
tik buah delima yang engkau tidak tahu siapa pemiliknya dan engkau belum minta
izin kepadanya, engkau tidak
memohon agar Allah melindungimu dari perbuatan curang seperti itu? Ibrahim,
sakitku ini akibat disengat lebah
hanyalah sakit badan kasar yang akan sembuh kembali, di obati ataupun tidak.
Tetapi penyakitmu yang masih mudah tergiur oleh hawa nafsu adalah
penyakit dalam, penyakit hati, yang
akan terus mengeram dan menyebar menjadi benih benih maksiat sepanjang hidupmu
apabila engkau tidak segera
bertaubat dengan taubatan nasuha.
Karena itu pulanglah engkau kenegerimu, renungkanlah dosamu,
obatilah penyakit hatimu sebelum engkau
berusaha mengobati orang lain.
Banyaklah berdzikir, mengingat Allah, di samping beramal
menyebarkan manfaat dan kebaikan kepada masya
rakat sekelilingmu, kepada alam sekitarmu tempat engkau dibangkitkan Tuhan untuk
menjadi khalifah,pelihara amanat
Tuhan ini........
wassalam.
(dikutip dari "30 Kisah Teladan)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)