Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

> Pak R.Sunarman ketika kita sedang tidur apa yang terjadi dengan
> ruh kita ? dan apa pula yang terjadi dengan ruh itu bila kita
> sedang bermimipi?
> 
> apakah seseorang bisa berkominikasi melalui mimpi?
> dan apakah seseorang yang mengetahui bahwa ia sedang bermimpi
> juga sesuatu yang wajar? (bila seseorang telah sampai pada
> maqam tertentu)

Ketika tidur, tubuh fisik tergolek beristirahat, tubuh ether tetap
berfungsi untuk mengatur fungsi fa'ali tubuh, sedangkan bagian tubuh
astral, pikiran dan ruh melepaskan kendalinya atas tubuh fisik itu.
Ketika itu ruh bekerja tanpa menggunakan tubuh fisik.

Mimpi itu bermacam-macam. 
1. Mimpi orang awam umumnya merupakan kerja otak fisik yang bereaksi
terhadap rangsangan panca indera, berdasarkan rekaman pengalaman masa
lalu. Misalnya, seseorang merasa kedinginan ketika tidur, maka ia
dapat bermimpi seolah-olah berada di alam terbuka pegunungan dengan
angin yang berhembus. 
2. Kemungkinan kedua, mimpi itu merupakan playback dari pengalaman
masa lalu. Dalam hal ini, otak fisik mendapat rangsangan dari sistem
memori yang melekat pada tubuh ether. 
3. Kemungkinan ketiga adalah merupakan petunjuk atau informasi.
Informasi ini dapat berupa gambaran kejadian di tempat lain atau
mengenai diri sendiri; baik masa lalu, masa kini maupun masa
mendatang. Seringkali informasi ini masuk ke otak fisik melalui otak
astral. Apakah informasi itu jelas atau terdistorsi, sangat tergantung
dari banyak hal. Selain itu, tergantung dari maqam orang yang bermimpi
dan urgensi informasi [menurut kehendak Allah], sebagian atau semua
informasi yang diperoleh itu lenyap ketika ia terbangun. Komunikasi
dari orang lain bisa diterima melalui mimpi berupa informasi.

Dari uraian di atas kita tahu bahwa mimpi jenis 1 dan 2 kurang
bermanfaat. Ada satu tip agar kita terhindar dari kedua jenis mimpi
ini, sehingga kita tidak akan mimpi apapun kecuali mimpi yang
merupakan informasi atau petunjuk [dari Allah]. Caranya: biasakan
melakukan meditasi ketika merebahkan diri akan tidur, misalnya dengan
mengucapkan Shalawat Nabi berulang-ulang, singkirkan pikiran-pikiran
yang lain; begitu seterusnya sampai kita terlelap tidur.

Dengan meningkatnya maqam manusia, suatu saat kesadarannya akan tetap
terpelihara ketika tubuhnya tertidur; ia tetap menyadari apapun yang
terjadi dengan tubuhnya, termasuk mimpi-mimpinya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
RS


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke